
Bintang diam sesaat karena mendengarkan sarat yang Intan ajukan.
"Tapi kenapa kamu mau mengontrak, kan rumah orangtuaku besar dan kita bisa tinggal di sana,,? "
"Aku hanya ingin kita mandiri Mas, tidak mengandalkan orang tua Mas terus, biar Aku juga bisa mengurus anak dan suami tanpa ada yang merecoki,, "
"Maksudmu apa Tan,, maksudmu orang tuaku merecoki rumah tangga kita,, apa Orang tuaku berkata sesuat yang membuatmu pergi dari rumah,, "Intan menggeleng.
"Bukan begitu Mas maksudku, kita tinggal terpisah biar kita bisa mandiri mengatur keuangan kita sendiri, kalau kita tinggal sama orang tua Mas dan di sana juga ada keluarga kaka Mas, Aku di sana merasa tidak enak, karena Aku tidak pernah memberi uang untuk beli bahan makanan atau yang lainya, Ibu jadi suka membanding bandingkan Aku dengan kaka ipar, Mas jarang memberi uang padaku dan sekalinya Mas ngasih uang hanya bisa buat beli popok buat Sifa dan kebutuhan sifa lainya, Aku ngga mau seperti itu lagi Mas, Aku tertekan dan saat Aku mencoba bertahan dengan semuanya, Aku melihat Mas berjalan dengan seorang wanita yang baru keluar dari restoran,, rasanya sangat sakit Mas ,,,"Bintang yang mendengar penjelasan Intan langsung memeluknya, ini pertama kalinya Bintang berani memeluk Intan, karena semenjak menikah dan mereka tinggal bereng pun sama sama seperti orang asing, makanya Intan tak pernah berani meminta uang pada Bintang.
"Iya,, Aku setuju syarat dari kamu, kita akan mengontarak. dan maafkan Aku yang belum bisa menjadi suami yang baik buat kamu, dan Papah yang baik juga buat Sifa,, "Intan mengangguk.
"Kita mulai dari awal lagi yah rumah tangga kita,kamu mau kan menerimaku lagi sebagai suami dan papahnya sifa,, "
"Iya Mas,, Aku mau,, tapi apa Mas mau berjanji padaku kalau Mas tidak akan selingkuh lagi,, ?"
"Iya Aku berjanji tidak akan selingkuh lagi, dan hanya kamu istriku dan wanita yang ada di hatiku,, "Intan tersenyum senang. Bintang mencium tangan Intan tanda terimakasih mau menerimanya lagi.
"Tan,, udah selesai belum nih ngobrolnya,, maaf ganggu, Sifa nangis sepertinya dia pengin nen dan Aku mau siapin makan buat suamiku,, "Intan lalu bangun dari duduknya saat Ayu datang menghampirinya, dan mengambil sifa dari gendonganya Ayu.
"Mas,, Aku mau ke kamar dulu yah, mau nidurin sifa, kayanya dia ngantuk,, "Intan berpamitan pada Bintang. Bintang pun mengangguk.
"Ciee,,, pamitan,,kayanya udah baikan nih,, "Ayu menggoda Intan.
"Apa sih Yu,, "Intan yang malu lalu masuk ke kamar.
__ADS_1
Dan Abang yang udah mandi pun keluar. Ayu masuk ke dapur untuk menyiapkan makan malam, tadi Intan sudah memasak jadi Ayu tinggal menatanya. Setelah siap Ayu memanggil suaminya juga Bintang untuk makan malam bersama.
"Yang,, panggil Intanya gih, biar kita makan bareng,, "
"Iya Mas,, "jawab Ayu, lalu Ayu masuk ke kamar yang di tiduri Intan.
"Udah tidur belum sifanya, kalau udah kita makan malam yuk,, "
"Iya tunggu bentar belum nyenyak banget,, "Ayu mengangguk dan duduk di kasur juga.
"Gimana Bintang tadi,, apa kalian sudah baikan,,? "Intan mengangguk.
"Sukurlah,, Aku sebagai teman ikut senang, "
"Tapi Apa kamu tidak takut Tan kalau Bintang hanya pura pura,, "
"Jadi kamu mau ikut pulang sama Bintang dong,, "Intan menggeleng.
"Kenapa kok ngga ikut pulang,,? "
"Aku ngga mau pulang ke rumah orang tuanya dulu,, Aku dan Bintang berencana ngontrak rumah aja, Aku ngga mau tinggal dengan mertua karena di sana juga ada keluarga kakanya Bintang,, "
"Oh iya,, itu kan yang membuatmu ngga nyaman yah,, "Intan mengangguk.
Lalu Sifa yang sudah tidur nyenyak, di tinggal keluar oleh Intan dan Ayu.Mereka berempat makan malam bersama, Intan melayani Bintang, dan Ayu melayani Abang. mereka berempat makan sambil mengobrol.
__ADS_1
Selesai makan Abang dan Ayu masuk ke kamar lagi, karena ingin memberikan waktu buat Bintang dan Intan berdua.
"Mau ikut pulang sekarang ngga,, ?"tanya Bintang saat mereka duduk di sofa. Intan menggeleng.
"Maaf Mas, bukanya Aku ngga mau ikut Mas pulang sekarang, Aku takut orang tua Mas dan kakak Mas kurang suka dengan kedatanganku, lebih baik Mas bicara dulu sama mereka kalau sudah bertemu Aku dan bilang juga kalau kita mau ngontrak,, baru setelah itu Aku mau pulang bertemu orang tua Mas dan Kaka,, "
"Baiklah Aku tidak akan memaksa, dan usulmu memang benar, nanti Aku akan bilang pada orang rumah tentang rencana kita,, "Intan tersenyum tipis dan mengangguk.
"Ini udah malam, Aku pulang dulu yah, tapi Aku ingin melihat sifa dulu, apa boleh,, "
"Boleh lah Mas, Mas kan Papahnya,, ayo, "
Lalu Intan dan Bintang masuk ke kamar yang di tempati Intan tidur.
"Sifa sudah besar yah, padahal cuman dua bulan lebih ngga bertemu,, sifa sudah bisa apa Tan,,? "
"Sudah merangkak dan duduk Mas,, "jawab Intan, sedang Bintang sambil mengusap kepala Sifa.
"Aku mau pulang,, tapi apa Aku boleh memelukmu, sebentar saja,, "Intan kaget saat mendengar permintaan Bintang, dan Intan hanya diam.
"Ya udah ngga papa kalau kamu ngga mau, Aku pulang yah,, "saat Bintang akan berjalan menuju pintu, Intan menahan tanganya.
"M,, mas,, A,, aku mau kok di peluk,, "Bintang lalu tersenyum dan memeluk Intan langsung.
**Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih..
__ADS_1
Oh iya,, kalau Aku nulis cerita Intan dan Bintang 2 episode ngga papa kan kak, soalnya Aku pengin ceritain gimana Intan dan Bintang menghabiskan malam bersama, karena mereka yang ngga pernah berhubungan. Intan hamil Sifa karena insiden pemer**kosaan dan setelahmya mereka tidak pernah lagi berhubungan**.