
Ayah, Bunda dan Ana sudah sampai di rumah yang ada di jogja. dan karena sampai rumah sudah malam, mereka langsung masuk kamar masing masing.
Sampai di kamar Ana langsung merebahkan badanya di kasur, dan sambil melihat ke hpnya. rupanya ada pesan yang masuk dari Vian, Vian mengatakan kalau sudah sampai suruh telfon.Ana langsung telfon Vian.
"Sudah sampai,,,? "tanya Vian.
"Udah,, ini lagi tiduran,, kaka lagi apa,,? "
"Sukurlah,, sama kaka juga lagi tiduran, baru berapa jam di tinggal kamu kaka sudah merasa kangen,apa lagi dengan bau badanmu dan pelukanmu, makanya sekarang kaka sedang memeluk bantal yang biasa kamu tiduri,, "sambil menciumi bantalnya.
"Sama kak, Aku aja kangen sama kaka, "
Mereka berdua mengobrol cukup lama, sampai tengah malam baru berahir, Ana pun ahirnya tertidur.
"Hallo sayang,, apa kamu tidur,, "kata Vian.
"Pasti ketiduran, selamat malam sayang, semoga mimpi indah,, "Vian lalu mematikan telfonya.
Pagi harinya Ana bangun dan langsung mandi. karena akan pergi ke kampus setelah dua minggu mengambil cuti.
"Pagi Bunda pagi Ayah,, "sambil mencium pipi Ayah dan Bundanya.
"Pagi sayang,,, "jawab keduanya.
Mereka bertiga lalu sarapan bersama, selesai sarapan Ana ikut Ayahnyaa untuk menuju kampus.
Hari berlalu sekarang sudah satu bulan semenjak Ana dari jakarta. Vian hari ini akan menuju jogja dan akan membuat kejutan buat Ana.
"Mih,, Pih,, Vian berangkat dulu yah, "Vian berpamitan saat akan berangkat ke Bandara.
"Iya hati hati yah, salam buat mertua mu,, "kata Mamih. Vian menjawab Iya, setelah itu naik taxai untuk menuju Bandara.
Sedang Ana hari ini sedang merasa kesal karena dari pagi Vian di telfon tidak aktif.
"Kenapa kok cemberut gitu,,? "tanya Bunda saat Ana duduk di bangku meja makan.
"Adek lagi kesel sama kak Vian Bun,, dari pagi di telfon susah banget,, "
__ADS_1
"Oh,,cuman gitu aja masa sampai segitunya sih,, "
"Bunn,,, "sambil cemberut.
"Iya deh yang cinta banget sama suaminya, "
"Bunda iihhh,, malah ngeledek sih,, "
"Ada apa ini,, tumben anak cantiknya Ayah pagi pagi cemberut gitu,, ?"
"Suami tercintanya dari pagi ngga bisa di telfon katanya Yah, makanya uring uringan,, "
"Mungkin lagi ada urusan kali sayang, atau sedang pergi tapi hpnya ngga di bawa,, "
"Urusan apa sih Yah pagi pagi gini,, "sambil memakan roti isi coklatnya.
"Siapa tau Vian lagi joging kan,, "
"Udah ya sayang, sarapan dulu aja, siapa tau emang benar hpnya ketinggalan,, "
Sampai di kamus Ana masih saja melihat ke hpnya untuk mencoba menelfon Vian tapi tetap aja susah. membuat Ana kesal dan uring uringan.
"Kamu tuh dari tadi kenapa sih Al, kok uring uringan aja dari tadi,,? "tanya Aska yang duduk di sebelahnya. Ana hanya menggeleng.
"Suttt,,, jangan berisik,, itu Dosen lihatin kalian, "kata Edo. Aska lalu langsung diam.
Jam sudah menujukan pukul 1 siang, Vian sudah sampai jogja dan langsung menuju kampus Ana menggunakan taxsi, Vian sudah tau jam pulang kuliah Ana jadi Vian langsung ke kampusnya untuk sekalian menjemput.
Ana, Aska dan Edo keluar barengan, tapi Ana langsung keluar, sedang dua laki laki mengambil motor di parkiran.
"Al,, mau di anter Aku apa Edo,,? "tanya Aska pada Ana.
"Aku mau naik taxsi aja, Aku ngga mau repotin kalian terus,, "
"Kamu tuh ngomong apa sih,, ngga ada yang merasa di repotkan, ayo naik biar Aku antar pulang, "kata Edo.
"Iya Al,, kamu tuh dari tadi murung terus, dan tadi juga di kantin ngga mau makan, mending di antar aja yah, takut ada apa apa, kamu dah kelihatan pucat itu,, "
__ADS_1
"Ngga usah,, Aku ngga papa, udah kalian pulang aja dulu sanah, biar Aku naik taxsi aja,"
"Ya udah kalau ngga mau di antar, kita tunggu kamu sampai naik taxsi kalau gitu, "
"Ana,, Sayangg,,,, "suara Vian yang memanggil Ana, Ana langsung menengok ke sumber suara.
"Kaka,,, "sambil tersenyum. Vian lalu mendekati Ana. dan mereka berdua saling peluk.
Sedang Aska dan Edo hanya bisa melihat dengan malas.
"Kaka kok ke sini ngga bilang bilang, dari pagi ngga bisa di telfon lagi, bikin kesel tau ngga sih,, "
"Kaka sengaja,, maaf yah, "sambil melepaskan pelukanya.
"Ya udah kita pulang yuk,, "ajak Vian, Ana langsung mengangguk.
"Ka,, Do,, Aku pulang duluan yah,, suamiku udah jemput, dahh,, "kata Ana, dan Vian sambil merangkul pundak Ana lalu berjalan menuju taxsi. sedang Aska Dan Edo hanya bisa melihat tanpa berkata apa apa.
"Udah cari yang lain aja, itu udah milik orang,, "kata Aska pada Edo karena Edo menatap terus kearah Alana dan Vian yang sedang berjalan ke arah taxsi.
"Ngomong apa sih kamu ,,"jawab Edo lalu pergi meninggalkan Aska.
Sedang di dalam taxsi Ana terus saja memeluk Vian, dan tersenyum senang.
Sampai rumah mereka berdua langsung turun. Bunda yang melihat Vian hanya tersenyum karena sudah tau dari Mamih Vina kalau Vian akan datang.
"Sayang kalian kalau mau makan siang makan aja yah, Bunda mau pergi arisan dulu, "saat mereka sudah masuk ke dalam rumah, dan Bunda pun sudah siap untuk pergi.
"Iya Bunda,, hati hati di jalan yah,, "jawab Ana.
"Iya,,, "Bunda pun pergi,karena mobil temanya sudah menunggu di luar.
Tanpa kata, Vian langsung menggendong Ana menuju kamar, dan mereka melepas rindu.
**Jangan lupa, like komen dan votenya,, triakasih..
Cerita ini tinggal beberapa episode lagi yah, untuk menuju tamat**.
__ADS_1