
"Pelan pelan ya Mas,,, "
"Iya,,, Mas akan pelan,,,,"
Karena kata Dokter saat akan mendekati lahiran harus sering di tengok jadi sekarang Aku sering menengok dede bayi, yang biasa seminggu sekali atau seminggu dua kali sekarang Aku bisa 4 kali bahkan pernah lebih,, ngga tau kenapa Aku makin mendekati Nana lahiran Aku semakin takut, takut bukan hal Nana yang melahirkan, melainkan takut Nana yang akan di ambil Anton, karena Aku belum tau isi hati Nana padaku yang sesungguhnya.jadi Aku seperti sangat ber*afs* sama Nana sekarang.
Apa Aku harus menyatakan cinta seperti ABG gitu,, tapi rasanya tidak pantas, dari sikap Nana sih sepertinya Nana sudah ada rasa cinta untuku ya walau mungkin hanya baru sedikit.
Aku memasukan Tom secara berlahan, dan karena Nana sudah bulanya jadi Aku juga memasukan Tom hanya setengah saja, takut dede bayinya terkena Tom, nanti kasihan.
Setelah melihat Nana yang sudah nyaman, Aku baru menggerakanya, dengan sangat pelan Aku menggerakanya. sedang Nana hanya memejamkan mata sambil mulutnya ngga bisa diem. Aku sangat menikmati wajah Nana yang sedang seperti ini, mungkin Nana kalau tau Aku suka memandangnya seperti saat ini akan malu. untung saja Nana tidak tau.
"Masss,,,, uuuhhh,,,, eeeeemmmm,,,,, "Nana sepertinya baru saja merasakan kenikmatan, dan tanganya mencengkram seprei.
Setelah itu Nana pun lemas...
"Enak Bun hemmm,,,, "sekarang Aku sudah mengganti posisiku, sekarang Aku ada di belakang badan Nana yang miring. sambil tanganku mengelus perutnya dan bibirku bicara di telinganya sambil menciuminya.
Nana hanya mengangguk tanda mengiyakan, karena kasihan pada Nana kalau Aku mainya lama,ahirnya Aku pun mainya tidak lama asalkan Nana sudah mendapat kenikmatan itu sudah membuatku senang.
"Tahan bentar ya Bun,, Tom udah mau keluar,,"
__ADS_1
sambil Aku menggerakanya sedikit cepat tapi tetap hanya setengah saja.
"Aaaaahhhhhhhh,,,,,, "Ahirnya pekerjan Tom selesai juga.
Setelah itu Aku bangun untuk membersihkan badanku, dan setelah itu baru Aku bantu nana untuk ke kamar mandi, Aku selalu kasihan karena Nana sudah merasakan kesusahan untuk bangun, karena harus sangat pelan.
"Bun,, Mas mau ambil minum dulu yah,, ini di gelas udah habis,, "setelah membantunya memakai baju.
"Iya Mas,,, Nana pengin minum yang dingin,, "
"Jangan yang dingin Bun,, Dokter melarang Bunda, air biasa aja yah,, "sambil cemberut Nana mengangguk, memangng Dokter melarang Nana minum air dingin karena dede bayi nya beratnya sudah cukup besar,takunya banyak minum air dingin dede bayinya makin besar,dan takutnya nanti susah lahiran normal.
Segelas besar Aku isi penuh dengan air minum, lalu Nana langsung meminumnya saat Aku sampai kamar. selesai minum kita bersiap untuk tidur.
Karena mendekati lahiran Mba Yati Aku suruh pulang sore, sampai Aku pulang, soalnya Nana di rumah sendiri takut terjadi apa apa, atau Nana mau lahiran jadi ada teman di rumah,, Aku sengaja belum ambil cuti karena rencananya nanti saja saat Nana melahirkan baru Aku ambil cuti.
Soal kiki,,Ibu sengaja menahan kiki di tempat tante katanya biar Aku fokus ngurusin Nana dulu, nanti setelah Nana lahiran baru Ibu dan kiki akan pulang.
Bangun pagi seperti biasa, sudah seminggu ini Aku menyuruh Nana tidak melakukan pekerjaan seperti bikin sarapan atau menyiapkan baju untuku, karena Nana bisa tidurnya malam membuat Nana kalau pagi bangunya agak siang. Aku sangat memakluminya.
Aku bangun langsung mandi, dan setelah itu mengambil baju di lemari untuk kerja, setelah itu Aku ke dapur untuk membuat sarapan.setelah selesai Aku sarapan sendiri, karena Nana belum bangun.
__ADS_1
Aku juga menyiapkan sarapan untuk Nana juga, dan kalau siang Mba Yanti yang menyiapkanya, pokoknya Nana Aku larang untuk memasak.
"Bun,,, Mas berangkat kerja dulu yah,, "Sambil ku usap rambutnya, berlahan Nana pun bangun.
"Iya Mas,,, "sambil Nana memegang perutnya sambil meringis.
"Kenapa perutnya sakit, apa dede ikut bangun,, ?"
"Ngga tau nih Mas kok agak sakit,, "jawabnya.
"Sebelah mana yang sakit,, "sambil Aku ikuti tangan Nana yang mengusapnya. pindah ke bagian pinggulnya. Aku pun mengusapnya.
"Mas ngga kerja dulu aja kali ya Bun,, "
"Mas berangkat aja,, Nana ngga papa kok,, kan ada Mba Yanti yang nemenin Nana, "
"Tapi kalau ada apa apa harus langsung kabari Mas yah Bun,,, "Nana pun mengangguk.
"Mas udah bikin sarapan dan nato harus makan jangan sampai ngga sarapan ya Bun,,, "
"Iya Mas,,, Nana akan sarapan, Mas berangkat kerja gih takut telat nanti,, "
__ADS_1
"Ya udah Mas berangkat,, Bunda baik baik di rumah,, "sambil ku cium kening nya dan Aku juga pamitan pada dede bayi.
Jangan lupa like, komen dan Votenya ya kak,, makasih....