
Vian diam saat melihat Anton mengangguk, Anton langsung mengusap punggungnya.
"Kaka tetap anak Papih, papih sangat menyayangi Vian dan Vino, kalian berdua adalah malaikat dan penyemangat Papih hidup, kalau tidak ada kalian Papih ngga bakalan bisa hidup, "
"Nanti kalau Oma bicara dengarkan saja, dan turuti saja apa maunya, di belakang kaka ada Papih dan Mamih yang sangat menyayangi Kaka, dan akan mendukung semua yang Kaka ingin kan, asal itu membuat kaka bahagia, "
"Pih Mamah udah datang tuh,, "kata Mamih yang membuka pintu ruang kerja Anton,dan Vina melihat Vian yang diam sambil menunduk.
"Sayang,,, kamu kenapa ,,?"mendekati Vian dan lalu memeluknya.
"Pih,,, "Anton menganggkuk, dan Vina sudah langsung faham.
"Sayang,, tidak akan terjadi apa apa dan tidak ada yang berubah dengan semuanya, "Vian pun menangis.
"Jangan menangis,, semuanya akan baik baik saja,,, "Kata Vina, dan Anton pun memeluk keduanya.
"Sudah,, jangan menangis, kita temuin Oma yuk,, "Kata Anton, lalu Vina mengusap air mata Vian dan mereka bertiga pun keluar dari ruang kerja Anton.
__ADS_1
Oma sudah duduk di sofa, oma datang dengan suami adik Anton, Oma sedang mengobrol dengan Ana.
Lalu semuanya mencium tangan Oma, dan Vino pun baru keluar dari kamar dan langsung mencium tangan oma.
"Anton Vina kalian udah tau kan apa tujuan Mamah ke sini,, kalian berdua sungguh keterlaluan, membohongi Mamah bertaun tauan,, "Vino dan Ana yang tidak tau hanya diam dan menunggu lanjutan ceritanya. sedang yang sudah tau juga diam.
"Kalian anggap Mamah apa, sampai tidak memberi tau Mamah,, "
"Maaf Mah,, ini salah Anton, Anton yang melarang Vina mengatakan pada Mamah,, ini demi kebaikan kita semua Mah,, "
"Kebaikan apa,, membohongi Mamah itu tidak ada kata kebaikan,, "
"Ya Tuhan,,, "
"Mamah menginginkan cucu dari Anton, darah daging Anton, kalau tau Vina saat itu hamil bukan anak Anton pasti Mamah ngga akan merestui pernikahan kita kan,, "Vino dan Ana sudah sedikit faham, tapi tetap diam, Ana lalu menggenggam tangan Vian, karena Vian seperti tertekan.
"Maafin Vina Mah,, saat itu Vina hanya bisa menuruti kemauan Mas Anton, karena Vina juga ngga bisa kasih solusi saat itu,, "
__ADS_1
"Mah,, Mamah ngga usah marah yah, kita akui salah tapi itu semua kita lakukan demi kebahagiaan Mamah juga, dan Tuhan pun ahirnya mengabulkan doa mamah juga kalau Anton punya keturunan sendiri, ini semua sudah rencana dari Tuhan Mah, "Anton mendekati Mamahnya.
"Vian adalah anak Anton juga Mah, Anton menyayangi Vian dan Vino tanpa di bedakan, mereka berdua penyemangat hidup Anton, coba kalau tidak ada Vina dan Vian, pasti Anton hidup dengan kesendirian dan selalu kesepian, karena Dokter sudah memfonis Anton Mandul, tapi dengan Anton menikahi Vina, Anton punya Vino, jadi Anton mohon maafkan kita, dan Vian juga Vino mereka berdua adalah cucu cucu Mamah, tolong jangan permasalahkan masalah ini,, "
"Tapi tetap saja Vian bukan darah daging kamu, dan bukan keturunan keluarga kita, karena tidak mengalir darah keluarga kita, jadi Vian tidak akan dapat warisan dari keluarga kita nantinya, "
"Mah,,, "
"Oma,, Vian tidak menginginkan itu semuanya, Vian tau kalau Vian bukan keturunan dan darah daging Papih, tapi Vian hanya ingin Oma tetap menjadi Oma Vian, Vian sangat menyayangi Oma dan semuanya, masalah warisan Vian tidak mempermasalahkanya, karena Vian bisa bekerja, tapi Vian ingin kalau Oma tetap menjadi Oma Vian yang seperti sebelumnya, menyayangi Vian seperti Oma menyayangi yang lainya, "Vina ahirnya mengeluarkan air mata saat Vian berbicara pada Mamah mertuanya. Vian juga berjongkok di depan Oma saat bicara
"Oma menyayangi Vian, tidak ada yang berubah, hanya kalau masalah warisan itu memang Vian tidak bisa mendapatkanya, karena Vian tidak ada darah dari keluarga Papih,, maafkan Oma yah,, "sambil mengusap kepala Vian.
"Iya Oma,, Vian tau dan Vian tidak papa,, "sambil tersenyum tipis.
Setelah itu mereka semuanya mengobrol dan Vian izin ke kamar dulu, Ana lalu mengikuti suaminya masuk ke kamar.
Vian lalu menjatuhkan badanya di kasur lalu menangis, Ana lalu duduk di pinggir kasur sambil mengusap air mata Vian.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan Vontenya, trimakasihh..