Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Bubur Ayam


__ADS_3

Saat ini Aku dan vina sedang makan malam bersama, Aku memesan makanan lewat aplikasi, karena Vina tidak mau di tinggal di rumah sendirian.


"Besok kita belanja buat keperluan dede yah Vin,, "kataku sambil menyuapkan makanan ke mulutku.


"Emangnya Mas ngga kerja,,? "


"Besok tanggal merah jadi Mas masih libur,, "Vina pun mengangguk.


"Tapi sebelum kerja kita main dulu kerumah Ali dan Nana, Saya mau kenalik kamu ke mereka,,"


"Apa ngga papa Mas, Vina kayanya malu,, "sebenarnya bukan malu tapi karena berarti Aku mau bertemu Mba Nana dan takutnya Mas Anton makin susah melupakan mba Nana,( Batin Vina) .


"Kenapa malu,, justru Saya mau pamer sama mereka kalau Saya udah nikah lagi dan bentar lagi punya anak,, "Aku sambil tersenyum.


"Aku takut perkataanmu hanya untuk menghiburku semata Mas, (batin Vina) "


"Terserah Mas aja, Vina ikut kata Mas,, "Kataku dengan sangat pelan.


"Kamu jangan berfikiran yang tidak tidak Vin,, Saya dan Nana sekarang hanya sebagai teman dan Nana adalah istri temanSaya,Saya sama sekali tidak punya perasaan atau semacamnya, kalau rasa sayang mungkin masih ada karena kita cukup lama berumah tangga, tapi kalau cinta sudah tidak ada karena buat apa Saya cinta pada Nana sedang kan Nana cintanya sama Ali, jadi kalau Saya masih cinta itu hanya akan sia sia kan,, makanya Saya ingin kita mulai dari awal saling menerima kekurangandan kelebihan masing masing, pasti rasa cinta itu akan cepat tumbuh di antara kita,, "sambil ku genggam tangan Vina. dan Vina pun mengangguk.


Selesai makan kita ngobrol di ruang tv sambil kita bicarakan yang perlu kita belajakan untuk besok. setelah mencatat kita pun mengobrol tentang keboasan dan kesukaan dari kita, pokoknya kita sekarang kaya sedang pacaran sambil sesekali tertawa bersama, sampai tak terasa sudah jam 10 malam.


"Vin,, Sudah malam,, ayo kita tidur,, "Vina punbilang iya, lalu ku bantu bangun dari duduknya.


Sampai kamar Aku juga membantunya untuk tiduran,setelah itu Aku ikut berbaring di sebelahnya, tiba tiba rasa heningpun terjadi, karena ini baru pertama kalinya kita tidur satu ranjang, Aku pun memunggungi Vina karena canggung,sedang Vina dari tadi bergerak terus seperti belum menemukan posisi tidur yang nyaman.


"Kenapa Vin,, apa ada yang sakit? "Aku membalik badanku dan menjadi menghadapnya.


"Vina memang kalau malam susah untuk tidur Mas,karena dede selalu bergerak, kadang Vina juga tidur sambil duduk,, "Aku yang baru mengerti lalu membantunya duduk dan bersandar pada sandaran kasur.


"Apa Saya boleh usap usap dede,, ?"kataku.


"Kenapa harus izin sih Mas, kan ini anak Mas jadi ya boleh aja,, "Aku langsung tersenyum dan mengusapnya.

__ADS_1


"Mas,,, bisa ngga ngomong sama Vina jangan pake kata Saya, pake Aku aja apa Mas aja gitu, Vina sekarang dengernya aneh,, jadi kaya dulu aja waktu kita masih ada Alm Mas Agus,jadi merasa ada jarak di antara kita,, "Aku yang mendengarkan perkataan Vina langsung berhenti mengusap perutnya.


"Iya Sa,, eh Mas ganti sekarang, agar Vina lebih nyaman mendengarnya,, "kataku.


"Makasih ya Mas,, "sambil menggenggam tanganku. Aku pun mengangguk.


"Mas kalau ngantuk tidur aja dulu,, Vina nanti juga lama lama tidur kok,, ini juga dede dah ngga gerak gerak lagi,, "


"Ngga papa Mas tunggu kamu tidur dulu,, "sambil ku usap perutnya lagi.


