Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Canggung


__ADS_3

Ayah di bawa ke rumah sakit, Ayu di larang Abang ikut ke rumah sakit, dan di suruh tetap di rumah jaga anak anak, di rumah Ayu di temani Ayah Ali dan Bunda.


Sedang Ana dan Vino menutuskan pulang karena Lala rewel. Papih dan Mamih ikut ke rumah sakit, Ai dan Vino ikut mobil Papih dan Mamih.


Sedang di mobil Abang, ada Ayah, Ibu dan Dodo. Abang membawa mobilnya cukup kencang, karena melihat keadaan Ayah yang sudah terlihat pucat karena susah bernafas.


Sampai di rumah sakit, Dodo langsung turun dan memanggil suster, suster langsung membawa bangkar dan Ayah di angkat oleh Dodo dan Abang.


Mobil Papih juga sudah sampai dan Ai langsung turun dari mobil. Vino dan Mamih juga ikut turun, sedang papih mencari tempat parkir mobil.


Ayah langsung masuk ruang UGD, yang lain menunggu di luar ruangan.


Ibu duduk di dampingi Ai dan Mamih, sedang Dodo berjalan mondar mandir ngga mau diam, sedang Abang dan Vino duduk bersampingan. Papih pun datang dan ikut duduk juga.


"Lukamu sudah di obati belum Vin,,? "tanya Abang, Vino menggeleng sambil memegang lukanya.


"Harus di obati takutnya bengkak,, "Abang berkata lagi.


"Biar Papih belikan obat dan salep ke apotik dulu yah,, benar yang di katakan Abang, "Ai sedikit melirik ke Vino yang sedang mengusap lukanya.


"Mamih ikut Pih, Mamih mau beli minuman juga buat yang lain,, "Papih pun mengangguk.


Sekitar 20 menit ahirnya Dokter keluar,dan semua langsung menanyakan keadaan Ayah.


"Gimana Ayah saya Dok,,? "tanya Dodo.


"Kalian harus bersukur karena Ayah kalian bisa di selamatkan, karena sebentar saja kalian tidak cepat datang kemari, saya tidak tau apa yang akan terjadi,, "


"Trimakasih Dok karena menyelamatkan nyawa Ayah saya, "kata Dodo.

__ADS_1


"Iya,, tapi ini semua juga karena Tuhan, Tuhan masih sayang pada kalian,kalau begitu saya permisi,, "


"Iya Dok terimakasih,, "


Dokter pun pergi, tadi Dokter juga bilang untuk tidak terlalu banyak yang menunggu di dalam, karena Ayah butuh istirahat.


Satu persatu keluarga masuk, dan Mamih juga papih sudah datang, Papih memberikan. obat juga salep pada Vino untuk lukanya, sedang Mamih membeli banyak makanan dan air minum untuk semuanya.


"Dek,, kamu dan Vino pulang lah, biar Kaka sama Ibu yang jagain Ayah,, "Dodo mendekati Ai.


"Tapi Ai ingin di sini kak, ingin jagain Ayah juga,, "


"Kamu sekarang sudah punya suami yang harus kamu urus, jadi kamu sekarang pulang aja, besok kamu bisa ke sini lagi,, biarin sekarang kaka dan Ibu yang jaga in Ayah,, "


"Benar yang di katakan kaka mu,, pulanglah, biar Ibu dan Kaka yang jagain Ayah,, "


"Iya Bu,, "Ai lalu keluar di temani Dodo.


"Bos,, kamu pulang saja sama Ai, besok kalian bisa datang lagi, kalian pasti butuh istirahat,, "kata Dodo ke Vino, Vino hanya mengangguk.


"Kalau gitu Vino sana Aisah bisa pulang sama Abang, soalnya Papih nanti malam harus ke luar kota sama Mamih, ada kerjaan di sana, ngga papa kan, "


"Iya Pih,, makasih ya Pih, Mih,, trimakasih untuk semuanya,, "


"Iya sayang,, kamu jaga kesehatan yah, dan kamu sekarang sudah jadi seprang suami jadi harus lebih dewasa,, "Vino mengangguk lalu memeluk Mamih.


Mamih juga memeluk Aisah, "semoga kalian bahagaia, Mamih percaya kamu adalah anak baik, pasti bisa menjadi istri yang baik pula, "Ai mengangguk dan tersenyum setelah Mamih melepaskan pelukanya.


Mamih dan Papih lalu berpamitan pada besanya, setelah itu pulang duluan, sekarang tinggal Abang dan Vino yang masuk untuk berpamitan.

__ADS_1


"Yuk kita pulang,, "Kata Abang mengajak Ai dan Vino untuk pulang.


Abang membawa mobilnya sedikit cepat dan tidak lama sampai di rumah.


"Gimana Ayah Mas,, "Tanya Ayu saat melihat Abang datang.


"Ayah sudah lebih baik, kata Dokter kita untung cepat membawa ke rumah sakit, kalau sampai telat datang, entah apa yang akan terjadi,, "


"Sukur lah,, "


Ai lalu akan masuk ke kamar, dan tidak mengajak Vino, lalu Ayu pun menegurnya.


"Dek ajak suamimu ke kamar, pasti dia juga lelah,, "Ai lalu mengangguk. rupanya Ai masih merasa canggung dan malu.


"Ayo Mas kita ke kamar,, "Vino pun mengangguk dan berjalan mengikuti Ai.


Sedang Ayah dan Bunda pulang duluan, karena ingin istirahat, Kalau Abang dan Ayu menunggu anak anaknya bangun dari tidurnya.


Setelah Ayah dan Bunda pulang, Abang merapikan rumah sedang Ayu di larang Abang membantu, Ayu hanya duduk sambil melihat Abang yang beberes.


Karena sudah tidak terlalu berantakan, tadi para tetangga membantu beberes.


Sedang di kamar Ai, Vino yang baru melihat kamar Ai pertama hanya berdiri dan diam sambil melihat sekeliling. Ai juga yang merasa grogi dan malu berjalan ke kasur dan duduk di pinggir ranjang.


Vino lalu duduk di bangku yang ada di kamar Ai, mereka pun saling diam, dan terasa kamar menjadi engap.


Mereka tidak ada yang mau mengawali bicara, dan mereka merasa canggung.


Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...

__ADS_1


__ADS_2