Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Intan Malu


__ADS_3

Intan diam saat Bintang mengatakan keinginanya, dan Bintang masih menunggu jawaban dari Intan.


"Kalau kamu ngga mau ngga papa,, kita tidur aja yuk,, "sambil Bintang melepaskan tanganya dari tangan Intan, lalu menarik selimut untuk menutipi badan mereka.


"Mas,,, apa kamu marah,, ?"sambil memiringkan badanya menghadap Bintang.


"Ngga,, Aku ngga marah, Aku ngerti kok pasti kamu masih takut dan belum percaya sepenuhnya padaku kan, karena Aku sudah terlalu banyak menyakitimu, tenang lah Aku akan sabar kok sampai kamu siap,, "Sambil tersenyum tipis.


Intan yang merasa bersalah karena membuat Bintang kecewa,lalu mengambil tangan Bintang dan di tempelkanya di pipi Intan.


"Lakukan Mas,, Aku istrimu, kamu pantas meminta hakmu padaku,, Aku tidak menolak Mas, cuman Aku takut Sifa akan bangun karena merasa kasurnya bergerak,, "Bintang tersenyum tipis.


"Kita lakukan di lantai gimana, kita alasi dengan selimut,, "Intan mengangguk pelan.


Bintang langsung bangun, dan mengambil selimut di lemari, karena selimut yang di kasur buat menyelimuti sifa.


Setelah di lebarkan di lantai, Bintang juga mengambil bantal.


"Sinih turunlah, ini sudah siap,, "Bintang menyuruh Intan untuk turun dari kasur, Intan dengan pelan lalu bangun dan menuju slimut yang sudah di lebarkan di lantai.


Bintang melihat Intan yang seperti malu, hanya tersenyum tipis. Saat Intan sudah tiduran, Bintang lalu ikut tiduran di sampingnya.Mereka berdua lalu sama sama diam dan tidak ada yang memulainya duluan.

__ADS_1


Lalu Bintang memiringkan badanya dan mengambil tangan Intan untuk di genggamnya.


"Apa kamu takut,, ?"Intan mengangguk pelan.


"Sedikit,, "


"Kamu ngga perlu takut, kamu pejamkan mata saja dan menikmati setiap sentuhanku, "Intan lalu menurut dan langsung memejamkan matanya.


Bintang melihat ke arah Intan dari atas sampai bawah, dengan celana yang pendek dan baju yang tanpa lengan, membuat ha**srat Bintang langsung datang.


Pertama tama Bintang mencium kening Intan, dan ciuman itu terus ke bawah, ke pipi, mata dan bibir.Tangan Bintang juga tidak tinggal diam,Tangan Bintang masuk ke dalam baju Intan, lalu mengusap usap perut Intan.


Ciuman Bintang saat ini ada di leher, di leher Bintang cukup lama, dari mulai men**jilatinya dan juga membuat tanda kepemilikanya. Intan merasakan sensasi yang sangat luar biasa, karena ini baru pertama kalinya Intan merasakanya. Intan sesekali mengeluarkan suara des*ahan dari mulutnya dan sambil menggigit bibirnya juga.


Sekarang Intan hanya memakai dalaman saja, penutup dada dan kain segitiga, Bintang tak berkedip melihat keindahan badan Intan, yang mulus dan berisi, karena dulu saat Bintang memper**kosa Intan, Bintang kondisi pengaruh obat, sedang Intan yang tertidur dengan pulasnya karena pengaruh obat tidur, jadi mereka berdua dulu sama sama dalam keadaan tidak sadar. (Tapi sebelum Terpengaruh obat memang Bintang yang merencanakan ingin mengerjai Intan)


Intan yang di tatap seperti itu pun merasa malu,lalu tangan intan yang satu menutupi dada dan yang satunya menutupi inti tubihnya.


"Jangan di tutupi, biarkan Aku melihat ciptaan Tuhan yang sangat indah ini,, "sambil menyingkirkan kedua tangan Intan.


"Aku malu Mas,, jangan di lihatin seperti itu Ah,, "Bintang hanya tersenyum saat Intan berkata.

__ADS_1


Lalu Bintang melepaskan baju dan celananya, dan tanpa menyisakan kain yang menempel di badanya. Intan yang melihat badan Bintang yang kekar dan berotot langsung memejamkan mata karena malu dan takut. Fikiran Intan langsung kearah bawah, padahal Intan tadi tidak melihatnya, tapi Intan berkeyakinan kalau milik Bintang itu sangatlah besar.


Bintang men**indih tubuh Intan, dan langsung men*cium bibirnya, Intan menyambutnya dengan membuka mulutnya, Bintang terus saja yang bekerja, dan tangan Bintang lalu ke bawah menarik kain segitiga yang menutupi inti tubuh Intan. di bagian dada Bintang tidak melepaskan penutupnya, larena Bintang tau itu masih milik Sifa.


Ciu**man Bintang turun ke bawah, dan terus sampai di inti milik Intan, lalu di bukanya kaki Intan, Bintang pun melihat inti milik Intan yang sangat meng*godanya.Bintang tersenyum tipis, Intan reflek menutupinya dengan tangan karena malu .Bintang lalu menyingkirkan tangan Intan itu.


"Ngga usah malu,, nanti juga akan terbiasa,, "kata Bintang saat menyingkirkan tangan Intan, dan Intan hanya diam saja karena sangat malu.


Lalu Bintang mulai bekerja, pertama Bintang mengusapnya dengan tanganya,dan lalu bibirnya mulai menciu**minya.Intan sudah merasakan tegang, geli dan rasa aneh.


Bintang terus saja memainkan inti tubuh Intan dengan bibirnya juga lidahnya. Intan sampai seperti orang kejang karena baru merasakanya.


Sampai sampai Intan menjerit tapi di tahanya dengan menggigit bantal agar suaranya tidak terlalu keras.


"Aakkkhhhhgggg,,,, "suara dari Intan yang saat keluar cai*ran miliknya.


Rupanya Intan baru saja merasakan pelepasan, Bintang yang tau tersenyum senang, sedang Intan merasakan lemas.


Bintang membersihkan milik Intan dengan lidahnya, setelah itu Bintang juga membiarkan Intan untuk istirahat dulu.


Bintang mengambilkan minum untuk Intan, dan mereka berdua pun minum. Intan terlihat malu pada Bintang, karena ini pengalaman pertama Intan dengan kondisi yang sadar. Karena Intan pertama melakukan dengan Bintang Intan tidak dalam kondisi sadar.

__ADS_1


**Hahaaaa,, Maaf yah kita lanjut besok, pasti banyak yang kesel nih,, sabarr,, tunggu besok,, otak kotorku istirahat dulu.


Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih**..


__ADS_2