Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Dijodohkan


__ADS_3

"Kita menikah saya ya Yang,, Kaka ngga kuat rasanya,, "kata Vian sambil tanganya mengusap pipi Alana.


"Kak,, bukanya Ana ngga mau,, tapi kita masih sangat muda,, takutnya kita masih labil dan egois,, "jawab Alana.


"Nunggu 3 tahun lagi rasanya sangat lama,, "sambil bangun dari atas badan Ana dan menjambak rambutnya dengan kasar.


Setelah satu jam mereka berada di apartemen dan fikiran mereka berdua sudah lebih baik,lalu mereka pun memutuskan untuk lanjut keliling kota.


ABANG DAN AYU


Setelah belanja selesai mereka berdua langsung menuju ke kontrakan Intan, sampai di sana Sifa sudah tertidur pulas.


"Yah,, Sifa sudah tidur,, padahal Aku pengin main denganya,, "kata Abang.


"Emang ini sudah jamnya tidur sih Mas,, "jawab Intan.


"Tan kamu dah buat surat lamaranya belum,,? "tanya Ayu.


"Udah,, emang ada lowongan pekerjaan,,? "


"Ada di kantor temanku, tapi jadi OG apa kamu mau,,? "kata Abang pada Intan.


"Intan mau aja sih Mas,, makasih yah Mas atas bantuanya,, "Abang hanya mengangguk.

__ADS_1


Lalu Abang mengambil surat lamaranya dan di masukan ke tas takutnya ketinggalan.


"Yu kita pulang aja yuk,, udah malam juga,, "


"Iya ayok,, Tan kita pulang yah,, "sambil bangun dari duduknya.


"Besok kamu tinggal tunggu telfon aja ya Tan,,"Intan pun mengangguk.


Lalu Ayu dan Abang pun pergi dari kos kosan Intan, dan Abang akan mengantarkan Ayu pulang ke rumahnya.


Saat sampai di rumah Ayu, Abang di suruh mampir dulu oleh Ayahnya Ayu.


"Kalian baru pulang dari mana aja,, ini sudah malam tidak baik untuk kalan,apa kata orang nanti,, "kata Ayah pada Ayu dan Abang.


"Apa Kamu ada hubungan sama Ayu,,? "


"Kita hanya teman Pak,, "jawab Abang sambil melihat ke arah Ayu, sedang Ayu hanya menunduk.


"Sukur deh kalau kalian berdua hanya teman, karena Saya sudah menjodohkan Ayu dengan anak teman Saya, dan besok malam mereka akan datang untuk melamar Ayu,, "Ayu langsung menegakan kepalanya dan menghadap Abang, Ayu menggelengkan kepalanya dan wajahnya langsung memerah ingin menangis.


"Ayahh,, Ayu kan dari dulu sudah menolaknya,, "suara Ayu sudah bergetar ingin menangis.


"Tapi ini demi keluarga kita Yu,, dia mau bayarin hutang dan juga mau membiyayai Ayah oprasi,, "kata Ibu ikut membujuk.

__ADS_1


"Kita butuh biyaya banyak buat oprasi Ayah,, jadi kamu harus iklas menerimanya Yu,, Ayah sama Ibu juga ngga tega tapi mau gimana lagi,, "Ayu ahirnya menangis.


"Maaf,, Pak Bu,, saya permisi dulu untuk pulang,, "kata Abang tidak ingin ikut campur urusan keluarga Ayu.


Ayu pun langsung lari masuk ke kamar saat mrndengar Abang pamitan, dan Ayah juga ibu hanya melihatnya saja.


"Maaf Nak Kiki,, kalau sikap Bapa atau Ibu kurang sopan, tapi ini juga demi Ayu juga,agar mengurangi bebanya untuk mencari uang untuk bayar hutang,, "


"Kita tidak bermaksud memaksa Ayu, cuman sepertinya ini yang terbaik,, "


Abang hanya mendengarkan orang tua Ayu bicara, setelah itu Abang pun pulang dengan lemasnya.


Abangpun ngga tau kenapa merasakan sakit saat tadi melihat Ayu yang menangis.


Sampai rumah Abang pun hanya diam,dan kepalanya mendadak pusing. Abang pun memutuskan untuk langsung tidur, karena Ayah juga Bunda juga sudah masuk ke kamar.


Pagi harinya Abang sarapan dengan wajah murung, dan saat di tanya Ayah dan Bunda hanya menggeleng.


Sampai di kantor, Abang melihat Ayu dengan mata yang sembab, Ayu tidak berani menatap Abang tapi Abang sesekali melirik ke arah Ayu.


Saat jam makan siang pun Ayu hanya diam di mejanya, semua teman teman pun sudah pergi ke kantin, sedang Ayu dan Abang masih setia duduk di bangkunya masing masing.


Jangan lupa like, komen dan votenya maksh,,

__ADS_1


__ADS_2