Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Anton Menelfon Al


__ADS_3

"Maaf Saya telat,,,, "kaka Tari pun datang.


"Ngga papa Kak,, ayo duduk, dan kenalin ini Ali yang bikin gambar rumah ,,"Aku dan Kaka Tari pun berjabat tangan.


'Kita langsung saja yah,, jadi gini Al,, Aku mau bikin komplek perumahan saat melihat gambar rumahmu Aku langsung suka,, tapi kalau kamu ingin menjual gambar rumah itu, kamu juga harus bikinkan setiap seketsa di dalam rumahnya, gimana,,? "


"Oh soal itu sih siap,, pasti akan Aku bikinkan, Mas mau gambar rumah yang mana,,? "tanyaku.


"Karena Tari sudah ambil satu dan kata dia ngga boleh ngembarin, jadi Aku ambil sisanya, 4 gambar ini,,, "samil menujukan gamar ke arahku.


"Wah,,, serius nih,, "


"Serius dong,, tapi Aku minta cepat, Aku kasih waktu seminggu, kamu sanghup ngga,,? "


"Aku usahakan,, "


"Soal pembayaran, satu gambar rumah kamu minta berapa,? "Aku langsung bingung kalau di tanya soal harga, karena Aku tak pernah mematok harga.


"Mas biasa beli gambar rumah berapa, Aku ngikut aja,,, soalnya Aku bingung soal harga,, "


"Gimana kalau satu gambar 200 juta,, "Aku pun sampai kaget.


"Serius Mas,,? "


"Iya serius,, diel yah,, "sambil mengacungkan tanganya ke arahku untuk bersalaman kesepakatan dan Aku menyambutnya dengan senang.


Kita pun bertiga mengobrol, dan juga pesan makanan, Anak dan istriku lalu datang.


"Ayah,, Kiki abis makan es krim, enak loh Yah,, "kata Kiki yang langsung mendekatiku.

__ADS_1


"Buat Ayah mana,, ?"


"Hehee Ayah ngga di beliin,, kata Bunda Ayah ngga doyan,, "lalu Nana pun duduk di sebelah kananku dan kiki duduk di sebelah kiriku.


"Kayanya ini Nana yah,, "tiba tiba suara Kakanya Tari mengagetkanku.


"Kaka kenal sama istri Al,, "kata Tari. sedang Nana dengan Kakanya Tari saling tatap.


"Iya,, tapi setau Kaka dia istrinya Anton, teman Kaka saat kuliah dulu, karena kita sudah beberapa kali bertemu jadi kaka paham,, "tangan Nana mencengkram tanganku sangat kuat, sepertinya Nana tidak nyaman.


"Iya Mas,, Nana emang istri Anton, tapi itu dulu, dan mereka sudah bercerai, lalu Nana menikah lagi denganku,, "kataku.


"Oh begitu,, Aku dah lama juga ini ngga komunikasi dengan Anton,, "kaka Tari tanya ke Nana.


"Sekarang kamu tau Anton di mana Na,,? "Nana menengok ke arahku dan Aku mengangguk.


"Ma,,,s Anton kerja di luar daerah sekarang,,, "sambil tanganya masih mencengram tanganku. Aku pun menggenggam tanganya Nana agar tenang.


"Ngaco kamu Ri,, ya bukan lah,, "


"Apa kamu orang ketiga yang membuat rumah tangga Istrimu berantakan,,? "


"Ngga Ri,, Aku menikahi Nana saat Nana sudah menjanda, kalau tidak percaya Mas kamu suruh telfon Anton aja untuk menanyakan tentang Aku yang merebutnya atau bukan,, "


"Apa jangan jangan Istrimu yang ke ganjenan, trus ninggalin Anton dan menikah denganmu Al.. "


"Ri,,, jaga ucapan kamu, istriku tak serendah itu, dia wanita yang sangat baik, "nada suaraku sedikit tinggi.


"Coba telfon aja teman Kaka,, biar kaka tau kebenaranya,, "kata Tari pada kakanya.

__ADS_1


"Iya,, nanti Aku akan telfon Anton,kalau sampai kamu Al yang membuat keluarga temanku hancur, kerjasama kita batal,, "Aku rasanya sudah sangat kesal.


"Silakan Mas telfon Anton, dan soal kerja sama kita, lebih baik kita batalkan, Aku paling tidak bisa berkerja sama sama orang yang mencampur adukan pekerjaan dengan masalah pribadi, "kataku dan Aku mengajak Nana untuk pergi, Aku gendong kiki dan Nana Aku gandeng.


"Al,, tunggu, jangan pergi dong,, jangan emosi gitu,, "kata Tari yang berdiri sambil mencegahku.


"Maaf Ri,, Aku pulang dulu,, "Kita bertiga pun meninggalkan Cafe dan masuk ke mobil.


Aku membawa mobil pun rasanya tak kosentrasi, Nana memegang pahaku,,


"Mas,,, pelan pelan saja bawa mobilnya, "kata Nana, Aku pun menggenggam tanganya yang ada di atas pahaku.


Sedang kiki karena ini sudah pukul 1 siang, dia pun tertidur di bangku belakang. saat sampai rumah Kiki ku gendong ke dalam kamarnya lalu Aku tidurkan.


Setelah itu Aku duduk di sofa depan tv sambil menutup wajahku dengan dua tangan, rasanya sungguh sakit ketika kita di tuduh tapi tuduhan itu tidak benar.


"Maafkan Nana Mas,, semua gara gara Nana Mas jadi dapat masalah,,, coba Nana tadi juga ngga maksa ikut pasti kejadianya tidak seperti ini"Nana yang sudah duduk di sebelahku.


"Ngga,,, Bunda ngga salah, "Sambil ku peluk.


"Rezeki sudah ada yang mengatur, Mas justru ngga terima kalau Bunda di hina,, "kataku yang masih memeluk Nana. dan Nana pun membalas pelukanku.


"Bunda jangan banyak fikiran, takut pengaruh sama dede bayi, "sambil ku lepas pelukanku, dan ku usap perutnya.Nana pun mengangguk.


"Mas,, Nana mau masak dulu yah,, buat kita makan siang,, "Nana bangun dari duduknya. karena kita tadi belum sempat makan di cafe.


"Ngga usah masak kita pesan aja lewat aplikasi,,, "kataku sambil menyodorkan hpku.


"Bunda pesan gih, "tapi saat Nana akan mengambil hp dari tanganku, hpku berbunyi tanda panggilan masuk, saat Aku dan Nana melihat rupanya Anton yang menelfonku, Aku dan Nana saling pandang.

__ADS_1


**Maaf dikit,besok lagi yah..


Jangan lupa untuk like, komen dan Votenya, makasih**...


__ADS_2