
"Haii,,,, "sambil tersenyum malu Alana menyapa Vian. Dan Vian dengan cool nya pun tersenyum,, tapi hanya tersenyum sedikit.
"Ayo masuk,,, "kata Alana sambil menggeser badanya agar Vian masuk ke dalam.
"Ini,, pesanan yang kamu mau,,"sambil memberikan bungkusan yang seperti kado.
"Serius kamu belikan,, Aku hanya becanda loh,,, "dengan sedikit terkejut.
"Trus ini kamu ngga mau,, ya udah Aku buang aja,, "sambil akan berbalik menuju tempat sampah.
"Ih,, jangan, sayang tau,,, "sambil menarik tangan Vian dan langsung mengambil bungusan kado itu dari tangan.
"Jangan di buka sekarang, nanti saja kalau Aku dah pergi,,"saat Alana akan membuka bungkusanya. Dan Alana pun mengangguk tanda mengiyakan.
"Ya udah yuk masuk,, "Vian pun lalu masuk dan Alana mengikuti dari belakang.
Sampai di ruang keluarga,kedua keluarga sedang asik mengobrol, sedang Vino asik dengan hpnya bermain game,kalo Abang Kiki sedang keluar katanya ada janji dengan temanya.
"Sore Om, sore Tante,, "kata Vian sambil mencium tangan Ali dan Nana.
"Sore Vian,,, wah makin ganteng aja kamu Vian ,,"kata Ali.
"Ah Om bisa aja,, "sambil duduk di samping mamihnya.
"Papih sama mamih kenapa ngga nginep sini aja sih,, ?"Kata Alana sambil duduk di dekat Ayahnya.
"Penginya sih nginep di sini,, tapi kan ngga ada kamarnya sayang,, "jawab Mami Vina.
Setelah mengobrol cukup lama, Lalu Para ibu ibu pun masuk ke dapur untuk memasak buat makan malam, sedang para laki laki mengobrol tentang kerjaan. kalau Vino dia tidur di sofa dengan nyenyaknya.
Sedangkan satu pasang anak muda satunya, sedang mengobrol di belakang rumah, sambil duduk di bawah pohon.
"Gimana kuliahnya,, ada kesulitan ngga,,? "tanya Vian.
"Ngga sih,, kan emang Ana yang pengin ambil jurusan itu, jadi Ana sangat menikmatinya,, "jawab Alana.panggilan Vian pada Alana itu Ana, makanya Alana pun sudah terbiasa kalau bersama Vian selalu nyebut Ana.
"Kalau kamu gimana kuliahnya,,? "
__ADS_1
"Membosankan,,"
"Kok bisa gitu, di kampus kota kan pasti banyak wanita wanita cantik, pasti menyenangkan lihatnya,, "
"Bagiku ngga ada yang cantik, karena wanita yang cantik menurutku cuman kamu Ana,,"mata mereka lalu saling pangang,.Alana kaget karena di puji ,sedang Vian memang dasarnya sudah suka dari dulu sama Alana.
"Apaan sih,, gombalanya ngga laku tuh,, "sambil Alana tersenyum mengejek.
"Serius,,, Ana udah punya pacar belum,,? "Alana pun menggeleng. "kenapa,, ?"tanya Vian lagi.
"Ngga di bolehin sama Ayah,, kata Ayah nunggu sudah lulus kuliah dulu, biar ngga ganggu belajar,, "
"Iya bagus itu,, Aku setuju dengan Om Ali,, "
"Ihhh,, nyebelinnn tauu, "sambil memanunkan bibirnya.
Lalu Vian yang melihat tingkah Alana, tiba tiba mengacak acak rambutnya, alhasil rambut Alana jadi berantakan, Alana pun lalu marah dan memukuli Vian, sedang Vian hanya tersenyum sambil melihat kelakuan Alana.
"Ana bagi no wa nya dong,, "kata Vian.
"Kenapa,,? "
"Takutnya kita jadi sering komunikasi, dan nati kita jadi deket, dan kita ahirnya pacaran,, Ana ngga mau, biar aja kita komunikasinya hanya di media sosial aja,, "
"Kenapa kamu takut kalau kita jadi pacar, Apa kamu ngga mau pacaran sama Aku,, "Alana pun menggeleng.
"Trus kenapa,, ?"
"Kan Ana belum boleh pacaran sama Ayah,,, "
"Ya kita ngga usah ngomong dong,, "
"Tapi Alana juga ngga mau LDR an,, kalau sampai punya pasangan atau kekasih nantinya,, "
"Kenapa gitu,, "
"Hubungan LDR itu ngga bakalan bisa,, sangat sulit,, biarlah kita tetap seperti ini,, "
__ADS_1
"Apa kamu mau menungguku sampai kita lulus kuliah, Aku akan datang ke sini untuk memintamu untuk jadi pendampingku pada om dan tante,, "kata Vian serius sambil menatap mata Alana. sedang Alana menggelengkan kepalanya.
"Kenapa ngga mau menungguku, apa kamu tidak suka denganku,, "kata Vian lagi.
"Ana suka sama kamu, Ana nyaman kalau mengobrol dan dekat sama kamu, tapi Ana ngga mau janji, karena Ana takut nantinya kita saling janji untuk menunggu tapi di antara kita ada yang tidak setia, ahirnya ada yang tersakiti,, biarlah kita jalani seperti ini saja, dan kita tidak tau akan bagai mana nantinya, biar Tuhan saja yang menentukan,, kita hanya menunggu dan berdoa semoga jodoh kita nantinya seperti yang kita mau,, "sambil mereka saling tatap.
"Tapi Aku menyukaimu, entah mau sampai kapan pun Aku akan menunggumu, "
"Itu terserah kamu, Ana tidak akan melarangnya,, "
"Adek,, Vian ayo masuk,, kita makan malam dulu,,, "suara dari Bunda membuat mereka langsung bangun dari duduknya.
Mereka berdua langsung berjalan masuk ke dalam rumah, dan menuju meja makan.
"Ton rencana Kalian besok mau jalan jalan ke mana,,? "tanya Ali.
"Belum tau, belum di bicarakan juga,, "mereka mengobrol sambil menikmati makan malam.
"Gimana kalau kita ke pantai saja,, nanti kita satu mobil aja,jadi kita kaya piknik gitu,, "
"Boleh juga,, gimana nih para ibu ibu dan anak anak, setuju ngga kalian kalau besok kita ke pantai,, "
"Mamih ikut aja,, kemana pun ok ok aja,, kalau kamu Na setuju ngga,, "kata Vina.
"Setuju aja,, ayo kita ke pantai,, "
"Asik,, Adek mau berenang ya Yah,, "Ali pun mengangguk.
"Vino ngga ikut ah,, di pantai panas,, "
"Vino,, di sini kamu harus nurut, kalau panas kamu bisa berteduh kan,, "kata Anton.
Sedang Vian dari tadi hanya diam dan hanya makan saja, karena Vian masih memikirkan perkataan Alana yang tidak mau menjalin hubungan denganya, dan tidak mau juga untuk menunggunya sampai lulus kuliah karena Alana tidak mau LDR an. membuat Vian bingung harus gimana, apa mungkin harus pindah kuliah biar Alana mau menjadi kekasihnya, fikirnya dalam hati Vian.
**Jangan lupa like komen dan vote,, trimakasih.
Aku mau promosi cerita baruku, berjudul MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH, kalau berkenan silakan klik profilku. trimakasih**..
__ADS_1