Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Ai Kuatir


__ADS_3

Vino yang sedang ganti baju tiba tiba pintu kamarnya di ketuk terus menerus, dan ahirnya Vino pun membuka pintu kamarnya. karena merasa berisik.


"Kakaaa,,, "teriak Ita saat Vino membuka pintu dan langsung memeluk.


"Apa sih Dek,, lepas kaka tuh mau pake baju, "karena Vino belum memakai kaosnya. Ita lalu melepaskan pelukanya saat Vino menarik badanya.


"Iihhh,, galak banget sih,, "sambil cemberut.


"Kamu tuh udah besar jangan suka peluk peluk gitu lagi, walau kita sepupuan tapi kalau ada orang lain yang melihatnya pasti mengiranya kita tuh sedang berbuat me*sum,"sambil berjalan menuju kaca dan sudah memakai kaosnya.


"Biarin aja orang ngomong apa, yang penting kita ngga lakuin aneh aneh kok,, "


"Di bilangin masih aja ngeyel,, ada apa sih Dek kamu kesini,, "


"Ita mau pulang ,tapi minta anterin kaka yah,, "


"Kaka ada urusan jadi ngga bisa antar, kamu


pulang aja naik taxsi bisa kan,, "


"Ngga mau Ita maunya di antar kaka, kata Mamih tadi telfon ngga boleh pulang sendiri, suruh minta antar Om apa tante apa kaka, jadi karena om sama tante ngga ada Ita mau minta di anter kaka aja,, "Vino hanya menggeleng.


Ita itu sudah umur 21 tahun, tapi tingkahnya sangat manja dan kekanak kanakan, kata kak Vian Ita itu anak yang otaknya kurang satu ons, jadi susah kalau di bilangin, kaya anak kecil dan ngga ngerti ,anaknya suka kurang nyambung. Ita anak dari adeknya papih Anton, dan saat lahiran Ita itu prematur jadi orang tuanya sangat memanjakanya.


Vino yang mau kerumah sakit mengantar Ai langsung buru buru turun dan langsung mengajak Ai berangkat. Ita mengikuti Vino dari belakang.


"Kak dia siapa,,? "tanya Ita, dan ita menggelayut di tangan Vino. Ai sudah berdiri dari duduknya.


"Dia istri Kaka, namanya Aisah kenalan gih,,?"Vino menyuruh Ita berkenalan.

__ADS_1


"Oh ini wanita yang kemarin kata tante mau menikah tapi di tinggal pengantin prianya tunangan sama wanita lain yah kak, kaka kok mau jadi pengantin pengganti sih, kaka tuh kaya ngga ada wanita lain aja mau jadi serep, "sambil melihat ke Ai.


"Adek,, kamu kalau ngomong yang sopan, itu ngga sopan tau ngga,, "


"Ngga sopan gimana, emang nyatanya kok, kaka hanya jadi ban serep, itu kan hanya istilah,, "Vino lalu menggandeng Ai untuk di bawanya keluar dari rumah, karena Ita makin banyak bicara ngawur.


"Kaka,, kok Ita di tinggal sih, Ita minta di anterin pulang,, "Ita malah menangis sambil berlari mengejar Vino dan Ai.


"Kamu bisa naik taxsi,, ini uangnya, Kaka ngga bisa antar karena ada urusan,, "sambil memberikan uang pecahan seratus ribu 5 lembar.


Lalu setelah uang sudah di tangan Ita, Vino menggandeng Ai lagi menuju mobilnya, dan membukakan pintu mobil juga buat Ai.


"Maaf yah atas perkataan dan kelakuan adek sepupuku itu, "kata Vino saat sudah di dalam Mobil yang melaju, Ai diam tapi menganggukan kepalanya.


Vino membawa mobilnya menuju rumah sakit, sampai di rumah sakit mereka berdua turun bersama, dan langsung menuju ruang rawat Ayah.


Ai dari tadi masih diam saja, Vino merasa tidak enak, tapi Vino juga bingung mau ngapain.


"Ahirnya yang di tunggu datang juga,, Aku sudah kelaparan nih,, "Kata Dodo yang langsung mengambil rantang makanan dari tangan Ai. lalu langsung duduk.


"Bu,,, "sambil Ai mencium tangan Ibu dan si susul Vino.


"Ayah gimana Bu keadaanya,,? "


"Ayah sudah mendingan, dan Ayah habis minum obat jadi tidur sekarang,, "Ai pun mengangguk.


Lalu Vino ikut duduk di dekat Dodo, mereka terlihat sedang membahas kerjaan, sambil Dodo makan.sedang Ai juga dengan Ibu mengobrol.


Tidak lama Ayu dan Abang juga datang menjenguk Ayah, mereka tidak membawa anak anaknya.

__ADS_1


"Anak anak sama siapa Yu,? "tanya Ibu.


"Sama kakek dan neneknya Bu,, "


"Mereka belu balik ke jogja,,? "


"Belum,, rencana nanti malam,Ayu juga ngga bisa lama lama di sini Bu, soalnya Mas kiki mau kerja,, "


"Iya ngga papa, Ayah sudah lebih baik kok, kamu juga harus jaga kesehatan yah,, jangan cape kamu juga belum sehat betul kan,, "


"Iya Bu,, "Ayu hanya 30 menit menengok Ayah bersama Abang, dan untungnya Ayah bangun, jadi Ayah sangat senang melihat Anak dan menantiunya kumpul.


Ayu pun pulang, sedang Dodo dan Vino izin pergi untuk mengecek kerjaan karena ada sedikit masalah.


Jadi Ai dan Ibu yang menjaga Ayah. sudah pukul 3 sore Vino dan Dodo belum juga datang, rupanya Ai sedikit kuatir.


Dan sesekali Ai melihat ke hpnya, padahal Ai tau kalau Vino ngga mungkin menelfonya karena Vino tidak punya no tlfonya.


Tepat jam 5 sore Dodo dan Vino datang, Ai langsung merasa lega dan melihat ke arah Vino terus, karena Vino terlihat pucat.


"Dek kamu pulang aja langsung sanah, suamimu hari ini terlihat pucat pasti kecapean,, dan itu lukanya jangan. lupa beri salep dan di kompres pake air hangat, karena terlihat bengkak,, "kata Dodo. Ai melihat ke arah luka Vino.


"Apa sih Kak,, Aku biasa aja kok,, "jawab Vino.


"Iya sanah benar kata kakamu,, pulanglah, besok bisa ke sini lagi,, kata Ibu.


"Urus suamimu, dia orang yang sangat baik, dia telah menyelamatkan keluarga kita dari rasa malu, "Ayah berkata dengan Pelan.


"Iya Yah,, Bu,, "

__ADS_1


Setelah itu Ai dan Vino pulang ,dan di mobil keduanya masih saling diam, karena bingung apa yang ingin mereka tanyakan, tepatnya tidak bingung tapi mereka sama sama masih malu untuk saling ngobrol.


Jangan lupa like, komen dan votenya, trmakasih...


__ADS_2