Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Keluarga Vian Dan Orang Tua Ayu Datang


__ADS_3

Setelah Ayu positif hamil, Abang melarang Ayu ikut menjemput orang tua Ayu di setasiun kereta, kata Abang Ayu ngga boleh cape, dan suruh tetap di rumah saja, kata Abang dia yang akan menjemputnya sendiri.


"Mass,, Ayu itu ngga sakit, Ayu cuman hamil dan masih bisa dan kuat untuk pergi pergi,, "


"Iya Mas tau, tapi kamu itu sering pusing,udah nurut sama Mas, jangan ikut tetap di rumah,kamu ngga boleh kecapean, "kata Abang .Ayu hanya cemberut.


"Yu,, udah di rumah aja,ada Aku kok, "kata Diah.


Sedang Ayah, Bunda dan Ana sudah pergi ke bandara duluan untuk menjemput keluarga Vian, sedang Diah belum pulang karena mobilnya di pinjam Ayah untuk ke bandara.


"Iya ya sayang,, di rumah aja, ada Diah yang nemenin kamu kok hemm,, "kata Abang yang tadi melihat Ayu cemberut langsung memeluknya. Ayu hanya mengangguk sebagai jawaban.


Setelah itu Abang pun pergi, dan sekarang tinggal ada Ayu dan Diah yang sedang duduk di sofa sambil mengobrol.


"Yu boleh tanya sesuatu ngga,,? "


"Mau tanya apa,,? "


"Aku lihat Abang yang sekarang sifatnya berubah, dulu dia orangnya sangat cuek sama perempuan, kok sekarang bisa romantis dan nurut banget sama kamu gitu, kamu kasih apa sih Yu,, apa kamu memeletnya,, "


"Pelet,, maksudnya kamu Aku ke dukun gitu, biar Mas kiki nurut dan romantis ke Aku,, "Diah mengangguk.

__ADS_1


"Ya engga lah,, buat apa kaya gituan, emang Mas kiki dari Aku pertama kenal dia udah gitu, perhatian dan sangat baik, apa lagi setelah kita menikah ,Mas kiki sangat romantis, orangnya ngga pernah marah dan perhatian lagi,, "sambil tersenyum Ayu bercerita.


"Tapi kenapa sekarang sangat berubah banget sih, dulu saat SMA kita cukup dekat, tapi Abang gitu cuek aja,, "


"Mungkin dulu Mas Kiki lebih mementingkan belajar kali,jadi ke perempuan menjaga jarak,, "


"Iya kali yah,, "


"Apa dulu kamu suka sama Mas Kiki,,? "tanya Ayu, dan Diah sedikit bingung untuk menjawabnya.


"Iya dulu Aku tuh suka sama Abang, tapi karena Abang orangnya cuek dan kaku, jadi Aku mundur dengan perasaanku, dan lebih enak sahabatan saja, "


"Amin,, makasih doanya,, "


Lalu suara mobil berhenti depan rumah terdengar, Ayu dan Diah langsung menuju pintu, rupanya keluarga Vian yang sudah sampai duluan.


Mereka semua lalu masuk dan mengobrol bersama, Diah dan Ana membuat minum di dapur, sedang Ayu di suruh tetap duduk, Ayu di larang Bunda untuk bergerak, takutnya Ayu kecapean. Ayu hanya menurut.


"An,,calon suamimu gila ganteng banget,,udah tinggi, badan juga ok lagi,, "Ana hanya tersenyum saat Diah berbicara.


"An,, yang cowo satunya siapa, adeknya yah,, "

__ADS_1


"Iya itu adeknyaKak Vian, namanya Vano, "


"Oh Vano namanya,, tapi kelihatan masih kecil belum dewasa,, "


"Dia masih SMA kak,, "


"Pantesan,, "


"Ya udah yu kak kita bawa minuman dan makananya ke depan,, "kata Ana sambil membawa nampan.


Lalu Diah juga mengambil nampan yang berisi makanan.


Tidak lama juga, Abang bersama kedua orang tua Ayu datang, rumah Ayah jadi terlihat sempit karena banyaknya orang di rumah.


Acara pernikahan Vian dan Ayu akan di adakan besok, jadi nanti sore keluarga Vian dan orang tua Ayu akan ke Hotel di mana pesta pernikahan akan di gelar.


Ayu mengobrol dengan Ayah dan Ibunya ,Ibu sudah tau kalau Ayu sedang hamil dari Abang, dan kedua orang tua Ayu memberi selamat, dan orang tua Ayu juga bahagia karena keluarga mertua Ayu sangat menyayangi Ayu, apa lagi Abang yang sangat mencintai Ayu anaknya.


Jangan lupa besok pada kondangan ke pernikahanya Vian sama Ana yah kaka semuanya,,


Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih..

__ADS_1


__ADS_2