Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Kecupan


__ADS_3

Setelah pelayan pergi, kita pun mulai makan siangnya, seperti yang sudah sudah Nana menyuapi anaku dulu sebelum dia makan.


"Na,, biarin Kiki makan sendiri, kamu makan aja nanti Kiki tambah manja ke kamu,, "kataku.


"Ngga papa Mas,, Nana seneng kok nyuapin Kiki "jawabnya.


Dengan telatenya Nana menyuapi anaku dan Aku hanya melihatnya saja.


Saat Aku akan mengambil ikan ,ternyata tanganku tidak sampai karena ikan bakarnya lebih dekat ke pada Nana, dan Nana pun menyadari Aku yang sedang kesusahan.


"Mas Al mau ambil apa, ikan bakar apa tumis kangkungnya,? "karena Aku akan mengambil ikan tapi juga sampingnya ada tumis kangkung, dan dua duanya di depan Nana.


"Mas mau ikan bakarnya, "jawabku. Dan Nana langsung mengambilkanya untuku.


"Cukup ngga Mas segitu,? "setelah memberiku putongan daging ikan.


"Sudah cukup, segitu aja,, "kataku.


"Iya,, tunggu ya Mas, Nana buang durinya dulu,"Aku merasa senang atas perhatian Nana padaku, ya walau pun dia hanya niat baik, dan beda pemikiranya denganku, Aku justru makin bersimpatik.


Setelah duri nya ngga ada, Nana memberikan piringnya padaku, dan Aku mengucapkan terimakasih lalu mulai makan lagi.


Ya ampun,, udah cantik, baik dan perhatian lagi, andaikan dia istriku pasti sangat bahagia hidupku dalam berumah tangga. dalam hatiku berkata.


Selesai Kiki makan barulah Nana yang akan mulai makan, Sedang Kiki sepertinya mengantuk karena menguap terus.


"Kiki ngantuk,,,? "tanyaku sambil mendekatinya.


"Iya Yah,,, "


"Ya udah sini tidur aja, nanti setelah tidur kita main lagi, "untungnya saung saung ini hitunganya bisa sewa, jadi kita bisa bebas mau berapa lamanya di saung ini.

__ADS_1


Aku usap kepala Kiki dan Nana yang masih sibuk dengan makanya.


"Mas sepertinya mau hujan nih,, "kata Nana.


"Iya,, ini dah mendung banget,,, "sambil Aku melihat dari jendela.


"Mas,,Nana mau ke toilet bentar yah,, "setelah makanya habis.


"Iya hati hati,, apa perlu Mas temani,? "dia hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum.


Nana pun pergi menuju toilet, sedang Aku menemani Kiki yang tertidur. sekitar setengah jam kok Nana ngga balik balik. Aku pun kuatir mau menyusulnya takut Kiki bangun, kalau tidak di susul takutnya kenapa kenapa.


Aku melihat pelayan yang lewat habis mengantarkan makanan ke saung sebelah, Aku langsung memanggilnya dan meminta tolong untuk menunggu anaku, sedang Aku akan mencari Nana.


Untung sang pelayan mau untuk menjagakan anaku, Aku langsung pergi menuju toilet. saat akan menuju ke sana ada sedikit keributan dan Aku pun melihatnya, saat makin dekat Aku melihat Nana yang sedang di tarik tanganya oleh seorang wanita.


"Kamu harus ganti rugi yah,, bajuku jadi kotor gara gara kamu tabrak."kata wanita yang mencengkram tangan Nana.


"Maaf tapi itu bukan salah saya, anda yang jalan tidak melihat sehingga menabrak saya, dan anada jatuh kenapa anda yang marah,, "


"Maaf ada apa ini,, lepaskan tangan anda itu dari tanganya,"kataku sambil menarik Nana ke sambingku.


"Mas,,, dia yang salah, dia jalan ngga hati hati dan menabraku, dia tersungkur ke meja itu dan terkena makanan sehingga bajunya kotor,"kata Nana menjelaskan padaku.


"Tapi kamu juga yang menabraku, aku ngga mau tau, kamu harus ganti.. "


Semakin banyak orang yang melihat ke arah kita, ahirnya Aku menanyakan berapa yang harus di ganti.


"Ini baju mahal, kamu harus ganti 300 ribu, "jawabnya. dari pada makin panjang Aku langsung mengambil dompetku dan memberikan duit 300 ribu pada wanita itu.


"Mas,,, "kata Nana, Aku pun menggelengkan kepala tada tidak apa apa. setelah uangnya ku berikan Aku langsung menggandeng tangan Nana untuk pergi dari situ.

__ADS_1


Sampai saung Aku langsung berterimakasih pada pelayan yang menunggui Kiki dan Aku memberinya uang buat tanda trimakasih. Dan Nana langsung marah padaku gara gara memberi uang pada wanita itu.


"Kenapa Mas kasih uang pada wanita itu, Nana ngga salah kok, "sambil duduk dan memonyongkan bibirnya. Dan Aku hanya tersenyum melihat tingkahnya.


"Kenapa sih malah senyum, Nana serius loh Mas,, "Tanpa sadar Aku langsung duduk di sampingnya.


"Iya,, Mas tau Dan percaya kalau Nana ngga salah, Mas cuman ngga mau ribut dan ngga mau jadi tontonan, wanita seperti itu hanya mau mencari ke untungan dan kalau di ladenin makin menjadi nantinya, "kataku sambil ku genggam tanganya.


Mata kita pun bertemu, entah setan apa yang tiba tiba datang merasukiku, dengan tiba tiba datang dorongan ingin mengecup bibir yang dari tadi cemberut.


Cupp,,,,


Dan Aku langsung tersadar dengan apa yang Aku lakukan.


"Maa,, aff Aku ngga bermaksud ,,"sedang Nana yang kaget pun langsung diam tanpa reaksi.


"Tanteee,,,, "untungnya anaku terbangun dari tidurnya.


"Iya Sayang,,, "jawab Nana sambil bangun daribduduknya dan mendekat ke pada anaku.


"Kiki mau susu,, "lalu Nana membuka tas ransel yang berisi kebutuhan Kiki.


Nana membuatkan susu untuk Kiki, dan saat Kiki minum susu rupanya dia belum puas tidur, dan anaku meminum susunya sambil tiduran lagi, karena minum susunya anaku masih pakai botol dot.


Aku hanya melihat ke arah mereka dan benar saja anaku tertidur lagi.


Tiba tiba hujan pun turun dengan derasnya,dan ada petir juga.


Derrr....


"Aaaa,,,,"teriak Nana yang kaget karana ada kilat juga gledeg.

__ADS_1


Aku langsung mendekat ke arah Nana dan anaku.tanpa di duga Nana langsung memeluku.


"Mass,,, Nana takuttt.... hik hik.. "


__ADS_2