Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Salep


__ADS_3

Ana baru saja selesai mandi, tadi saat masuk kamar mandi Ana minta bantuan Vian untuk Menggendongnya, tapi saat sudah selesai ana jalan sendiri keluar dari kamar mandi dengan berjalan pelan.


Ana juga sudah memakai bajunya sekalian di kamar mandi, saat pintu kamar mandi terbuka Ana langsung mendekati Vian yang sedang duduk di sofa dengan masih keadaan polos.


"Kak,, kaka sedang apa,,? "tanya Ana saat melihat Vian yang sedang mengusap usap senjatanya.


"Ngga kenapa napa kok,, "jawabmya.


Tapi mata Ana melihat milik Vian yang merah.


"Kak, itunya Kaka kenapa,?"


"Oh ini,, ini ngga papa kok, cuman merah doang,, "


"Pasti perih ya Kak,,? "sambil Ana mengusapnya.


"Ngga kok,, nanti juga sembuh,, "tapi Vian ngomongnya sedikit di tahan, karena usapan tangan Ana membuat miliknya terasa perih.


"Sukur deh Kak kalau nanti cepet sembuh, soalnya kalau itu milik kaka sakit kita ngga bisa main dong,, "


"Wah,, ada yang ketagiah nih,, "sambil tersenyum dan menaik turunkan alisnya.


"Idih,, siapa ngga kok,, udah sanah kaka mandi, nanti keburu Mamih sama Bunda ngomel lagi karena kita ngga turun turun untuk sarapan,, "Ana langsung mengalihkan pembicaraan.


"Iya udah Kaka mandi dulu yah,, "Vian lalu bangun dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi.


Vian masuk ke kamar mandi sambil membawa hpnya, saat sudah di dalam kamar mandi Vian duduk di closet dan membuka hpnya,Vian lalu mengetik mbah google dan mencari tentang miliknya yang merah dan perih.


Vian pun mendapatkan jawabanya, ternyata milik Ana yang masih pera**wan yang membuatnya seperti itu, karena gesekan gesekan milik Vian dengan inti tubuh Ana.


Vian hanya tersenyum tipis ternyata begini rasanya kalau melakukan dengan yang masih pera**wan.lalu Vian pun mandi.


Sedang Mamih dan Bunda benar saja, mereka berdua menyusul ke kamar Ana.


"Vian mana sayang,,? "tanya Bunda.saat ini dua ibu negara sudah ada di kamar.


"Lagi mandi Bun,, "Jawab Ana. mereka lalu duduk di sofa.

__ADS_1


"Na,, Gimana semalam, Anak Mamih hebat ngga,? "Mamih rupanya kepo, dan Bunda yang kaget atas pertanyaan Mamih hanya mengelengkan kepalanya.


"Gimana,, hemmm,, kuat berapa ronde,,? "Mamih tanya lagi karena Ana belum juga menjawab karena malu.


"Jeng,, udah ah ngapain tanya begituan,,"


"Penasaran aja, anak Mamih kuat ngga,, "sambil tersenyum.


"Apa sih mih,, Mamih remehin Vian,, "Vian yang menjawab saat baru keluar dari kamar mandi.


"Ya ngga remehin,, Mamaih cuman pengin tau aja,, "


"Tenang Mih,, masalah itu Vian kuat kok mau berapa ronde juga, Ana aja yang ka'o duluan,, "sambil vian sibuk menggosok rambutnya.


"Kakaaa,, apa an sih,, malu tau,, "kata Ana sambil matanya melotot.


"Udah udah,, ayo kita sarapan. habis sarapan, Ana kita langsung ke dokter yah,, "Ana hanya mengangguk saat Bunda bicara.


Lalu mereka berempat turun ke bawah menyusul yang lainya.


Keluarga semuanya sarapan bersama, dan orang tua Ayu akan pulang hari ini,Abang dan Ayu akan mengantar ke bandara, waktu datang orang tua Ayu naik kereta tapi sekarang Abang meminta mertuanya untuk naik pesawat, dan sudah membelikan tiketnya.


"Pih,, Vian mau tanya dong,,? "


"Tanya apa hemm,,, "


"Ini,,, eemmm milik Vian lecet dan perih,, ada obatnya ngga ya Pih,, "Ayah dan Papih yang mendengarnya langsung tertawa, tapi tidak dengan Vino dia tetap fokus pada hpnya. sedang Vian walau malu tapi tetap bertanya.


"Kenapa kok sampai begitu,, mainya kasar yah,, ?"tanya Ayah Ali.


"Ngga kok Yah, biasa aja menurut Vian mah, "


"Gimana Pih ada obatnya ngga,,? "


"Ada,, beli lah salep di apotik, tanyakan saja luka buat milikmu itu,, "


"Malu lah Pih kalau Vian tanya seperti itu,, emang mereknya ngga tau apa,,? "

__ADS_1


"Ya papih udah lupa lah,, tinggal tanya aja sih dari pada perih gitu, nanti kamu rugi sendiri loh ngga bisa main,, "


"No,, tolongin kaka dong,, ?"sambil menendang kursi yang di duduki oleh Vino.


"Apa sih Kak,,, ?"sambil matanya terus melihat ke hpnya.


"Tolongin Kaka yah,, "


"Tolongin apa,,, "


"Kalau ada orang yang lagi ngomong itu lihat ke orangnya, jangan ke hp aja matanya,, "sambil menarik Hp Vino, Vian berkata.


"Iya iyaa,, apa sih,, sinih hpku,, "sambil tangan Vino mengambil hpnya di tangan Vian.


"Bantuin kaka beli salep di apotik,, "


"Salep,, salep doang ngga sekalian obat kuatnya,, "


"Apa sih,,dasar anak kecil,,"Vino hanya tersenyum melihat Kakanya yang kesal.


"Udah kamu jalan aja sanah cari apotik, nanti salep apanya kaka kasih tau lewat WA,, "Vino pun langsung pergi.


Lalu Vian Wa pada Vino salep untuk apa yang harus di beli. Setelah menunggu kurang lebih setengah jam Vino pun datang dengan wajah tidak enak di lihatnya.


"Dapet No salepnya,,? "tanya Vian. Vino langsung melempar kantong keresek ke Vian.


"Yang sopan napa sih,, jangan main lempar aja,, "kata Vian, sedang Vino cuek aja sambil duduk.


"Pih,, itu kaka gila kali yah, masa nyuruh Vino beli salep yang ngga jelas gitu,, "Papih sama Ayah hanya tersenyum.


"Emang salep buat apa,,? "


"Tau ah,, Vino sampai di ketawain sama pegawainya, malu banget tau ngga sih Pih,, "


"Ya udah sih,, lagian kamu ngga kenal ini, "kata Vian.


Setelah Itu Vian izin pergi duluan untuk kekamarnya,Vian akan mengobati miliknya.

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...


__ADS_2