
📲Anton..
"Hallo,,, Ton,, "
"Hallo Al,, Gimana kabarnya,?"
"Sehat,, kamu gimana Ton kabarnya,? "
"Aku juga sehat,gimana kerjaan di situ,? "
"Sepi ngga ada kamu, Aku sendirian kaya orang ilang ini,,kalau kerjaan kamu gimana di situ"
"Hahaa,,, kasian banget sih kamu tuh. Aku di sini enak,, banyak teman jadi ngga kesepian,"
"Oh,, sukur lah kalau kamu di situ enak,, "
"Hemm,, iya.Al,,Aku boleh tanya ngga,? "
"Boleh lah,, tanya apa emangnya,,,,"
"Tapi kamu jangan marah yah, Aku hanya ingin tanya aja,"
"Iya,,, "
"Nana sekarang susah kalau di telfon, apa kamu melarang Nana untuk menerima telfon dariku,,,"
"Aku ngga pernah melarangnya kok Ton, coba kamu telfon aja sekarang,, mungkin waktu kamu telfon Nana tidak dengar kali Ton,, "
"Aku tadi baru telfon, tapi ngga di angkatnya, "
"Oh gitu, coba kamu kalau telfon Nana itu sekitar jam 10 pagi, biasanya Nana kalau jam segitu sedang menyetrika baju,, "kataku.
__ADS_1
"Apa Nana selalu sibuk Al,,? "
"Ngga juga sih,,, cuman kalau Nana sedang menyetrika baju, hpnya selalu di bawanya, "
"Oh gitu, ya udah deh Al Aku mau lanjut kerja, nanti jam 10 Aku akan coba telfon Nana, "
"Iya Ton,, "dan telfonpun mati.
Perasaanku kenapa jadi tidak enak yah,, kenapa Aku jadi kepikiran kata kata Anton yang bilang Nana terlalu sibuk, Apa Nana terlalu banyak kerjaan di rumah.Dan apa benar Nana jarang mengangkat telfon dari Anton.
Jam berlalu sangat cepat, tak terasa jam pulang kerja pun sudah waktunya. fikiranku masih tentang perkataan Anton, apa Aku harus mencari orang kerja yang pulang pergi yah, Agar Nana tidak kecapean.
Sekarang Aku sudah di dalam mobil yang melaju menuju rumah, hari ini Aku tak menelfon Nana, sebenarnya Aku merindukanya tapi saat ingat Anton mengatakan akan menelfon Nana, rasanya hatiku merasa sakit, dan Aku pun tak menelfonya.biasanya kalau Aku tak menelfon pasti sekedar pesan Aku mengirimnya. tapi tidak untuk hari ini.
Aku turun dari mobil,setelah memarkirkan mobil di depan rumahku. Saat Aku akan mengetuk pintu,ternyata pintu terbuka sebelum Aku mengetuknya. Aku lihat senyumnya yang sangat manis saat pintu terbuka lebar. Aku hanya diam sesaat dan tersadar saat dia mencium tanganku.
"Ayo Mas masuk,,, "katanya dengan merangkul tanganku. lagi lagi Aku hanya diam dan berjalan masuk.
Nana mengajaku langsung masuk ke kamar dan dia juga menyiapkan air untuk Aku mandi. setelah air siap Aku langsung mandi.
Sekitar pukul 10 malam Nana masuk ke kamar, dia langsung masuk ke kamar mandi,Aku lalu membereskan mejaku dan setelah selesai Aku menuju kasur.
Sekarang Aku sedang duduk di kasur sambil bersender, Dan Nana baru keluar dari kamar mandi,mataku sampai tak berkedip saat melihatnya keluar dari kamar mandi, wajah yang seperti habis di bersihkan membuat wajahnya kelihatan sangat bersih dan cantik alami, ya ampun sungguh sempurnanya citaan tuhan yang di berikan kepada Nana, dengan menggunakan daster rumahan ajah dia sangat anggun,batinku.
"Kenapa Mas liatinya gitu sih, ada yang aneh yah pada Nana,? "Aku langsung tersadar dari lamunanku saat Nana sudah duduk di depanku.
"Nggaa papa,sinih deket ke Mas, "Nana pun mendekat.
"Apa hari ini cape,,,? "sambil ku usap kepalanya.
"Ngga,, malah Nana seneng ada kesibukakan baru nganterin Kiki sekolah, "jawabnya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Sukur kalau Bunda senang, Mas cariin mba buat bantu bantu Bunda yah, yang pulang pergi biar Bunda lebih sedikit ada waktu untuk istirahat, "Nana langsung menggelengkan kepalanya.
"Ngga usah lah Mas,nanti makin banyak pengeluaranya, Nana masih bisa ngerjainya kok, "
"Bun,, Bunda di sini bukan buat pembantu untuk mengurus rumah, Mas dan Kiki. Bunda di sini ngga boleh cape, kalau Bunda cape takutnya akan lama hamil, "sambil ku genggam tanganya.
"Mas ngomong apa sih, Nana di sini seneng dan bahagia kok, dan ngga merasa seperti pembantu ,malah Nana di sini bisa merasakan sebagai ibu rumah tangga sesungguhnya, melayani suami, mengurus anak dan membereskan rumah, jadi Mas ngga usah berfikiran yang tidak tidak, dan untuk cari mba Nana juga sarankan jangan yah Mas, "Aku langsung memeluk dan mencium rambutnya.
"Mas hanya ingin agar Bunda tidak terlalu cape, "
"Nana ngerti kok, tapi Nana menikmati ini semuanya, "sambil melepas pelukan ku dan kita membenarkan posisi badan kita untuk tidur.
Aku peluk Nana dari belakang, dan sebenarnya Aku ingin menanyakan masalah Anton yang telfon tapi tidak enak.
"Mas kenapa,,,, ngga bisa tidur, ?"mungkin Nana merasakan gerakan badanku yang ngga mau diam.
"Heemmm.... "Nana pun membalikan badanya dan menghadapku.
"Ada apa,, apa tak enak badan, "sambil memegang keningku dan Aku pun menggeleng.
"Apa,, tadi siang Anton telfon Bunda,? "Nana pun langsung mengangguk.
"Maaf Mas, hanya sebentar kok, Nana juga pas setrika baju jadi ngga lama ngobrolnya, "sambil menundukan wajahnya sepertinya dia merasa tak enak hati.
"Mas ngga marah kok kalau Anton menelfon Bunda, Mas sadar diri sekarang dan ngga boleh egois, Mas hanya di titipi bukan untuk memiliki, "kataku sambil ku angkat dagunya agar menghadapku. tapi Nana malah menangis.
"Jangan menangis Bun, Mas ngga apa apa,, "sambil ku peluk.
"Maaf telah membuat Mas terluka, kalau Mas memang tidak mengizinkan Nana menerima telfon, Nana ngga bakal mengangkatnya, sekarang ini Nana adalah istri Mas, jadi Nana akan mengikuti kata suami, "sambil memendamkan wajahnya di dadaku dengan masih menangis.
"Udah,,, jangan menangis, lebih baik kita tidur aja yuk, ini udah malam .soal telfon Mas serahkan semuanya pada Nana,Mas ngga akan marah kalau itu membuat Nana senang, "Nana pun mengangguk dan kita pun melanjutkan tidur.
__ADS_1
**Alhamdulillah Aku dah nulis lagi,setelah 5 hri di rawat sekarang Aku dah sehat, masih lemas sih, tapi karena udah kangen banget ma nulis jadi lemas pun ngga jadi halangan.
Jangan lupa untuk like, komen dan voteya kak trimakasih**....