Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Ibu Sangat Sayang Pada Nana


__ADS_3

Plakkk...


"Kamu tuh keterlaluan tau ngga sih Al, kamu dah ngga anggap Ibu sebagai orang tuamu lagi apa? sampai kamu menikah pun ngga kasih kabar sama Ibu,kamu fikir Ibu akan marah, ya Tuhannn,,, ya ngga mungkin karena Ibu juga ingin kamu menikah lagi,, "Aku hanya diam sambil memegang pipiku yang kena tamparan oleh Ibu, Aku belum menceritakan tentang perjanjian pernikahanku dengan Nana aja Ibu sudah marah banget sampai menamparku, Apa lagi kalau sampai Ibu tau tentang surat perjanjian itu, pasti Ibu akan sangat marah karena merasa kecewa anaknya telah mempermainkan pernikahan.


"Maafin Al ya Bu,, "Sambil ku genggam tangan Ibu.


"Nana apa kamu bahagia nikah sama anak Ibu. Ibu ngga nyangka kalau Nana mau jadi menantu Ibu, "Setelah bangun dari duduk sebelahku dan berpindah mendekati Nana.


"Nana bahagia kok Bu, Mas Al sangat baik dan perhatian sama Nana, "lalu Ibu memeluk Nana.


"Sukur lah kalau Nana bahagia, apa Nana sedang hamil, "sambil mengusap perut Nana karena sudah kelihatan menojol, dan Nana pun mengangguk.


"Berapa bulan sekarang,,,? "


"Jalan 5 bulan Bu,,, "Ibu pun mengangguk.


"Ya udah Ibu mau istirahat dulu yah,, Ibu cape, "sambil bangun dan berjalan menuju kamar Kiki. Aku dan Nana hanya bilang Iya.


Memang dari dulu Ibu tidurnya sama kiki,karena kamar di rumahku cuman 2.


"Mas,,,, Nana merasa ngga enak sama Ibu,,Ibu pasti akan sangat marah kalau tau yang sebenarnya. "kata Nana,sekarang kita ada di dalam kamar sedang duduk di kasur.


"Sudah jangan di pikirkan, biarkan waktu yang akan menjawab, asal kita ngga ngomong sama Ibu,pasti Ibu juga ngga bakalan tau,, "sambil ku peluk Nana.


"Mas yang jemput Kiki yah,, Nana mau masak buat makan siang,, "


"Bunda,, jangan cape cape yah,, nanti sakit lagi, "sambil ku lepas pelukanku. Nana pun mengangguk dan keluar dari kamar. sedang Aku bersiap untuk menjemput Kiki.


Di Dapur

__ADS_1


"Nana sedang masak apa,,? "kata Ibu yang masuk ke dapur.


"Ini Bu,, Nana masak tumis buncis sama goreng ikan,, "jawab Nana sambil menggoreng ikan.


"Nana jangan cape cape sayang,, Nana lagi hamil ngga boleh kecapean,, "


"Ngga cape kok Bu,, Nana malah suka bingung kalau ngga ada kerjaan,karena sekarang sudah ada Mba yang bersih bersih jadi Nana hanya diam saja di rumah,, "Ibu pun sambil membantuku membuat sambal.


"Al kemana Na,,? "


"Mas Al Sedang jemput kiki Bu,, "Ibu pun mengangguk.


Nana dan Ibu memasak bersama, selesai memasak Nana di suruh duduk, yang mencuci barang kotor pun Ibu semua, dan di bereskan oleh Ibu, sebenarnya Mba Yati yang Akan membereskan dapur tapi Ibu hanya menyuruh Mba Yati untuk mengepel lantai dapur saja.


Selesai mengepel dapur Mba Yati pulang, dan Ibu lagi lagi menyuruh Nana untuk duduk saja, dan Ibu yang menata di meja makan.


Aku dan kiki pun sampai rumah, kiki saat melihat Ibu sangat senang, karena kiki memang dari bayi Ibu yang urus semenjak di tinggal mamahnya.


Kiki mengajak Ibu masuk kamar karena Kiki katanya mau tunjukin sesuatu, dan pengin tidur siang bersama Ibu. Aku dan Nana juga masuk kamar.setelah kita berempat selesai makan siang.


"Bunda kenapa,, kok diam saja,,? "tanyaku saat melihat Nana yang duduk di sofa sambil melamun.


"Ngga papa kok Mas,, "jawabnya.


"Mas tau loh kalau Bunda sedang ada yang di fikirkan,, "Nana hanya tersenyum.


"Ada apa hemm,,, ngomong aja Mas akan dengar,, "sambil Aku duduk di pinggiran Sofa yang Nana duduki.


"Ii,, bu membuatku ngga enak Mas,,"Aku langsung mengkerutkan alisku.

__ADS_1


"Ngga enak gimana maksudnya,, "


"Nana ngga boleh ngapa ngapain,,,, Nana katanya ngga boleh masak suruh duduk ajaaa,,, "sambil mendongakan wajahnya. Aku pun tersenyum mendengarnya.


"Bukanya enak ya Bun,, jadi Bunda ngga cape,, "jawabku.


"Tapi Nana takutnya Ibu dan Mas berfikiran Nana ngelunjak sama orang tua,,, "


"Ya ngga ngelunjak lah Bun,, kan itu tandanya Ibu sayang sama Bunda, biar Bunda ngga cape karena sedang hamil, mungkin juga karena Ibu sayang sama Bunda jadi ya Bunda ngga boleh cape,,, "


"Tetap saja Nana ngga enak,, masa mertua Masak menantu enak enakan duduk,, "


"Udah jangan di fikirkan yah, kalau Ibu ngelarang Bunda untuk masak,dan Bunda ngerasa ngga enak, lebih baik Bunda kalau Ibu memasak temenin dan bantu yang ringan ringan saja,, "Nana pun mengangguk.


"Senang banget rasanya punya mertua yang sayang dan pengertian seperti ini, menganggapku menantu dan menghargaiku, dan Aku sama sekali tidak di rendahkan"Isi hati Nana.


"Ya udah yuk bun kita tidur siang aja,, "Sambil Aku menyuruhnya bangun dari duduknya.


Nana pun menurut ,kita berdua naik ke kasur dan merebahkan badan kita, Aku memeluknya Nana juga menyambut pelukanku.


Saat Sore hari kita berempat berkumpul di ruang tv, kita mengobrol sesekali tertawa karena kelucuan Kiki, dan saat Ibu mau memasak untuk makan malam, Nana pun. mengikutinya.


"Nana ngga usah ikut masak, Biar Ibu yang memasak, sudah sanah temani Al dan Kiki aja,, "Sambil melarang ku masuk dapur.


"Tapi Bu,, Nana ngga enak kalau Nana ngga bantuin Ibu,,, "


"Kenapa ngga enak,, kan Ibu yang mau dan nyuruh Nana yang duduk, Nana sedang hamil cucu Ibu, dan Ibu sangat senang jadi Ibu ngga ingin menantu Ibu kecapean,, "Air mata Nana mengalir begitu saja saat Ibu mengatakan semuanya,Dan Nana langsung memeluk Ibu.


**Maaf kalau ada typo

__ADS_1


jangan lupa like komen dan votenya ya kak,,,


Aku up Nana dan Dinda loh hari ini**...


__ADS_2