
Ahirnya setelah perjuangan Nana menahan rasa sakit, lahirlah seorang bayi perempuan yang sangat cantik dan sehat juga tidak kekurangan suatu apa pun. berat badanya saja sampai 4 kg,benar saja Nana sampai susah untuk mengeluarkanya, ternyata bayinya yang cukup besar.
Suster membawa dede bayi untuk di bersihkan, sedang Nana sedang di bersihkan oleh Dokter juga perawat, Karena dede bayi yang Nana lahirkan cukup besar, kata Dokter Nana mendapatkan jahitan sampai 8.
Aku menemani Nana sampai selesai, karena Nana tidak mau di tinggal olehku, Nana menggenggam tanganku dengan kencangnya.
Setelah Dokter selesai membersihkan Nana,sekarang Nana di pindahkan ke kamar rawat, dan dede bayinya pun di bawa masuk oleh suster.
"Selamat ya Ibu, Bapa,, bayinya sangat cantik,, "sambil membawa dede bayi mendekat ke kita.
"Ibu sekarang dedenya waktunya untuk ***** yah,, "
"Iya Sus,, "Nana sambil tersenyum senang saat pertama kalinya menggendong dede.
Suster membantu dengan cara membuka kancing baju Nana, lalu Nana di suruh untuk mengeluarkan sumber energi dede, setelah itu mulut dedenya di dekatkan pada sumber energi itu,, dengan pintarnya dede bayi langsung bisa menyedotnya.
"Wah,, dedenya pintar yah, udah langsung bisa menyedotnya,, "kata suster.
"Ya udah ya Bu,, saya tinggal dulu, kalau ada apa apa silakan panggil suster aja di luar,, "
"Iya sus,, "lalu suster pun pergi.
"Bun,, dede pinter banget yah nenenya,, kaya Ayahnya,, "sambil Aku toel pipi dede.
"Iihh,, apaan sih Mas,, "sambil melotot.
"Emang iya,, tuh liat kaya Mas banget mulutnya kalau sedang nen,, dede jangan di habiskan yah,, sisain buat Ayah,,"Nana pun tersenyum sambil mengusap wajahku.
"Mas udah telfon ibu,, "Aku menggeleng. "Iya Mas akan telfon Ibu nanti, "kataku.
"Anton gimana ,, apa akan di beri tau sekarang,, ?"Nana langsung diam sambil menggeleng.
"Apa nanti saja di kabarinya kalau dede sudah pulang ke rumah,, ?"tanyaku.
__ADS_1
"Terserah Mas aja,, tapi Nana penginya kalau bisa ngga usah kasih tau Mas Anton juga ngga papa,, "
"Jangan kaya gitu Bun,, takutnya Anton akan marah sama kita,, "
"Tapi Nana ngga mau Mas,,,, "sambil menangis.
"Bunda,,, jangan nangis gitu, Bunda habis lahiran ngga boleh setres,,kita bicarakan nanti saja setelah kita pulang ke rumah, "sambil Akj memeluknya dengan pelan karena ada dede bayi yang di gendong Nana.
Aku sebenarnya juga ingin seperti keinginan Nana,tidak ingin memberi tau ke pada Anton tentang kelahiran dede, tapi Aku merasa ngga enak takutnya Anton marah,rasanya Aku sugguh merasa bingung, di satu pihak Aku sangat mencintai Nana, dan di satu pihak Anton sahabat dan kita terikat perjanjian.
Malam pun tiba, Aku melihat Nana yang tertidur dengan pulasnya, sedang Aku meenemani anaku ,Aku menggendongnya sambil duduk di bangku.
"Hayy,,, puti Ayah yang cantik,, Ayah sayang sama dede,dede jangan rewel yah jadi putri yang pintar, nurut sama orang tua juga solehah,, "sambil Aku cium pipinya dan dede hanya menggeliat, sangat lucu sekali anaku ini, bibir merah, badanya putih dan montok.
