
Abang lalu melepaskan rambut Ayu lagi,
sedang Ayu menatap Abang dengan tatapan kesalnya, karena membuat Ayu jadi malu.
"Ngga papa kok Yu kita semua ngertiin pengantin baru,, ngga usah di tutupin pake rambut gitu. benar kata Abang, kamu makanya jadi terganggu karena rambutmu,, "kata Bunda,sedang Ayu tersenyum malu.
"Iket aja yah Yang,, biarin aja semua pada lihat juga, orang ini karya Mas ini kok, "Ayu langsung mencubit lengan abang.
"Aaww,, sakit Yang,, "semua tersenyum melihat tingkah Abang dan Ayu, tapi tidak dengan Diah, Diah melihatnya makin tidak suka, karena melihat Abang yang benar bemar sifatnya jadi berubah.
Lalu Abang mengambilkan ikat rambut untuk Ayu, dan tetap menyuruh Ayu mengikat rambutnya,ahirnya Ayu mau mengikat rambutnya dan leher Ayu yang ada tanda merahnya makin terlihat jelas.
Ayu memutuskan mau mengikat rambutnya karena dari tadi Diah menatap ke Abang dengan tatapan yang sulit di artikan, seperti tatapan cemburu dan tidak suka, jadi Ayu ahirnya mau mengikat rambutnya dan di gulung ke atas, membuat leher Ayu yang putih menampakan tanda merah buatan Abang di lehernya sangat terlihat jelas.
Lalu mereka lanjut sarapanya, karena Ayu dan Abang mau menjemput orang tua Ayu, sedang Ayah dan Bunda juga Ana mau menjemput keluarga Vian.
"Mas,,, jauhkan itu dong, Ayu mual bau itu,, "sambil menujuk.
"Bau apa Yang,, ?"
"Itu kuah baso, Ayu mual mencium baunya"Abang langsung membawa kuah baso yang ada di mangkok ke dapur.
"Kok pagi pagi ada yang makan Baso sih Bun,,? "tanya Abang.
__ADS_1
"Tadi Ana yang pesan minta di bawakan kak Diah Bang, itu kan kuah baso gepeng kesukaan kita dulu,, "kata Ana.
"Maaf ya Na,, kaka mual banget bau kuahnya, "kata Ayu.
"Iya kak ngga papa, nanti Ana juga makanya aga siangan kok,, "
"Masih mual ngga,, kalau masih mual istirahat aja gih,, "kata Abang pada Ayu.
"Udah ngga kom Mas,, "jawab Ayu sambil tersenyum.
"Bang,, Ayu kok seperti orang yang lagi hamil,coba di cek siapa tau Ayu hamil beneran,, "Ayah tiba tiba bicara , Abang dan Ayu saling pandang.
"Bunda juga berfikir gitu, dari Ayu yang jadi suka pusing dan lemas tiba tiba ,jadi Bunda juga berfikir Ayu hamil,, "
"Masa sih Bun,, tapi kok Ayu ngga ngerasain apa apa yah,, "
"Ya mungkin karena kamu baru Yu, jadi belum bisa menilai dan membedakanya, "
"Sebaiknya di tes pake tespek aja dulu Yu, nanti kalau sudah di cek dan ternyata dua garis merah berarti hamil ,baru kalian ke Dokter untuk memeriksakanya,, "kata Bunda lagi.
Ayu hanya bilang Iya, sedang Abang langsung menghabiskan sarapanya.
"Mas mau ke mana,,? "tanya Ayu saat Abang bangun dari duduknya.
__ADS_1
"Mas mau ke apotik, mau beli tespek biar tau kamu hamil ngga nya Yang,, "
"Nyantai aja kali Bang,, "kata Ayah.
"Ngga bisa Yah,, Abang ingin tau Ayu benar benar hamil apa ngganya, karena Abang sangat penasaran, kalau sampai Ayu hamil Abang topcer juga ya Yah,, "
"Masss ngomongnya ih,, bikin malu aja, "yang lain pun tersenyum semuanya.
"Ya udah sanah beli, biar ngga penasaran,, "kata Bunda.
Lalu Abang pun pergi ke apotik, sedang di meja makan mereka masih asik mengobrol.
"Ayu kapan terahir datang bulan,? "tanya Bunda saat sedang merapikan meja makan setelah selesai sarapan, dan Ayah sudah pergi ke depan.
"Seinget Ayu bulan ini belum Bun, harusnya seminggu yang lalu Ayu datang bulanya Bun,, "
"Sepertinya emang benar deh, kak Ayu hamil, "Ana ikut bicara.
"Semoga ya Na,, karena Abang mu ingin sekali punya anak,, "
"Serius Kak,, "Ayu mengangguk.
Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih..
__ADS_1