"Sinih kepala kamu tidurin ke dada Mas,, "Sambil ku arahkan kepalanya ke dadaku, Vina sedikit kaku Aku pun rasanya deg degan tapi karena kasihan ngelihat Vina yang sudah menguap terus tapi ngga bisa tidur ahirnya Aku pun meletakan ke pala Vina di dadaku, dan Aku juga tidur sambil duduk.


Setelah Vina tidur dengan pulas, Aku berlahan membaringkanya dengan pelan. setelah itu Aku menyelimutinya dan mencium keningnya dengan pelan, dalam hatiku berkata semoga kebahagiaan selalu menyertai keluarga kecil kita.


Aku terbangun saat terasa silau di mataku, ternyata Vina sedang menarik horden kaca, membuat cahaya matahari langsung masuk kamar.


"Sudah jam berapa Vin,,? "sambil menutup wajahku dengan bantal.


"udah jam 7 Mas,,, "


"Sudah,, Mas Vina laper,, dan di dapur ngga ada makanan,, "Aku langsung bangun.


"Tunggu Mas mandi dulu bentar yah,kita nanti beli sarapan,"


"Kasian anak Papih lapar yah,, tunggu Papih mandi dulu yah sayang,, "sambil mencium perutnya Vina, rasanya sekarang Aku tuh seka sekali mengusap dan menciuminya.


"Iya Papih,, dede tunggu,, "jawab Vina, dan kita berdua pun tersenyum.


Aku masuk ke kamar mandi, dan Aku mandi dengan cepat karena kasihan anak sama istri yang sedang kelaparan.


"Ayo kita berangkat,, "kataku saat Aku sudah rapi.


"Ii,,ya Mass,, "jawab Vina yang sedang duduk di sofa.

__ADS_1


(Ya Tuhan Mas Anton cuman pakai baju rumahan aja kenpa ganteng banget Sih) dalam hati Vina.


Lalu Aku membukakan pintu mobil untuk Vina,setelah Vina masuk Aku pun masuk ke pintu kemudi.


"Dede pengin sarapan apa,,,? "tanyaku pada Vina.


"Terserah Papih aja, Dede ngikut,, "jawabnya Aku pun tersenyum mendengar kata Papih dari mulut Vina.


"Sarapan bubur ayam mau ngga,, "Vina pun mengangguk.


Lalu Aku membawa mobilku menuju tukang bubur langgananku dengan Nana dulu.


"Ayo kita keluar,,, kita sudah sampai, "kataku.


Saat Vina mau turun dari mobil Aku pun membantunya.


"Mas bubur 3 porsi yah, sama sate ati ampelanya 5 ,minumnya teh manis hangat 2,"kataku saat masuk ke warung bubur.


"Oh iya Mas,,, eh Mas Anton yah lama ngga kesini,,"kata bapa penjual bubur, emang kita sudah kenal karena langganan sudah lama.


"Iya Pak,,, Saya habis di pindah tugaskan ke luar kota, jadi Saya jarang ke sini,, "jawabku.


"Oh gitu,, kok ngga sama Mba Nananya Mas,, "


"Ngga Ak,, Saya sama Nana sudah berpisah,,dan sekarang Istri Saya yang ini, namanya Vina dan sedang hamil nih,, "kataku menjelaskan pada Bapa penjual bubur, rakutnya nanti malah berfikir yang tida tidak.


"Oh,,, Maaf ya Mas,, Bapa ngga tau, wah pasti Mas Anton seneng yah mau punya anak,, "


"Iya pak,, Saya seneng banget,, "sambil ku elus perut Vina.


"Selamat ya Mas,,, silakan duduk ini buburnya udah siap dan tinggal bawa ke meja,, "


Aku dan Vina pun duduk dan langsung makan buburnya. kenapa Aku pesan tiga, karena Aku takut Vina kurang, jadi nanti kalau Vina ngga mau Aku yang makan, tapi kalau Vina yang makan semua Aku malah seneng.

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote, makasih..


__ADS_2