Lama Aku pandangi sampai air mataku jatuh ke pipiku, ya Tuhan apa Aku akan sanggup untuk kehilagan mereka berdua, tunjukan jalamu ya Tuhan agar Aku bisa bersama mereka berdua, Aku sungguh tidak mau berpisah dengan mereka,
"Dede sayang Ayah kan,, bantu Ayah untuk mempertahankan Bunda agar tetap bersama Ayah ya dek,, Ayah sayang dede sama Bunda, sungguh Ayah ngga ingin dede sama bunda pergi,,, "sambil Aku memeluknya.
Dede pun menangis, Aku mengusap air mataku, dan menimangnya sambil berdiri, tapi dede masih tetap menangis,, sepertinya dede haus, Aku pun ahirnya membangunkan Nana.
"Sinih Mas,, jam Berap sekarang Mas,,? "sambil mengambil dede dari tanganku.
"Jam Satu malam Bun,,, "jawabku.
"Mas belum tidur apa dari tadi,,, "Aku hanya menggeleng.
"Kok ngga tidur sih,, nanti Mas sakit loh kalau kurang tidur,, "
"Mas nemenin dede,,, soalnya Bundanya tidurnya sangat pulas,, "
"Masa sih Mas,,, "Aku hanya tersenyum, sambil Aku mengusap kepala Nana.
"Bunda pasti udah lega kan, dan sudah ngga sakit lagi, jadi bunda pun tidurnya nyenyak banget,sampai lupa makan malam,, "
__ADS_1
"Iya Mas,, pantesan Nana sekarang merasa lapar,, "
"Mas suapi yah,, "sambil ku ambil makananya.
"Tapi sudah ngga hangat Bun,, "
"Ngga papa Mas,,, "Aku pun menyuapi Nana makan, sambil Nana meneneni dede.
Selesai Nana makan,dede juga selesai *****, lalu dede Aku gendong dan ku letakan di box bayi.
"Mas,,, tidur gih, biar Nana yang jagain dede sekarang,, "Aku lalu duduk di bangku dekat ranjang, sambil ku genggam tangan Nana.
"Iya nanti Mas tidur,, sekarang Mas ingin tanya dulu sama Bunda,, "sambil ku genggam tanganya.
"Tanya apa Mas,,? "
"Dede belum di beri Nama,Bunda inginya Mas yang kasih nama apa Anton yang kasih nama,, "kataku, dan Nana langsung menatapku.
"Apa Mas tidak ingin mengakui dede bukan sebagai anak Mas, "deg,,,, hatiku rasanya sakit.
"Maksud Bunda,? "
"Kalau Mas mengakui dede anak Mas,pasti Mas akan memberinya nama, tapi sebaliknya kalau Mas menyuruh Mas Anton yang memberi nama, berarti Mas tidak mengakui dede sebagai anak Mas,,, "
"Bun bukan begitu maksud Mas,,, Mas sayang banget sama dede dan Bunda, Mas hanya takut Bunda dan Anton udah menyiapkan nama untuk dede,, "entah Aku yang lagi sensitif entah Aku kenapa, air mataku pun keluar tanpa Aku minta.
"Sungguh Bun,,, bukan maksud Mas seperti itu, Mas sudah punya nama untuk dede, tapi Mas takutnya Bunda dan Anton sudah menyiapkan nama, makanya Mas tanya sama Bunda dulu,, "sambil ku usap air mataku. Dan Nana memeluk ku yang sedang duduk.
"Dede anak Mas, dede anak kita Mas,, sampai kapan pun itu tidak akan berubah,,, "
**Siapa yang ikut nangis,, Aku yang nulis sampai ikut nangis loh.. semoga suka yah lak.
Kalau kaka kaka tidak keberatan,, bikinin nama buat anaknya Mas Al sama Nana dong,soalnya Aku belum ada ide nama nih..
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan vote, makasihhh**