
Anton
Hari pun berlalu,, dan sudah satu bulan ini Aku selalu meminum obat tidur, malam ini saat Aku akan meminum obat tidur,rupanya di lemari sudah habis.Aku pun hanya bisa pasrah. kalau sudah begini Aku harus mencoba tidur siapa tahu Aku pun bisa tidur dengan nyenyak. dan Aku pun memejamkan mataku untuk mencoba tidur.
"Pa.. pahhh,,, edonggg,,, "seorang anak laki laki yang madih kecil dan sekitar umur 3 tahun berlari mendekat padaku.dia memanggilku Papah.
"Anak Papahhh,, sinih,,, anak Papah pengin gendong yah,,, "Aku merasa sangat dekat denganya. apa ini nyata?
"Cu,, cuuu,,, mau cucuuu,, "anak kecil itu meminta susu rupanya.
"Oh,, sayang Papah mau susu,, ayo kita ke Mamah yah, "dan Aku mengatakan untuk meminta ke pada mamahnya.
"Iyaaa,,,, "kita berdua lalu menuju sebuah rumah yang tidak asing bagiku.
"Mamahhhh,,,,,, "saat kita berdua memanggil Mamah,Aku melihat seorang perempuan yang sedang memasak di dapur rumahku,, tapi saat Aku mendekatinya tiba tiba wanita itu pun hilang, Aku hanya bisa melihatnya dari belakang itupun hanya sekilas. Dan tiba tiba Aku pun kaget dan terbangun dari tidurku, ternyata Aku hanya mimpi.
Nafas ku sangat memburu dan keringat di keningku sangat banyak, Aku mengusap wajahku dengan tanganku lalu Aku pun menutup wajahku dengan telapak tanganku.
"Ya Tuhan, mimpi apa Aku ini,, ada rencana apa untuku darimu tuhannn,, "didalam hatiku berkata.
Lalu Aku melihat jam, dan ternyata baru jam 3 pagi, Aku yang merasa haus pun keluar kamar dan menuju dapur untuk mengamil minum.Sampai di dapur Aku membuka kulkas dan mengambil air dingin,, setelah minum Aku akan kembali ke kamar, tapi saat di depan pintu dapur Aku bertabrakan dengan seseorang, kita yang sama sama kaget pun berteriak, karena tabrakanya sedikit kencang membuat orang yang bertabrakan denganku sedikit terhuyun ke belakang, Aku menariknya agar tak jatuh, ahirnya kita berdua jadi berpelukan.
"Maaff,,, Aku ngga sengaja,, "setelah beberapa detik kita berpelukan, dan Aku langsung sadar, lalu melepaskan pelukan ku.
"Vi,, na juga minta maaf, "sambil menunduk dan kita berdua jadi sedikit canggung.
__ADS_1
Aku langsung berjalan masuk ke kamar setelah meminta maaf lagi,, karena Aku merasa ngga enak dengan istri Agus, takutnya dikira Aku lancang atau ngga sopan.
Lalu Aku duduk di kasur sambil mengingat tentang mimpiku tadi, Aku pun berfikir "apa bisa yah Aku mempunyai Anak dari darah dagingku sendiri"
Sampai pagi menjelang Aku tak bisa tidur lagi, ahirnya jam 5 Aku keluar rumah untuk lari pagi. sekitar jam 6 Aku sudah di rumah dan duduk di terasa untuk istirahat. setelah cukup istirahat Aku masuk dapur untuk minum, di dapur Istri Agus sedang memasak,dan rasa sedikit canggung pun ada di antara.
"Masak apa Vin,,? baunya sangat enak,, "sambil mengambil gelas, dan untuk menghilangkan rasa canggung.
"Ayam goreng serundeng Mas,, "jawabnya,suaranya sedikit pelan tapi Aku masih mendengarnya. Aku pun mengangguk lalu pergi ke kamar.
Setelah mandi dan sudah memakai baju untuk kerja, Aku pun keluar kamar untuk sarapan.
"Ton,, nih istriku Aku suruh masak ayam serundeng ke sukaanku,dan bikin ayam kaya gini tuh susah dan lama loh, coba kamu cicipi pasti kamu keenakan,, "sambil menaro satu potong di pirngku.
"Tau ini juga Aku Ton,, rasanya Aku tuh pengin banget, "kita bertiga pun seperti biasa sarapan bersama.
Setelah sarapan Agus pun berpamitan pada istrinya, Aku hanya melihatnya dari dalam mobil. Agus mencium perut istrinya juga mengusapnya, setelah itu Agus juga mencium kening istrinya, tumben Agus sampai segitunya, fikirku. Karena biasanya Agus hanya mengusap perut istrinya dan mengacungkan tanganya untuk di ciumnya, tapi kali ini Agus mengusap dan mencium perut istrinya dan juga mencium keningnya sangat lama.
"Lama amat sih Gus pamitanya, biasanya juga ngga,,, "ledeku saat Agus yang sudah duduk di bangku kemudi. kita biasanya gantian kalau menyetir.
"Maaff,,, "sambil tersenyum.
"Sekarang kita mau ke daerah X ya Agus,,?"tanyaku.
"Iya Ton,,, "jawabnya,dan kita pun langsung menuju daerah x.
__ADS_1
"Ton nanti kalau Aku pergi, Aku minta tolong sama kamu untuk jagain istri dan calon anaku yah,, "sambil menyerir Agus berkata.
"Emangnya kamu mau pergi kemana,, kaya mau pergi lama aja sih, sampai nitipin Istri dan anak,,"
"Ya namanya orang kita ngga tau kan, siapa tau nanti kita ke temu bos besar dan memberiku tugas, kan Aku ngga mungkin bawa istriku yang sedang hamilkan, dan namanya umur kita juga ngga tau,, "
"Kamu tuh Gus ngomongnya kaya orang mau pergi selamanya aja,, "
"Bukan gitu Ton,, Aku kan bilang kalau, jadi kan belum pasti. Tapi kamu mau kan Ton jagain Istri dan calon anaku,, "Aku pun menyanggupinya karena Aku tau tidak mungkin Agus mau meninggalkan istrinya, pasti kalau ada kerjaan yang mengharuskanya pergi dia selalu minta tolong padaku yang menggantikanya.
"Iya Aku mau jagain Istri dan calon anakmu,, puas sekarang,, "kataku.
"Janji yah,, "sambil mengacungkan tanganya untuk berjabat tangan denganku.
Kita pun sampai di kantor yang ada di kota x, kita di sini akan ada miting tentang pembangunan kantor baru kota x ini.
Sekitar jam 12 kita pun baru selesai, sekarang kita akan kembali ke kantor pusat.
"Gus,, sinih Aku gantian yang menyetir,, "kataku saat kita di parkiran dan meminta konci mobil.
"Udah ngga usah, biar Aku aja yang menyetir,, "sambil membuka pintu mobil.
**Besok lagi,, maaf kalau ada typo..
Jangan lupa like komen, dan fotenya ya kak,, trimakasih**...
__ADS_1