
Vino dan Ai keluar dari kamarnya dan langsung menuju kamar Vian dan Ana.
Tok,,tok,,,
Vian lalu membuka pintunya,dan menyuruh Vino masuk,tapi sebelumnya mereka berdua berpelukan dulu.sedang Ai hanya cium tangan.
"Ayo masuk,,"Vian menyuruh Vino dan Ai masuk.
Ana lalu mendekati Ai dan mereka saling peluk.
"Gimana kabarnya Ai,,?"tanya Ana.
"Baik kak,Kaka gimana kabarnya,Lala ikut ngga kak,,?"
"Kaka baik,Lala ngga ikut soalnya di sini cuacanya sedang dingin,jadi Mamih melarang ikut,ayo duduk dulu,"
Semuanya lalu duduk dengan pasangan mereka masing masing.
"Ai kita mau pergi belanja apa mau main salju dulu nih,?"tanya Ana.
"Ai ikut kak Ana aja deh,"
"Kalau Kaka maunya belanja Ai,kamu mau,?"Ai melihat ke arah Vino.
"Iya kita akan ikut belanja,kamu boleh beli apa saja yang kamu mau,,"
"Serius,,?"
"Iya,,tapi ini dulu,"Ai langsung membulatkan matanya,karena Vino minta cium tapi tidak lihat tempat.
Ana dan Vian yang melihat kelakuan adiknya hanya menggelengkan kepalanya.
Ke empatnya lalu pergi bersama untuk makan siang,mereka berjalan kaki menyusuri jalanan yang dingin.
Vian dan Ana berjalan di depan sambil bergandengan,begitu pun Vino dengan Si yang berjalan di belakangnya.
__ADS_1
Sampai di Mall mereka makan siang dulu,selesai makan mereka berpisah,Vino dan Vian menunggu di cafe,sedang para wanita asik berbelanja.
"Ai kita ke toko itu yuk,"Ana menunjuk toko yang menjual dalaman,Ai mengangguk sebagai jawaban walau merasa malu.
Keduanya masuk dan langsung memilih,Ai dan Ana sangat kompak.
"Kak Ai mau cari yang warna pink ah,"
"Kaka juga,,Kaka mau belikan Kak Ayu ah,,"Ana mencari yang beda ukuran,karena Kak Ayu lebih gemuk darinya.
"Kalau Ai mau belikan buat calon istrinya kak Dodo Kak,"
"Dodo mau nikah,,kapan,,?"
"Awal bulan depan kak,,"
"Kalau gitu kamu juga belikan baju yang kurang bahan juga Ai,,"
"Iya juga ya kak,bantuin cari ya Kak,"
Keduanya lalu pindah ke ruangan sebelah,Ai melihat baju baju kurang bahan yang berjejer tersenyum sendiri,rupanya Ai terdiam karena mengingat saat malam pertama,Ai sama sekali ngga pakai baju begituan,sekarang merasakan sedih,ternyata suami yang dulu di abay kan saat malam pertama justru sekarang telah memberikan kebahagiaan dan memberikan segalanya untuk dirinya.
"Ai kenapa diam,katanya mau pilih buat calon istri Dodo,"
"Iya kak,,"sambil tersenyum tipis.lalu Ai memilih.
"Ai Kaka mau beli juga ah yang warna hitam ini,bagus ngga,"
"Iya kak bagus,"
"Kamu ngga beli,,kamu beli dong buat senangi suami kita,mereka laki laki pasti senang kalau istrinya pakai baju ginian,"
"Apa iya Kak,,"
"Iya,,apa lagi kalau mereka pulang kerja kan capek tuh,sampai rumah tuh lihat istrinya pakai ginian,pasti langsung capeknya hilang,"
__ADS_1
Ai mendengarkan sambil memilih.
"Udah kamu beli lah,suami kita capek capek cari uang buat kita,masa kita ngga bikin senang dia sih,"Ai lalu mengangguk.
Akhirnya Ai membeli 4 baju kurang bahan,dua buat Najwa,dua buat dirinya,Ai juga membeli yang buat dalamnya dengan warna senada,dan Najwa pun di belikan ya juga.
Ana membeli 5 pasang,dua buat kak Ayu,dan 3 untuk dirinya.
Selesai belanja dalaman keduanya lalu menuju cafe di mana suami mereka berada.
Ai duduk di sebelah Vino,dan Ana di sebelah Vian.
"Mas,,maaf yah Ai belanjanya banyak,Ai soalnya belikan buat Najwa juga,"
"Iya ngga papa,baru segini kok belanjanya,tenang uang Mas masih banyak,buat kamu beli seisi toko pun masih cukup malah lebih,"sambil Vino melihat total struknya.
"Sombong,,"kata Ai sambil tersenyum meledek.
"Emang beli apa sih,,coba lihat,"Vino sambil melihat ke bungkusannya
"Iihh,,jangan di lihat,malu,,"sambil menariknya bungkusan.Vino yang melihat sedikit langsung tersenyum lebar
"Nanti malam pakai yah,Mas pengin lihat kamu pakai itu,"Ai tersenyum malu dan pipinya sedikit memerah.saat Vino berbisik di telinga Ai
Sedang Ana dan Vian mereka biasa aja,karena Ana sering memakai baju seperti itu untuk menyenangkan ya.
Setelah itu mereka berempat jalan lagi,mereka membeli oleh oleh buat nanti di bawa pulang,Ana juga membeli baju untuk anaknya,juga anak kak Ayu.
"Mas,,Ai boleh ngga beliin baju untuk Ari dan Luna,"
"Ya boleh sayang,mereka kan juga keponakan Mas,,"
"Makasih ya Mas,kamu sangat baik,,"
"Tapi nanti malam Mas minta imbalan yah,"Ai hanya bisa geleng kepala saat Vino bicara seperti itu,karena Vino memang tiap malam selalu meminta jatah.
__ADS_1
Jangan lupa like,komen dan vote nya,terimakasih...