Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Teh Pahit


__ADS_3

Hari pun berlalu, Abang dan Ayu sedang bersiap untuk berangkat ke jogja, Abang dan Ayu ambil cuti dari kantor selama 10 hari, jadi cukup lama untuk mereka ikut mempersiapkan pesta pernikahanya yang akan di gabung dengan pesta perkawinan Ana dan Vian.


"Telfon dari siapa Mas,,? "tanya Ayu saat Ayu sedang berdandan.


"Dari Ayah, Ayah tanya jam berapa jadwal penerbanganya,, "


"Oh,, ya udah yuk Mas, Ayu dah siap, "


Lalu Abang mengiyakan sambil mendorong satu koper besar dan tas ransel yang cukup besar juga.


Abang sudah memesan taxsi onlaine, dan tidak lama taxsi pun datang. sekitar 30 menit Abang dan Ayu sampai di Bandara.


Di pesawat Ayu merasakan pusing dan menjadi lemas, Abang dengan sabar membantu Ayu untuk memijit keningnya sambil memeluknya.


"Masih pusing Yang,, ?"tanya Abang, sedang Ayu hanya mengangguk lemah.


"Tidur aja gih Yang, biar ngga terasa lama,, "Abang mengusap punggung Ayu sambil kepalanya Ayu di letakan di dada Abang. Dan Ayu pun ahirnya tertidur.


Saat pesawat sudah mendarat, Ayu baru bangun.


"Pelan aja jalanya yah,, "Ayu hanya menjawab Iya.


Ayah yang menjemput Abang ke bandara, saat melihat Abang yang kelihatan repot, Ayah berjalan cepat untuk medekatinya.


"Ayu kenapa Bang, sakit,,? "tanya Ayah saat sudah bertemu dan melihat Ayu yang wajahnya pucat.


"Iya Yah,, Ayu katanya pusing,, "


"Ya udah ayo kita langsung ke mobil aja, biar Ayah yang bawa koper, Abang bantu Ayu jalan aja,, "sambil Ayah mengambil dorongan koper dari tangan Abang.


"Abang duduk di bangku belakang aja, temenin Ayu,, "kata Ayah saat selesai menaro barang di bagasi mobil bareng Abang, sedang Ayu sudah ada di dalam mobil.


"Iya Yah, "jawab Abang lalu masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Sinih sayang,,"Kata Abang sambil menyuruh Ayu untuk meletakan kepalanya di pangkuanya.


Abang mengusap dan memijit kening Ayu dengan sayang, dan tangan satunya menggenggam tangan Ayu. Ayah yang melihat perhatianya pada Ayu membuatnya senang dan tersenyum tipis.


Sampai di rumah, Bunda dan Ana menyambut kedatangan Abang dan Ayu.


"Loh Ayu kenapa Bang,,? "tanya Bunda saat Abang membantu Ayu untuk turun dari mobil.


"Ayu pusing Bun,, "


"Ya udah sanah ajak ke kamar suruh istirahat, Bunda mau buatkan minum teh manis hangat dulu buat Ayu,,"Abang lalu membawa Ayu ke kamarnya.


Sedang Ana membantu Ayah mengangkat koper dari bagasi mobil.


"Sayang kamu tiduran dulu yah, biar pusingnya hilang, Mas ambil minyak gosok dulu buat balurin di badan sayang, siapa tau sayang masuk angin,, "


"Iya Mas,, maaf ya Mas Ayu jadi ngerepotin,, "setelah Ayu tiduran.


"Ngga ngerepotin kok,, Abang ke Bunda dulu yah,, "Ayu mengangguk.


"Iya Bang,, ada apa,,? "


"Abang minta minyak gosok dong Bun, Abang mau coba kerikin Ayu sama balurin ke badanya, Abang takut Ayu masuk Angin,,"


"Iya Bunda ambilkan, tapi ini teh manis hangatnya antarin ke Ayu dulu yah, nanti Bunda nyusul ke kamar,, "


Abang mengambil gelasnya, lalu Abang menuju ka kamar.


"Sayang,, minum dulu teh hangatnya yah, biar lebih enakan,, "sambil membantu Ayu untuk duduk.


"Tehnya pahit apa manis Mas,,? "


"Manis,,,"

__ADS_1


"Ayu ngga mau yang mais ah Mas,, Ayu maunya yang pahit, mulut Ayu rasanya ngga enak,, "


"Tapi ini Bunda yang bikin loh Yang,, "


"Ya udah buat Mas aja,, Ayu maunya yang pahit,, "


"Loh,,, Ada apa ini,,? "saat Bunda masuk ke kamar Abang.


"Ini Bun,, Ayu ngga mau teh manisnya,, maunya teh pahit katanya,, "


"Oh ya udah Bunda buatin lagi yah,, "


"Ngga usah Bun,, Ayu bikin sendiri aja,, Ayu ngga enak jadi ngerepotin Bunda,, "Ayu sambil akan turun dari kasur.


"Ngga papa sayang,, udah udah Ayu tiduran aja, ngga papa Bunda yang bikinin lagi, mendingan sekarang Abang gosokin ini minyak anginya yah ke badan Ayu, "


Lalu Bunda memberikan minyak gosok ke Abang, lalu setelah itu Bunda keluar dari kamar.


Abang menggosok punggung Ayu sambil sedikit memijitnya, setelah di punggung, Abang pindah ke kaki dan telapak kakinya.


Abang dengan telatenya menggosok dan memijit badan Ayu.


"Ini teh pahitnya sayang,, di minum dulu,"


"Makasih Bun,, Maaf sekali lagi, Ayu jadi ngerepotin Bunda,, "


"Udah ngga papa, Ayu kan juga anak Bunda, jadi ngga usah sungkan yah,, "Ayu tersenyum dan. mengangguk.


Setelah Itu Bunda keluar dari kamar, karena akan memasak untuk makan Malam.


Ayu setelah minum teh hanganya langsung tidur, sedang Abang keluar kamar menmui Ayahnya, Bunda dan Ana sedang sibuk di dapur.


Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih..

__ADS_1


Ayo bantu like ke cerita MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH karena 1000 like Aku akan up lagi, lagi MP loh Kay sama Alvin


__ADS_2