Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Pagi Yang Indah


__ADS_3

Vian lalu membuka kaki Ana, Ana yang masih tidur hanya mengikuti arahan tangan Vain saat tangan Vian membuka kakinya.


Lalu Vian dengan bibir dan lidahnya mulai menikmati inti tubuh Ana, Vian sedikit makin kasar melakukanya,sampai Ana merasakan sakit.


"Aawwww,,,Kakkk,, sakittt,, "kata Ana sambil menggerakan pinggulnya.


"Kakkk,, kaka lagi apa sih,,, aaahhhh,, "kata Ana lagi sambil membuka selimutnya, dan ternyata Ana melihat Vian yang sedang asik memainkan inti tubuhnya.


"Maaf sayang,, Kaka pengin lagi yah, semalem Kaka kurang puas soalnya,, "sambil kepalanya di tegakin.


"Ya Tuhan Kak,, tapi ini masih kepagian, Ana masih ngantuk,, "


"Ya udah Ana diam saja, dan terusin tidur, biar Kaka yang kerja aja yah,, "


Lalu Ana pun diam, dan Vian lanjut untuk menikmati initi tubuh Ana, setelah 15 menitan dan Ana pun mulai teran**gsang dengan permainan bibir dan lidah Vian, lalu Vian bangun dan akan memposisikan miliknya pada inti milik Ana.


Vian lalu memegang miliknya dan mengarahkan ke inti milik Ana, Vian lalu mendorongnya dengan pelan.


"Kakkk,, sakittt,,, pelann aaahhhh,, "


"Iya sayang,, kaka pelan pelan kok,, tahan yahh,,, "kata Vian sambil mendorongnya terus.


Ana menggigit bibirnya, dan tanganya mencengkram lengan Vian, dengan mata terpejam. Ana menahan rasa sakitnya.


Ahirnya milik Vian sudah masuk semuanya, lalu Vian mendiamkanya dulu menunggu Ana lebih nyaman.

__ADS_1


Setelah Ana nyaman dan tidak merasakan sakit lagi, Vian menggerakan pinggulnya dengan pelan.


"Sayangg,, ini nikat banggettt,,, ooohhh,,, Yanggg,,, aaahhh,, "Vian terus saja meracu, sedang Ana yang tadinya masih kesakitan, lama lama sudah lebih baik dan tidak kesakitan lagi.


Ana sudah ikut menikmati indahnya surga dunia.


"Yang,, mau ganti posisi ngga,? "


"Gantiii,, posisii gimanaaa,,, kakkk,, "


"Sayang yang di atas,, mau coba ngga,, ?"Ana lalu mengangguk.


Vian lalu mencabut miliknya, Dan Vian langsung tiduran, Ana di arahkan Vian untuk duduk di atasnya,setelah itu Viam memegang miliknya agar masuk ke inti tubuh milik Ana.


Setelah masuk semuanya, Ana belum berani bergerak, karena Ana masih merasakan sakit, jadi menunggu nyaman dulu.


Baru setelah rasa sakitnya sudah menjadi nyaman, Ana menggerakan pinggulnya. Tangan Vian tidak tinggal diam, tanganya bermainkan di dada Ana.


"Oohhh,, kakkk,,, aaahhh,, "


"Ayo sayang,, ini sangat nikmat,, "Vian sambil ikut menggerakan pinggulnya.


Setelah sepuluh menit Ana menjerit karena rasa nikmat telah datang.


"Aaahhhhggg,,, Kaaakkkkk,, "teriakan Ana, setelah itu Ana ambruk di atas badan Vian.

__ADS_1


Vian membiarkan Ana untuk istirahat dulu, setelah itu Vian bangus sambil badan Ana pun ikut bangun, Vian tanpa mencabut miliknya lalu menidurkan Ana, sekarang Vian yang ada di atas badan Ana.


"Kak,, jangan lupa pakai pengaman,, "


"Ngga usah sayang,, Enak seperti ini,, "


"Tapi nanti keluarin di luar lagi yah Kak,, "


"Siapp,, "kata Vian sambil terus bergerak.


Vian dengan semangat terus saja bergerak, Vian seperti orang yang tidak ada lelahnya, sampai badanya pun penuh keringat.


Dari bibir Ana tidak pernah berhenti keluar suara des**ahan kenikmatan.


"Kaaakkkk,,, Ana udah ngga kuatt,, aaahhh,, "


"Iya,, tunggu Kaka akan menyelesaikanya sebentar lagi, tahan ya sayang,, "Ana tidak menjawab, hanya menggeleng gelengkan kepalanya saja.


Ahirnya Vian akan melakukan penembakan, Vian langsung bergerak cepat.


"Saaayanggg,, tahannnnn,,, "kata vian.


Lalu Berapa menit Vian mencabut miliknya dan berteriak ke menangan.


Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih..

__ADS_1


__ADS_2