
Abang yang kaget langsung memundurkan badanya.
"Maaf,, ki,,rain Ayu, "kata Abang sambil gagap.
"I,, iya,, ngga papa,, "Intan langsung turun dari kasur, dan Ayu pun datang.
"Ada apa ini,,, Mas kamu kapan pulang,,? "
"Ngga ada apa apa kok Yu, tadi Aku kaget suamimu tiba tiba masuk ke kamar,,Aku keluar dulu yah, "kata Intan sambil mendekat ke Ayu lalu Intan pun keluar.
"Tadi Mas masuk kamar, dan lihat orang yang tidur di kasur kirain itu kamu, ternyata Intan. Untungnya Mas ngga ngapa ngapain,lagian kenapa sih Intan tidur di sini, bukanya banyak kamar,kenapa harus tidur di kamar kita,, "sambil Abang duduk di kasur dan suaranya seperti orang kesal.
"Maaf Mas,, tadi tuh kita tidur bertiga baring Sifa juga, tapi sifa nangis lalu Ayu ajak keluar, dan Intan masih tidur, Ayu juga ngga lihat Mas pulang,, kalau lihat pasti Ayu bangunin intan,, "
"Kita pulang sekarang,,! "nada suara Abang terlihat sedikit seperti marah.
"Tapi Mas,, Ibu sedang masak buat kita makan malam,, "
"Kita makan di rumah aja,, "sambil berjalan keluar dari kamar. Ayu tiba tiba menangis, Abang yang mendengarnya lalu melihat ke belakang.
"Kenapa,, kenapa menangis,,,? "Ayu menggelengkan kepalanya.
"Mas ngga suka liahatnya,, jangan menangis,, "lalu Abang membuka pintu dan keluar dari kamar.
Abang ke dapur untuk menemui Ibu mertuanya yang sedang memasak.
"Bu,, saya sama Ayu mau pulang aja, Ibu ngga usah masak banyak,, "
"Loh kok pulang,, kenapa ngga makan malam di sini aja,,? "tanya Ibu.
"Iya Bu,, saya ada perlu soalnya ,ngga papa kan Bu,, "
"Ya udah kalau gitu, Ibu ngga akan memaksa, "
__ADS_1
"Makasih ya Bu,, "
Abang lalu menuju kamar dan memanggil Ayu.
"Mas udah bilang Ibu kita akan pulang, Mas tunggu di mobil, jangan lama lama,, "saat pintu terbuka. sedang Ayu merapikan wajahnya dan matanya dulu sebelum keluar.
Sebenarnya Ayu lemas dan pusing, tapi karena Abang terlihat sedang marah, Ayu pun tidak bilang.
Ayu pamitan pada Ibu dan adik adiknya, sedang Intan dan Sifa sudah pulang ke kontrakanya.
Ayu masuk ke dalam mobil, dan Abang sudah bersiap mengijak gas mobil, setelah Ayu siap Abang lalu menginjak gas mobil dan mobil pun berjalan meninggalkan rumah Ayu.
Ayu dan Abang di dalam mobil hanya saling diam, Abng masih merasa kesal karena kejadian tadi, untung aja Abang tadi tidak memeluk atau mencium intan yang sedang tiduran di kasur kamar Ayu.
Sampai rumah Ayu langsung masuk ke kamar, dan langsung tiduran.
Ayu menangis lagi, tapi ngga ada suara hanya air matanya yang mengalir, Ayu merasa sedih karena Abang mendiamkanya.
Abang masuk kamar, Ayu langsung mengusap air matanya.
"Maaf kalau kata kata Mas tadi nyakitin, tadi Mas hanya kesal dan tidak suka kalau kamar kita ada orang lain yang ikut tidur, kalau kamu belum nikah mungkin itu wajar, tapi sekarang kamu tuh sudah menikah, itu tidak baik,, "sambil duduk di pinggir kasur, sedang posisi Ayu membelakangi Abang.
"Sudah jangan nangis, Mas jadi merasa bersalah telah bicara kurang enak padamu, Mas minta maaf yah,, "lalu Abang mengusap lengan Ayu.
"Ya udah,, kamu istirahat aja dulu, Mas mau masak buat kita makan malam,, "
"Mas,,, maafin Ayu juga yah, Ayu janji ngga akan ngulainya lagi,, "sambil bangun dari tidurnya, Ayu berbicara.
"Iya,,,"sambil tersenyum .Lalu Abang keluar dari kamar dan menuju dapur.
Ayu masih duduk di kasur sambil diam, ini pertama kalinya semenjak menikah dengan Abang, Abang marah padanya.
Rasanya Ayu sangat menyesal dan juga takut, karena orang yang biasanya tidak marah, tadi sempat marah membuatnya jadi sedih juga.
__ADS_1
Ayu bangun dari tempat tidur dan langsung lari ke kamar mandi, rasa mual datang lagi, tadi di rumah Ibunya tidak begitu mual ,cuman sesekali saja, dan sekarang Ayu merasa mual lagi.
Saat Ayu sedang mencoba ngengeluarkan isi perutnya yang terasa tidak enak, Abang datang dan membantu memijit lehernya.
"Mass,,,lemas,, "kata Ayu yang sudah selesai muntah.
"Iya sayang,, sinih Mas gendong, "sambil mengusap mulut serta air mata Ayu dengan tisu dulu, sesudahnya baru Abang menggendong Ayu kekamar.
"Mas bikinin teh manis hangat dulu yah,, "Ayu hanya mengangguk.
Abang lalu pergi ke ke dapur dan membuatkan minuman hangat. Setelah selesai membuatnya Abang ke kamar lagi.
"Minum dulu tehnya, biar enakan,, "Ayu pun menurut.
"Mas,, Ayu mau ganti baju, "
"Iya Mas ambil bajunya dulu,, bentar,, "
"Ayu mau pakai daster Mas,, "kata Ayu saat Abang membuka lemari.
Lalu Abang mengambilkan daster tanpa lengan, Abang membantu melepaskan baju Ayu, saat semua terlepas Abang hanya bisa menelan ludah saat melihat Ayu yang hanya memakai dalaman.
Ayu yang tau tatapan Abang justru menggodanya dengan melepaskan kain segi tiganya.
"Masss,,, ini basah, Ayu mau ganti,, "Abang diam tidak mendengar Ayu bicara karena Abang fokus melihat keindahan di depanya.
"Mass,,, "Kata Ayu lagi.
"Eh,, i,, iya sayang kenapa,, "sedikit kaget.
"Ininya Ayu basah,, Ayu pengin ganti, "Abang hanya mengangguk saat Ayu sudah melepaskanya.
Saat Abang mau jalan ke lemari lagi, Ayu mencegahnya.
__ADS_1
"Mas pengin,,,,? "
Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih..