Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Vian Kembali Ke Kota


__ADS_3

Hari ini hari terahir Vian di jogja, karena hari ini hari minggu jadi Ali dan keluarga mengajak Vian untuk makan siang di luar.


"Ayah kita makan di tempat biasa yah,, "kata Alana.


"Iya,, kita akan ke sana,, "jawab Ayah.


Ali sering membawa keluarganya kalau hari libur untuk jalan jalan dan makan di Restoran langganan mereka. Tapi semenjak Bang Kiki mulai kerja mereka berempat jadi jarang pergi bersama karena kadang Bang Kiki selalu sibuk dengan kegiatanya bersama teman kerjanya.


Sampai di restoran mereka berlima pun turun, dan masuk ke dalam restoran.


"Kaka mau pesan apa,, ?"tanya Alana pada Vian, mereka berua duduk bersebelahan.


"Yang enak di sini apa,,? "tanya Vian balik.


"Kalau Ana sukanya ikan bakar sama cumi goreng tepung,, Kaka mau,, "


"Boleh,, Kaka pengin coba kesukaan Ana,, "jawab Vian.


"Dek,, Abang mau kepkting saos padang yah,, kepitingnya yang telor loh,, "kata Abang Kiki.


"Iyaa,,, Adek tau ih,,, "kata Alana sambil mencatatnya.


Setelah semua pesanan di catat, Ayah pun memberikanya pada pelayan, dan sambil menunggu pesanan datang mereka pun mengobrol.


"Ian nanti jam berapa penerbanganya,,? "tanya Bunda.


"Sekitar jam 4 sore tante,, "jawab Vian.


"Yah,, nanti pulang dari sini kita mampir tempat oleh oleh khas jogja ya,, Bunda mau beli oleh oleh buat Vina,, "kata Bunda.


"Iya,, nanti kita mampir,, "jawab Ayah.


"Ian,, nanti kalau Aku pindah kamu main ke rumahku yah,, "kata Abang.


"Iya,,, Abang kapan pindah emangnya,, ?"


"Sekitar dua minggu lagi,, nanti deh Aku kabarin kamu,,"


"Iya,, "jawab Vian.

__ADS_1


Lalu makanan pun datang dan mereka langsung makan.


Selesai makan Mereka pun menuju pusat oleh oleh, dan membeli banyak makanan khas jogja.


Sampai di rumah Vian di bantu Alana merapikan oleh oleh nya di dalam dus.sedang lainya sudah masuk kamar untuk tidur siang.


"Nanti kalau sudah sampai di rumah Kaka, harus kabarin Ana langsung yah,, ngga boleh ngga,, "


"Iya sayang,, kaka akan langsung telfon,, "sambil mencubit pipi Alana.


"Iihh,, Kaka sakit tau,, "sambil mengusap pipinya.


"Kak,, Ana punya hadiah buat Kaka,,, "


"Mana hadiahnya,, "


"Ada di kamar,, ayo ikut ke kamar Ana,, "sambil menarik tangan Vian. dan Vian hanya menurut.


"Ini,,, bukanya nanti kalau sudah sampai di rumah Kaka dan di kamar Kaka,, "sambil memberikan hadiah yang sudah di bungkus kado.


"Iya,,, makasih yah,, "


"Iya,, kaka juga yah, harus janji jangan suka tebar pesona,, dan jaga hati kaka hanya untuk Ana,, "sambil Mereka berpegangan tangan.dan saling senyum.


"Ana pasti nanti bakalan kangen,, "


"Kaka juga pasti bakalan kangen sama Ana,, "lalu mereka pun berpelukan, Vian menciumi rambut Alana tanpa henti.


Saat Alana mendongakan wajahnya,mereka pun saling tatap, dan tangan Vian dengan menggunakan jari jarinya mengusap pipi Alana yang putih dan mulus.dan juga mengusap bibirnya dengan jarinya.


Entah setan apa yang merasuki Vian, yang tadinya ingin menjaga Alana dan tidak melakukan kontak fisik, tapi pertahananya pun kalah oleh bisikan kenikmatan.


