
Hari sudah pagi tapi Ai merasa malas untuk bangun.,karena Ai merasa nyaman ternyata,Ai tidur sambil di peluk Vino dari belakang,tangan Vino satunya untuk bantal kepala Si,sedang tangan satunya memeluk perut Ai dengan kencang,membuat Ai merasa hangat dan nyaman.
Saat Ai mengerakan badanya karena mau bangun dan menggeser badanya,Vino justru mengencangkan pelukanya di badan Ai.
"Mau kemana,,"Kata Vino sambil matanya masih terpejam.
"Ini sudah pagi Mas,Ai mau bangun,,"
"Tunggu sebentar lagi,,5 menit aja,,"Ai pun menurut dan diam.
Ai merasa di belakang bo*kongnya seperti ada benda keras yang menekanya.Ai pun menggeser sedikit badanya ke depan.
"Jangan bergerak diamlah,,"Ai hanya diam saat Vino menarik badanya mundur lagi.
Dan bok*ong Ai pun terbenturan lagi dengan benda keras itu.membuat Ai merasa tidak nyaman.
"Mas,,udah yah,Ai mau beres beres rumah dan beresin kamar Ayah,kan hari ini mereka pulang,,"Ai memberi alasan agar Vino melepaskan pukanya.
"Ya udah Saya lepaskan,tapi cium dulu yah,"Vino masih belum melepas pelukanya sebelum Ai menciumnya dulu.
""Mass,,kok pake sarat sih,nanti keburu kesiangan ,"
"Iya makanya cepet Cium dulu,biar Saya lepasin pelukanya,,"Ai terlihat malu dan geli saat Vino bicaranya di telinganya.
Vino lalu membalikan badan Ai agar menghadapnya,setelah mereka berhadapan,Ai menundukan wajahnya,Vino lalu menganggkat dagu Ai agar menatapnya.
Mereka pun saling tatap,Vino tersenyum melihat pipi Ai yang sudah memerah karena malu.Vino lalu mengusapkan tangan Ai ke pipinya.
__ADS_1
Berlahan lahan wajah mereka sudah dekat,dan ahirnya menempel juga bibirnya,Vian lalu men*yedot bibir Ai yang atas,dan Ai pun ahirnya membuka mulutnya.Ai belum bisa berciuman hanya Vino lah yang aktif,karena Vino merasa di beri lampu hijou ,Vino terus saja mencium,melu*mat dan meny*edot bibir Ai,sampai Ai melengkuh ,mengeluarkan suara karena permainan mulutNya Vino di bibirnya.(apa Mereka kok ngga merasa bau jigong yah,hahaaaaa)
Vino lalu melepaskan ciumanya,dan Vino langsung lari keluar kamar untuk menuju kamar mandi,Ai diam sesaat karena merasa aneh pada Vino yang tibs tiba pergi tanpa bilang mau kemana.
Ai lalu bangun dan membenarkan ikatan rambutnya,Ai meraba bibirnya yang terasa tebal setelah tadi di sedot oleh Vino.
Ai langsung bangun dan menuju kaca,ternyata benar bibirnya menjadi besar,Ai merabanya sambil tersenyum tipis.
"Ternyata seperti ini rasanya ciuman,dan kalau lama membuat bibir kita besar begini,"kata Ai pelan.
Ai lalu memutuskan keluar dari kamar,Ai menuju dapur untuk minum,pintu kamar mandi masih tertutup,fikir Ai Vino lagi sakit perut karena tadi langsung lari keluar dan masuk kamar mandi.padahal Vino lagi bersolo ria,untung air kran di nyalakan,jadi suara Vino tidak terdengar karena ada suara air yang mengalir.
Ai lalu membuka kulkas dan akan memasak,agar nanti Ibu,Ayah dan Dodo pulang sudah ada makanan,saat Ai sedang memotong sayuran,Vino keluar dari kamar mandi langsung memeluk Ai dari belakang,Ai yang kaget langsung berbalik.
Dan saat Ai berbalik ,wajah mereka jadi sangat dekat,lalu Vino mencium bibir Ai sekilas.dan Vino langsung pergi ke kamar.
Ai diam mematung karena kaget apa yang Vino lakukan padanya.
Lalu Ai lanjut memasak,sedang Vino di kamar merapikan kamarnya,merapikan seprei ,bantal,dan menyapu.
"Ai,,pel pelan di mana,,?"Vino mendekati Ai di dapur.
"Buat apa Mas,,?"
"Saya mau pel kamar,,"
"Ngga usah Mas,biar nanti Ai aja,,lagian apa Mas bisa,,?"
__ADS_1
"Saya hanya mau bantu kamu biar cepat selesai,sebenernya Saya belum pernah,tapi kalau cuman ngepel sepertinya bisa,,"
"Baiklah Ai ambilkan dulu,,"Ai lalu mengambil pel pelan dan ember berisi air.lalu memberikanya pada Vino.
Vino lalu mulai mengepel kamar dan karena Vino belum pernah mengepel jadinya kamar sangat basah, rupanya Vino tidak memeras kain pelnya dengan kering.
Ai masuk karena mau memanggil Vino karena sudah membuatkan kopi.
"Mas,,udah selesai belum,kalau udah ayo keluar ,kopinya keburu dingin nanti,,"sambil membuka pintu,dan Ai kaget melihat lantai karena sangat basah.
"Iya,,tunggu bentar lagi,,ini sudah mau selesai"jawab Vino.
"Mas,,ini kebasahan,,kamu harus peras sampai kering,,"Sambil Ai berjalan pelan mendekati Vino,saat sudah mau samapi Ai terpleset karena lantai sangat licin.
"Aaahhhh,,,,"Ai teriak karena mau jatuh,Vino.langsung menagkap badan Ai.
Ahirnya mereka jatuh dengan Vino ada di bawah,sedang Ai ada di atas.dada Ai berada pas di wajah Vino.
"Aawww,,,"keduanya berteriak.
Mereka saling diam karena kaget,Vino justru yang kesakitan di bawah merasa keenakan karena mendapatkan dada Ayu yang cukup besar ada di wajahnya.
Mulut Vino di bukanya dan menggigitnya."Aaww,,,Mas kamu kok gigit sih,sakit tau,,"Ai sambil mau bangun,saat mau bangun Ai kesusahan karena licin,dan jatuh lagi ke bada Vino.Vino pun tersenyum.
Lalu Vino menekan punggung Ai dengan satu tanganya agar tidak bisa bangun,dan tangan satu Vino melepaskan dua kancing baju tidur Ai ,dan terlihatlah dada Ai.
"Mas,,kamu mau ngapain,,?"saat Ai melihat kancing bajunya di lepas.
__ADS_1
"Saya mau lihat isi dalam bajumu sebesar apa,,"sambil menciuminya.Ai yang mendengar perkataan Vino sedikiy kaget.
Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasihh..