Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Acara Pesta Pernikahan


__ADS_3

"Ada apa sih Mihh,, kok teriak teriak sih,, "sambil mengucek matanya vian lalu bangun.


"Maaf,, Mamih sama Bunda tadi kaget saat Ana bilang dia ngompol,, "kata Mamih pada Vian.


"Adek kenapa ngompol di kasur ,,?"tanya Bunda.


"Tadi Adek udah bilang ke kaka kalau Adek pengin pipis, trus kata kaka suruh di pipisin aja,, ya udah Adek pipis di kasuru,, "


"Ana kenapa mau pipis aja tanya ke Vian, kan Ana tinggal jalan sendiri ke kamar mandi,bisa kan,,? "


"Iya bisa Mih,, tapi Kak Vian,,, "sebelum Ana selesai bicara Vian sudah memutusnya.


"Ana udah jangan di teruakan,, Mamih sama Bunda ada apa datang ke sini,,? "


"Oh iya,, kalian di suruh bersiap MUA akan datang setengah jam lagi, jadi kalian mandi gih sanah,, "


"Ya udah Ana mandi dulu kalau gitu,, "Ana berjalan langsung menuju kamar mandi, sedang Bunda dan Mamih juga keluar dari kamar.


Setelah Ana selesai mandi, sekarang giliran Vian yang mandi.


Vian dan Ana sekarang sedang di dandani oleh ahlinya,setelah Ana dan Vian selesai, sekarang giliran Ayu dan Abang, untuk para orang tua ada sendiri di kamar sebelah yang mendadaninya.


Jam 8 malam acara di mulai, kedua pasang sudah berdiri dengan gagah dan juga cantik cantik, undangan Ayah sangat banyak, sampai Ayu lemas karena berdiri terlalu lama.


"Jangan pakai sedal sayang, lepas saja. Biar kaki kamu ngga sakit,"kata Abang sambil berjongkok di depan Ayu.

__ADS_1


"Ayu kenapa Bang,,? "tanya Bunda.


"Ayu kecapean Bun,, "jawab Abang.


"Ayu duduk aja yah, atau abang ajak Ayu ke kamar aja sanah,, "


"Ayu masih kuat kok Bun,, "


"Ngga papa Ayu ke kamar aja, Bunda ngga mau terjadi apa apa sama Ayu dan kandungan Ayu,, Abang sanah ajak Ayu ke kamar yah, tamu juga sudah tidak banyak kok,"


"Ayu benar kata mertuamu,Ayu kembali ke kamar aja ya,, "kata Ibu Ayu.


Lalu Abang membawa Ayu menuju kamar, sedang acara pesta pun lanjut kembali.


"Kenapa,, apa ada yang sakit, ayo kita ke dokter,,"Ayu menggeleng.


"Lalu kenapa Sayang,, jangan nangis Mas ngga mau lihat kamu nangis,,katakan hemm,,"


sambil memeluk Ayu.


"Maaf ,,pasti Ayah sama Bunda kecewa sama Ayu ,karena Ayu tidak sampai selesai acaranya,, "


"Haii,, sayang kamu ngomong apa sih, tadi kan Bunda yang nyutuh kita untuk kembali. ke kamar, itu tandanya Bunda sayang sama kamu Yang, Bunda ngga mau terjadi apa apa sama kamu dan calon anak kita,, sudah jangan sedih lagi yah,, "


"Ayu sudah mendingan kok Mas, udah ngga lemas lagi, kita balik lagi yuk Mas,, "

__ADS_1


"Sutt,, udah jangan kesana lagi, acaranya juga sebentar lagi selesai, sekarang lebih baik kita istirahat aja yah,, "sambil mengusap air mata Ayu.


"Sinih Mas bantu lepasin gaunnya,, "sambil menarik reksleting gaun pengantin Ayu.


Ayu hanya menurut saat Abang membatu melepaskan gaun pengantinya, setelah terlepas Abang mengambil baju di tas, baju yang nyaman buat tidur. Setelah itu Abang juga gantian melepas bajunya, setelah semuanya memakai baju rumahan, Abang sekarang membantu Ayu untuk membersihkan wajahnya dari bedak serta yang lainya.


Abang sangat memanjakan Ayu, Abang memang tipikal orang seperti Ayah Ali, orang yang sabar, penyayang dan tanggung jawab.


Sedang yang di bawah, acara pun sudah selesai, mereka sedang mengobrol dengan


keluarga inti.


"Mih,, bantin Vian dong, "kata Vian berbisik pada Mamihnya.


"Bantuin apa sayang,,? "


"Kasur Vian basah sama pipis Ana, ngga lucu kan masa malam pertama Vian kasurnya bau, "Mamih tersenyum.


"Ya udah Mamih akan urus, kamu di sini aja dulu,tunggu kabar Mamih ok,, "Vian. mengangguk.


Lalu Mamih Vina pun pergi menemui pihak Hotel, dan setelah ketemu Vina langsung bicara tentang kasur yang basah, petugas Hotel demgan cepat mengganyi seprei dan selimutnya, serta. mengeringkan kasur yang basah dengan alat, setelah selesai dan sudah bersih semuanya, Vina mendatangi Vian dan berbicara kalau semuanya sudah beres.


Setelah itu Vian langsung mengajak Ana untuk menuju kamar.


Jangan lupa like komen dan vote, Trimakasih.

__ADS_1


__ADS_2