Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Talak Dan Ijab


__ADS_3

Pagi ini Aku bangun pagi dengan rasa Malas dan ada senang juga. Malasnya Aku akan menikah tapi hanya untuk sebentar,parahnya hanya untuk memberikan benihku. Sedang senangnya Aku akan menikahi wanita yang ahir ahir ini selalu ada di fikiranku.Orangnya cantik, baik, pintar masak dan sayang sama anak dan Ibuku. Andaikan ini tidak untuk sementara, pasti Aku menjadi orang yang sangat beruntung dan bahagia.


Aku masuk kamar mandi untuk mandi, sedangkan Aku dari semalam juga sudah menghafal kan ijab untuk nanti siang. Walau pun ini bukan yang pertama tapi Aku merasa grogi takut nya salah karena ngga konsen karena kita menikah tidak di dasari dengan cinta.


Setelah selesai mandi Aku langsung memakai baju kemeja putih dan celana bahan hitam, sedang jas Aku akan pakai saat ijab saja. Aku melihat penampilanku di kaca yang sudah kelihatan tampan menurutku sih....


Aku menelfon Ibu untuk menanyakan kabar adik Ibu di sana, kata Ibu masih belum sembuh, dan Ibu juga belum tau kapan pulangnya. Ibu juga bilang sepertinya akan lama di sana, jadi anaku akan ikut dengan menantu dari adik Ibu yang akan kembali ke kota. Jadi Besok sekitar 2 hari lagi Anaku akan Aku jemput di bandara.


Karena dari pihak laki laki juga harus ada saksi,jadi Aku mengajak sodara dari Alm Ayahku. Untungnya hari ini sodara Ayah bisa menolongku untuk menjadi saksi dari pihaku.


Selesai menelfon Ibu, Aku langsung berangkat ke rumah Anton, di jalan pun Aku sedikit tidak konsen untuk menyetir, jadi Aku membawa mobilnya dengan pelan pelan.


Sekitar satu jam Aku baru sampai di rumah Anton, sampai di sana Aku sudah melihat dua mobil yang terparkir di depan rumah Anton. setelah Aku mengetuk pintu, Aku pun di ajak masuk oleh Anton, karena Anton yang membukakan pintu.


"Ayo Al duduk,, kenalin Al ini pak penghulu dan ini pak rt kalau yang ini sebagai saksi, dia adalah temanku waktu kuliah, "kata Anton sambil memperkenalkan satu per satu orang di sana. Aku pun menjabat tangan orang orang yang di sana.


"Mana orang yang akan menjadi saksi dari pihak kamu Al,? "tanya Anton.

__ADS_1


"Bentar lagi sampai kok, tunggu aja bentar lagi, "jawabku.


Sambil menunggu sodaraku datang, Anton menyuruhku untuk duduk, karena Anton akan melakukan talak untuk Istrinya.


Setelah Aku duduk, Anton pergi memanggil Istrinya, Lalu tidak begitu lama Nana pun datang.Dengan memakai baju kebaya berwarna putih, Nana terlihat sangat cantik dan anggun.Lalu Anton pun mulai berbicara.


"Bapa bapa selamat siang semuanya, Saya mengundang bapa bapa semuanya ingin meminta bantuan untuk menjadi saksi, bahwa Saya Anton Kurniawan memberkan talak pada istri saya Nana pratiwi, bahwa hari ini Nana bukan istri saya lagi, "


Anton pun mengucapkan talak untuk Nana dengan di saksikan semua orang yang ada di sini dengan lancar.


Selang satu jam sodara ku pun datang, karena hari makin siang, Acara pernikahanku pun akan di mulai.


Penghulu menjabat tanganku, karena Nana sudah tidak punya orang tua dan juga pernikahan ini hanya siri dan di rahasiakan, jadi wali untuk Nana di wakilkan oleh pak penghulunya.


Aku dengan satu tarikan nafas,mengucapkan ijam dengan lancar. dan saksi pun mengatakan kata SAh .


Ahirnya Nana sekarang menjadi Istriku, Nana mencium tanganku sedang Aku mencium keningnya. Nana sepertinya kurang nyaman dengan Aku yang mencium keningnya, mungkin karena Nana belum terbiasa denganku.

__ADS_1


Setelah Acara selesai, kita semuanya pun makan siang bersama di rumah Anton. Selesai makan orang satu persatu pun izin pulang. Anton tidak lupa menyalami semua orang dengan memberinya ampop tanda trimakasih.Tidak lupa pak penghulu juga pak RT memberiku selembar kertas yang berisikan tentang tanda keterangan pernikahanku dengan Nana.


Sekarang di rumah Anton hanya ada kita bertiga, kita masih duduk di sofa.


"Al,, kamu tidur sini aja dulu.itu kamar tamu bisa kamu pakai, Aku besok pagi kan berangkat ke daerahnya, "kata Anton dan Aku pun mengangguk.


"Sayang,,, kamu ganti baju gih pasti ngga nyaman kan pakai baju seperti itu, "kata Anton lagi.Nana pun mengangguk.


Lalu Nana pun pergi ke kamarnya. sedang Aku memgobrol dengan Anton.


"Al,,, Aku titip Nana yah, Nana sudah tidak punya orang tua, hanya ada sodaranya itu juga di kampung, jadi Aku harap kamu tidak akan melakukan kekerasan padanya, kalau ada masalah bicarakan dengan kepala dingin jangan pakai emosi, "


"Iya Akan Aku jaga in mantan istrimu dengan baik, "jawabku yang langsung di lempar bantal sofa oleh Anton.


**Ayo dong kak kasih votenya juga biar Aku semangat.....


Jangan luoa untuk like komen serta votenya ya kak,, makasih**...

__ADS_1


__ADS_2