
Aku menuruti keinginan Nana untuk menyalakan sepeker di hp, dari pada Tom ngga di kasih jatah, bisa puyeng kepalaku atas dan bawah.
"Hallo Ri,,, ada apa? "kataku.
"Iya Halo Al,, Aku udah memilih gambar rumah yang ku inginkan, dan ada kabar baik untuk kamu, kakaku mau membeli gambar rumahmu dan Kakaku juga mau bertemu denganmu, kapan kamu punya waktu, besok kan masih hari libur, gimana kalau besok aja, "
"Sukur deh Ri,, boleh tuh besok kita ketemu, kamu yang atur tempat dan jamnya aja, Aku akan ikut,,"kataku sambil tersenyum senang.
"Ya udah,, kalau gitu besok Aku kirimin alamat dan jam berapa kita bertemu,, "
"Massss,,, Nana pengin di pelukk,,, udah ngantukk"sambil Nana memeluku.
"Kamu dah mau tidur Al,,, "sepertinya Tari mendengar perkataan Nana.
"Iya Ri,, maaf yah Aku matikan dulu, ini istriku sudah ngajak tidur,, "
"Ya udah,,, sampai jumpa besok,, selamat malam Al,, "
"Malam juga Ri,, "Aku pun mematikan telfon Tari.
"Bun,,, kakanya Tari mau beli gambar rumah Mas,, Mas seneng banget Bun,,,, dan kakanya juga mau bertemu Mas semoga aja dia juga mau membeli gambar rumah Mas ya Bun, "Sambil ku peluk Nana.
"Sukur deh Mas,,, tapi besok Nana ikut loh kalau mau ketemu cewe gatel itu,,, "sambil mulutnya di manyunin.
"Besok Mas kan cuman mau membicarakan tentang gambar rumah Bun,, ngga akan lama kok, dan cewe gatel itu siapa Bun,,,? "
"Pokoknya Bunda besok ikut titik,,, cewe gatel ya itu temen Mas yang nungguin dudanya Mas,,,,"Aku pun tersenyum.
"Namanya Tari kali Bun, bukan cewe gatel,, "
"Tau ah ngga penting, pokoknya besok Nana ikut titik, "
__ADS_1
Dari pada ribut Aku pun mengiyakan, dan Aku pun memeluknya agar Nana tertidur.
"Mas,,, "sambil mendongakan wajahnya.
"Ada apa hemm,,, belum ngantuk, apa mau olahraga dulu,, "sambil menaik turunkan alisnya.
"Nggaa,,, Nana hanya mau tanya boleh ngga,,? "
"Tanya apa sih Bun,,? "
"Apa Mas suka sama Tari,, apa Mas kalau nanti kita berpisah Mas akan menikah dengan Tari,? "reflek tanganku melepaskan pelukanku dari badan Nana, saat mendengar kata berpisah.
Aku langsung diam, kenapa Nana mengatakan perkataan seperti itu, rasanya Aku kok sakit banget...
"Mas,,, kenapa ngga jawab,, "sambil menggoyangkan tanganku.
"Apa jawaban itu penting,,"dan Nana pun mengangguk.
"Kenapa Bunda menangis, tadi Bunda yang tanya, dan Mas menjawabnya, kenapa Bunda sekarang justru menangis, bukankah Bunda ingin kita berpisah,, "Nana justru menangis tambah sedikit kencang sampai sesegukan, Aku yang duduk di kasur sampai bingung ngadepinya.
"Bun,, sudah dong jangan menangis, kasian dedek bayinya, Mas minta maaf kalau jawaban Mas nyakitin Bunda, "sambil ku usap rambutnya.
"Kenapa sih Mas jahat banget sama Nana, kenapa Mas tidak mau memperjuangkan Nana, bukan jawaban seperti itu yang Nana inginkan,, "
"Maaf,, udah jangan menangis, lebih baik kita tidur, ini udah malam ngga baik buat Bunda, jangan berfikir yang ngga engga, kita jalani rumah tangga kita dengan bahagia, akan bagai mana nantinya,biar waktu yang menjawab,, "sambil ku puluk dan ku cium keningnya.
Ya ampun bumil ini bikin pusing, untung Aku cinta jadi lebih baik mengalah, kalau ngga cinta udah Aku tinggal tidur kamar Kiki.
Pagi pun datang dan kita sedang sarapan, mata Nana masih sedikit bengkak akibat semalam nangis, dan Nana sepertinya masih kesal padaku, kayanya semalam jawabanku tidak sama dengan sepemikiranya, jadi semalan Nana marah padaku. Apa Aku harus mengatakan cinta padanya iya kalau Nana terima cintaku kalau ngga kan malu, jadi Aku punya rencana yang akan membuat Nana cemburu, biar Aku tau tentang perasaanya padaku.
Hpku berbunyi tanda panggilan dari Tari, Aku sengaja sepeker karena Nana walau Nana ngga memintanya, biar Nana ngga penasaran dan ngga ngambek lagi.
__ADS_1
"iya Halo Ri,, gimana,, "
"ya Al,, nanti siang jam 12 kita ketemu di cafe pelangi yah,sekalian kita makan siang gimana,, "
"Ok,, Aku ikut aja, sampai jumpa nanti siang ya Tar,, "
"Iya,,, kamu lagi apa Al,? "
"Sedang sarapan nih,,, "
"Istrimu emang bisa masak ,,?"
"Istriku pintar banget masak tau Ri, makanya Aku sekarang naik 5 kilo, dan perutku tambah buncit nih,, "sambil Aku sedikit mengersakan suaraku dan melirik ke arah Nana.
"Oh,, kirain istrimu itu wanita manja, di lihat dari tampangnya ngga nyangka pinter masak juga yah,, "
"Bukan cuma masak doang Ri, dia pintar beres beres rumah juga loh,, dia ngga manja seperti yang kamu kira, apa lagi saat di ranjang hemm.. sangat pintar istriku itu, "kataku sambil berbisik yang kata terahir.
"Gila lu Al,,, "Aku pun tertawa terbahak bahak saat Tari marah dan mematikan telfonya gara gara perkataan ku yang terahir.
Saat Aku akan melanjutkan makan, ada sepasang mata yang menatapku dengan tajam.
"Udah dong liatinya, itu nanti matanya jatoh loh kalau keseringen melototin Mas,, "sambil Aku tersenyum. Nana langsung melemparku dengan kerupuk. Aku lagi lagi tertawa.
Rasanya rezekiku semakin lancar semenjak menikah dengan Nana, dan Aku sangat bersukur, semoga Tuhan memberikan jodoh yang panjang dan sampai maut memisahkan buat kita, persetan dengan perjanjian yang Anton buat.Tapi kadang Aku sadar dan terbebani dengan perjanjian itu.Tapi sekarang Aku akan berusaha untuk mendapatkan cinta Nana agar dia tak mau pisah denganku.
Selesai sarapan Kiki yang sudah selesai sedang nonton tv,sekarang hanya ada Aku dan Nana. Aku yang sudah selesai makan bangun dari duduku dan mendekat ke Nana.setelah dekat Aku langsung menggendongnya, Nana yang kaget langsung berteriak, sedang Aku menggendongnya menuju kamar, rasanya Aku sangat menginginkanya pagi ini.
Besok lagi...
Jangan lupa like, komen dan votenya ya kak, trimakasih..
__ADS_1