Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Nana Kesakitan


__ADS_3

Mas Al malam ini seperti sangat ber*apsu,karena dari caranya menciumku dan men*jamah tubuhku seperti sedikit kasar. bibirku sepertinya lecet karena Mas Al menyedot dan menggigit bibirku dengan rakus, Aku hanya mengimbanginya, mungkin karena kita sudah 4 hari tidak bercinta membuat Mas Al sudah sangat menginginkanya.


"Massss,,, nafas Nana sudah sesakkk,,, "kataku sambil melepaskan ciuman.


Lalu Mas Al duduk sambil memangku Aku, dasterku di tariknya ke atas, dan penutup gunung kembarnya pun di lepas. sekarang Aku sudah polos.


Mas Al meremas gunung kembarku dengan kedua tanganya, dan remasanya sangat kuat, dan bibirnya menciumi dan menjilati leherku.enak sih tapi Mas Al seperti bermaiin kasar tidak seperti biasanya sangat lembut.


Ciuman Mas Al turun ke gunung kembarku, di gunung kembar Mas Al menyedotnya sangat keras membuatku meringis kesakitan,,


"Oohh,, Masss sakit, pelannn... "kataku, karena yang satunya di remasnya pun sangat kencang, Aku sampai merasakan sakit.


Aku di tidurkanya lalu Mas Al membuka kakiku, dan Mas Al langsung memposisikan Tom di pusat intiku, Aku yang merasakan sakit langsung berteriak karena hentakan Mas Al yang tidak pelan pelan.


"Aaaahhhh,,, sakitttt,,,, "sambil kepalaku naik ke atas seperti akan bangun.


Saat Mas Al memaju mundurkan Tom, perutku rasanya sudah tidak enak, dan saat Mas Al makin kencang Aku berteriak kesakitan.


"Mass,,, sakittt,,, perut Nana sakit Masss,,, "kataku tapi Mas Al seperti tak pedulu, dan makin cepat Aku menahan sakit sampai air mataku mengalir.


Bukan suara Desah*an yang keluar dari mulutku, tapi suara sakit yang Aku selalu keluarkan, sampai ahirnya Mas Al pun mendengarnya dan Mas Al mencabut Tomnya dari pusat intiku.


"Ya Tuhan,,, Bunda,,, maaf Mas hilaf,,, di mana yang sakit Bun,,, "sambil mengusap perutku, Aku hanya menangis.


Mas Al keluar dari kamar tapi sebelumnya memakai celana pendek dulu, dan menutupi badanku yang polos, Aku hanya bisa mengusap perutku yang sepertinya kram, karena sedikit kaku dan sakit.


Sekitar 10 menit Mas Al datang membawa baskom berisi air hangat, dan Mas Al langsung mengompres perutku, di usapnya dengan handuk yang sudah di basahi air hangat,,

__ADS_1


"Maafin Mas ya Bun,,, "Rasa cemburuku membuat Nana kesakitan, rasanya sakit sekali di hatiku ini, tapi Aku menyesal setelah tau dampak dari kecemburuanku, dalam hati Al berbicara.


Setelah perutku sedikit tidak kaku, Mas Al mengolesi perutku dengan minyak kayu putih juga, dan setelah membaik Mas Al memakaikan baju dan ****** ***** padaku, lalu menyelimutiku juga.


"Bunda istirahat yah, Mas mau ke kamar mandi dulu,, "sambil mencium keningku.


Setelah Mas Al masuk kamar mandi, Aku mengusap perutku yang sudah membaik.


"Maafin Ayah ya Sayang, pasti Ayah tidak sengaja melakukanya,, jangan sakit lagi yah,, "sambil ku usap perutku.


Mataku tak mau terpejam dan selalu melihat ke arah pintu kamar mandi, Mas Al lama sekali di kamar mandinya, Aku ingin tidur di peluk Mas Al.


Aku mendengar suara pintu terbuka Aku melihatnya dan Mas Al keluar juga ahirnya, tapi Mas Al ke arah pintu keluar kamar.


"Mas,,, Mas Al mau kemana,,? "tanyaku.


"Nana juga mau minum Mas,, "


"Ya Mas ambil kan dulu yah,,, "lalu Mas Al keluar dari kamar.


Dan tak lama Mas Al masuk dengan membawa gelas yang cukup besar, dan memberikanya padaku, Aku meminumnya sampai habis setengah gelas.


"Mas,,, Nana ngga bisa tidur, Nama pengin di peluk,, "kataku.


"Ya udah sini Mas peluk,, "Sambil naik ke kasur.


Aku tidur sambil di peluk Mas Al, tapi Aku merasakan Mas Al yang ngga tidur karena dia selalu mengusap punggungku dan menciumi keningku. Aku pun pura pura tertidur. lalu Mas Al melepaskan pelukannya dan Mas Al bangun dan duduk di tepi kasur, karena gelap jadi mataku membuka sedikit Mas Al pun tak melihatnya.

__ADS_1


"Maafin Ayah ya sayang, Ayah ngga bermaksud nyakitin Bunda sama dedek, Ayah ngga tau tiba tiba seperti ini, Ayah merasakan sakit di hati Ayah saat mendengar Bunda mengatakan kangen pada orang lain, Maafin Ayah,,, "Aku yang belum tidur hanya bisa mendengarkan sambil meneteskan air mata dan sepertinya Mas Al sangat menyesal.


Aku bangun, dan sepertinya sudah sangat siang, karena matahari yang masuk kamar sudah sangat menyilaukan mata, Aku bangun dengan hati hati dan Aku melihat kamar yang kosong, Aku masuk kamar mandi untuk mencuci muka dan gosok gigi, lalu Aku keluar dari kamar.


Aku melihat Mas Al yang sedang memasak, dan Kiki yang sedang duduk di bangku meja makan sambil minum susu.


"Bundaaa,,,, "kata Kiki yang mendekat ke arahku, dan Mas Al pun menengok.


"Bunda sakit yah, sinih Kiki pegang tanganya, yuk Bunda duduk,, "sambil memegang tanganku. dan Aku pun duduk.


"Kata Ayah Bunda sakit,,, dede bayi nya ikut sakit ngga Bun, "Aku pun tersenyum.


"Bunda udah sembuh kok, dan dede bayinya ngga sakit lagi,, "kataku dan Kiki pun mengusap perutku.


Mas Al masih sibuk membuat sarapan, dan saat mendekat padaku Mas Al memberikan segelas susu.


"Bunda minum susunya,, biar dede bayi sehat,, "setelah gelas ada di depanku. dan sikap Mas Al sangat berbeda.


"Makasih Mas,,, "dan Mas Al kembali memasak.


Kita bertiga pun sarapan bersama, Mas Al membuat nasi goreng sosis dan baso, katanya Kiki yang mau, untungnya sekarang hari libur jadi lebih santai.


Sehabis makan, mba Yanti datang untuk mulai bekerja, Mas Al yang menunjukan semua tempat dan barang yang di pakai, sedang Aku duduk di sofa sama Kiki sambil nonton tv.


Setelah Mas Al memberi taukan ke Mba Yati, Mas Al pun ikut duduk di sofa, tapi bukan di sebelahku tapi di sebelah Kiki, Aku pun bangun dan mendekati Mas Al dan duduk di sebelahnya.


Besok lagi yah..

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan votenya ya kak,, trimakasih..


__ADS_2