Vian mendekatkan bibirnya pada bibir Alana, dan mereka yang sama sama belum pernah merasakan yang namanya ciuman, bibir mereka hanya saling tempel. Dan membuat mereka saling grogi.


"Ma,,maaf,, Kaka ngga bermaksud lancang,, "kata Vian setelah bibir mereka menjauh. Dan Alana menggelengkan kepalanya sambil menunduk malu.


"Apa ini ciuman pertama Ana,, "lagi lagi Ana mengangguk dengan masih menunduk.


"Sama,,, ini juga ciuman pertama Kaka,, "kata Vian.

__ADS_1


"Lebih baik kita keluar aja yuk, takutnya kalau kita disini terus bisa bisa Kaka hilaf lagi,, "sambil menarik tangan Alana menuju keluar.


"Habis ngapain kalian di kamar,,? "tanya Abang Kiki penuh selidik saat melihat Alana dan Vian baru keluar dari kamar Alana.


"Adek habis kasih kado buat Kak Ian,, "jawab Alana, dan Untungnya tangan yang satunya Vian membawa itu kadonya.


"Kenapa harus ke kamar,, ngga baik tau ngga di kamar berdua begitu,, "


"Apa sih Bang,, Adek juga ngga ngapa ngapain sama Kak Ian,, "sambil mereka duduk kesofa.


"Abang cuman mau bilang, kalian masih terlalu kecil untuk melakukan hal hal yang tidak baik, jadi lebih baik kalian berdua jangan sekali kali lagi di kamar berdua seperti itu, takut ada setan lewat lalu kalian ke bablasan gimana,, mau kalian nikah muda,,? "Kata si Abang.


"Iya Abang,, Adek ngerti, makasih sudah menasehati dan mengingatkan kita,, "sambil memeluk Si Abang yang sedang duduk di sofa sebelahnya.


Sekitar pukul 3 sore Vian pun akan bersiap untuk berangkat ke bandara. Dan yang mengantar Vian Bang Kiki bersama Alana, Ayah sama Bunda tidak ikut,karena Ayah sama Bunda akan ke supermaket untuk belanja, Ayah sama Bunda perginya menggunakan motor metik yang suka Alana pake untuk kuliah.


"Kak,, nanti kalau sudah sampai langsung telfon Ana yah,, "kata Ana lagi yang selalu mengingatkan Vian.


"Iya,, nanti Kaka langsung kabarin,, "


"Bucin amat sih kamu Dek,, "kata si Abang yang sedang menyetir.


"Biarin,, itu tandanya Adek sayang sama Kak Ian,,"jawab Alana.


Lalu mereka pun sampai di bandara,tangan Alana tidak melepaskan tangan Vian dari ngnggamanya sama sekali, dan tangan Vian satunya menarik koper.


"Dek,, itu tangan Ian lepasin,, Ian sudah harus masuk ke dalam loh.Dasar bocah bucinn,, "kata Bang Kiki.


"Kaka mau masuk dulu yah,, jaga kesehatan dan kuliah yang rajin,, jangan sedih gitu kan kita bisa VC sama telfonan,, "saat Alana wajahnya sudah seperti mendung tanpa hujan(kaya judul lagu hehee)


"Iya,, kaka juga hati hati yah,, "kata Alana.


Lalu mereka saling peluk dan setelah itu Vian juga pamitan sama Bang Kiki. Barulah Vian masuk sambil tersenyum dan melambaikan tangan.


**Besok kita lanjut ke kisah Bang Kiki yah, yang akan hidup di kota, dan bertemu judohnya..


Aku kasih bocoran dikit nih,, Abang Kiki nanti sukanya sama istri orang,, ayo,, pasti pada mikir jelek,, apa kiki jadi Pebinor apa ngga lihat besok yah,,


Jangan lupa like komen dan votenya,, trimakasih...

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke cerita baruku, MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH**.


__ADS_2