Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Intan Kerumah Orang Tua Bintang


__ADS_3

Bintang dan Intan masih asik bermain dengan Sifa, dan tidak lama Sifa nangis karena pengin nen, sepertinya Sifa ngantuk.


"Mas,, Aku mau nidurin sifa dulu yah, sepertinya dia ngantuk,, "


"Iya,, apa Aku boleh ikut,, ?"Intan sebenarnya sih ngga papa cuman ngga enak dengan Ayu karena ini bukan rumahnya.


"Tapi Mas,, Aku ngga enak sama Ayu,, "


"Kita kan suami istri, Ayu pasti ngebolehin, lakian Mas kalau di sini sendirian ngga enak, "


"Hemmm,, ya udah ayo, "Bintang lalu mengikuti Intan yang berjalan masuk kedalam kamar.


Bintang duduk di sofa yang ada di kamar, sedang Intan dan Sifa naik ke kasur, dan Intan langsung memberi nen pada Sifa.


Tanpa Intan sadari Bintang sedang menatap ke arahnya, Bintang menatap ke dada Intan yang sedang di se*dot oleh sifa.


Lama lama Intan pun tersadar arah pandangan mata Bintang ke mana.Intan lalu menggeser badan Sifa, jadi sekarang Intan memunggungi Bintang. Bintang hanya tersenyum tipis.


Setelah Sifa tidur, Intan lalu bangun dan merapikan bajunya.


"Kita keluar yuk Mas,, "Kata Intan yang mendekati Bintang.


"Sini aja dulu,, "sambil menarik Intan dan Intan pun jatuh di pangkuan Bintang.


"Mas,,, "kata Intan mencoba untuk bangun dari pangkuan Bintang.


"Biar tetap begini,, sebentar aja,, "sambil Bintang memeluk Intan, Intan ahirnya diam karena pelukan Bintang sangat kencang.


Bintang mengusap punggung Intan dengan tanganya, dan Bintang juga mencium rambut Intan.


"Aku udah bilang pada Ibu dan Ayah kalau sudah menemukanmu, dan Aku juga bilang kalau kita mau mengontrak rumah,, "


"Trus Ayah dan Ibu setuju ngga,,? "sambil menegakan duduknya di pangkuan Bintang.


"Tadinya Ibu ngga setuju dan marah, tapi saat Aku jelaskan kalau kita ingin mandiri dan Ayah juga mendukungKu Ibu pun ahirnya memberi izin,, tapi,, "


"Tapi Apa Mas,,? "

__ADS_1


"Ibu ingin bertemu kamu dan Sifa, kamu mau kan bertemu Ibu dan Ayah,, "Intan diam saja.


"Ngga usah takut, Aku akan selalu ada di sampingmu, Aku akan ikuti kemauan kamu, asal itu demi rumah tangga kita, kamu mau kan bertemu Ayah dan Ibu,,? "Intan pun mengangguk.


"Makasih ya,, kita nanti sore pulang ke rumahnya, nunggu Sifa bangun,, "


"Iya,, terserah Mas saja,, "


"Kita belum dapat kontrakan loh Tan,, "


"Iya,, gimana kalau di kontrakan ku yang kemaren Mas, untuk sementara dulu sambil kita cari rumah,, "


"Tapi itu kecil,, "


"Ya ngga papa, di situ juga banyak rumah yang di kontrakan, murah murah lagi, tar kita bisa cari atau tanya tanya,, gimana,,? "Bintang diam sambil berfikir.


"Intan ngga enak Mas numpang terus kaya gini,, "kata Intan lagi.


"Ya udah,, iya kita besok tinggal sementara di kontrakan yang kamu tempati dulu,, "Intan tersenyum senang.


"Mas,, apa Intan boleh kerja,? "


"Bukan gitu Mas,, Aku ngga mau hanya menjadi beban Mas saja, Aku ingin bantu Mas cari uang,, "


"Kamu tidak jadi beban, tapi memang laki laki itu harus wajib bekerja cari uang buat Anak dan istrinya,,Kamu ngga usah bekerja, di rumah aja mengurus sifa juga Aku,, "Intan mengangguk.


"Walau gajih Aku kecil, nanti Aku akan cari sampingan kerjaan buat tambah tambah tabungan kita,, "


"Ngga usah Mas,Intan ngga ingin Mas terlalu ngoyo, karena nantinya waktu buat Aku dan sifa hanya sedikit,, "Bintang mengangguk.


Lalu Bintang menarik dagu Intan, dan Bintang mendekatkan bibirnya pada bibir Intan, dan Intan pun memejamkan matanya. tapi saat baru bibir mereka yang menempel perut Bintang berbunyi tanda lapar.


Intan yang mendengarnya lalu membuka matanya dan tersenyum. sedang Bintang menggaruk rambutnya yang tidak gatal sambil tersenyum.


"Mas lapar,, belum makan siang yah,,? "Bintang mengangguk.


"Ya udah yuk Intan siapin makan buat Mas,, "sambil bangun dari pangkuan Bintang.

__ADS_1


"Tapi ngga enak sama Ayu, masa Aku numpang makan,, "


"Ya ngga papa Mas, Ayu sama suaminya orang baik kok, ngga mungkin ngomelin Mas yang minta makan, "


"Aku keluar dulu aja yah beli makan,, "


"Ngga usah,, udah ayo,, "sambil Intan dengan beraninya menggandeng tangan Bintang, karena kemaren kemaren Intan ngga berani untuk memegang tangan Bintang, karena merasa takut juga ngga enak.


Bintang pun mengikuti Intan, dan sambil tersenyum saat melihat tanganya di gandeng oleh Intan.


Sampai di meja makan, Intan yang baru menyadari tanganya menggandeng Bintang langsung melepasnya dan malu.


"Maaf Mas,, "Bintang hanya tersenyum.


"Duduk Mas,, Aku ambilkan nasinya dulu yah,, "sambil berjalan mengambil piring,lalu mengambil nasi.


Intan pun menemani Bintang makan, sambil sesekali mereka berdua mengobrol.


Sekitar jam 3 sore Intan dan sifa sudah bersiap untuk pergi menuju rumah orang tua Bintang.


"Yu Aku pergi dulu yah,, "pamit Intan pada Ayu.


"Iya,, kamu hati hati, "


Lalu Intan naik ke motor Bintang, ini juga pertama kalinya Intan naik motor kesayangan Bintang, dari dulu Bintang belum pernah mengajak Intan sekedar jalan jalan atau pergi.


"Sudah siap,, ?"tanya Bintang. Intan mennjawab sudah.


"Pegangan yah,, "sambil menarik tangan Intan suruh pegangan ke perutnya, tapi tangan satu karena tangan satunya megangin sifa.


"Iya,,Mas bawa motornya jangan cepat cepat yah,, "Bintangpun menjawab Iya.


Motor melaju dengan kecepatan sedang, Bintang tidak ingin Intan takut, saat Bintang lihat Intan dan Sifa dari kaca sepion, Bintang rupanya merasa kasian karena mereka kepanasan. matahari pukul 3 sore cukup panas karena hari ini sangat cerah.


Sampai di depan rumah Bintang, Intan sedikit takut, dan Bintang yang menyadarinya lalu menggenggam tangan Bintang.


"Ngga usah takut, ada Aku hemmm,, "Intan pun mengangguk.

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih..


__ADS_2