
Aku baru saja naik dalam pesawat, setelah pemberitauan keberangkatan, sebenarnya Aku tak tega meninggalkan Nana dan kiki di rumah tapi karena kerjaan yang membuatku harus meninggalkanya untuk sementara waktu.
Sekitar satu jatu jam ahirnya pesawat mendarat di bandara kota yang Aku tuju. Aku berjalan keluar bandara karena supir dari kantor menjemputku. Setelah ketemu sama supir kantor Aku pun masuk mobil dan langsung menuju ke kantor.
Sampai di kantor Aku bertemu langsung dengan wakil Direktur, dan menjelaskan padaku tentang masalah yang sedang terjadi,setelah menjelaskanya padaku dan memberikanku setumpuk berkas, wakil pak Direktur pun pergi.
Aku pun akan mengecek setiap map yang ada di depanku, tapi baru satu map Aku ingat belum menelfon Nana.
📲Istriku.. VC
:Hayy,, Bun,, "
"Kenapa baru telfon sih Mas,,? "
"Maaf Mas tadi sampai bandara sudah di jemput supir kantor, jadi Mas langsung ke kantor, liat nih Bun kerjaan Mas,, "sambil Aku lihatkan map yang ada di atas meja.
"Ya udah kalau Mas banyak kerjaan matiin aja,, "Sambil bibirnya di manyunkan.
"Tunggu lah Bun,, Mas masih kangen,, "Nana pun tersenyum.
"Bunda sama Kiki sedang apa,,? "
"Nana sedang nemenin Kiki belajar di kamar kiki,, "sambil Nana mengarahkan hpnya ke kiki.
"Ayahhh,,,,"Aku pun tersenyum.
"Kiki jangan rewel yah,, yang pintar dan nurut sama Bunda, "
"Iya Ayah,, kiki ngga akan rewel, "Aku pun mengacungkan jempolku.
"Ya udah Ya Mas,, Mas lanjut kerja gih biar cepat pulang, dan jangan lupa makan, "
"Iya,, doakan Mas ya Bun biar kerjaan Mas lancar, dan bunda hati hati di rumah,, mas kasih semangat dong,"sambil Aku menujuk ke bibir .lalu Nana pun menurut dan mendekatkan bibirnya ke layar hpnya, setelah itu kita pun tertawa bersama.
Setelah hp di matikan Aku melajutkan bekerja, dan sampai Aku tidak merasakan waktu dan ternyata sekarang sudah pukul 3 sore. Aku sampai melupakan jam makan siang, sebenarnya kantor memberikan nasi kotak padaku tapi Aku lupa untuk makan.
__ADS_1
Saat sudah jam 5 sore Aku pun menarik koperku untuk keluar kantor, Aku di antar supir kantor lagi untuk menuju tempatku tinggal. sampai di sana rupanya Anton sudah berdiri di depan pintu dan sepertinya sedang menungguku.
"Haii,, Al,, gimana kabarnya, "sambil memeluku.
"Sehat,, kamu gimana kabarnya Ton,, "sambil melepaskan pelukanku.
"sehat dong,, Ayo masuk istirahat di kamar gih,, "kita berdua menuju ke kamar Anton, di rumah ini ada dua kamar, tapi yang satunya di tempati teman Anton dengan istrinya, sampai kamar Aku langsung menuju ke kasur dan merebahkan badanku.
Sedang Anton duduk di bangku dekat ranjang.
"Nana gimana kabarnya Al,, "
"Sehat,, dan sekarang tambah gemuk karena doyan makan dan ngemil, "
"Pasti mukanya kaya bakpau ya Al,, "
"Iya,, karena tiap malam sebelum tidur selalu meminta di belikan makanan,, "sambil Aku memejamkan mata membayangkan wajah Nana.
"Coba Al kamu telfon Nana sambil VC,, "
"No ku masih di blokir Al,, "
"Masa sih padahal Aku sudah bilang padanya agar membuka blokiranya,, ya udah Aku telfon yah,, "kataku sambil menekan no Nana.
.
.
.
Anton
Saat Al menekan no telfon Nana Aku melihat Al memberi nama Nana dengan tulisan Istri,Aku sudah merasa sedih. Saat Aku mendengar Nana mengangkat tefon vcnya Al Aku yang merasa deg degan, Aku juga tidak mau menampakan wajahku dulu, Aku takut Nana makin marah padaku.
Aku hanya mendengarkan Al dan Nana mengobrol.
__ADS_1
"Bunda sedang apa,,? "sebutan Al memanggil Nana Aku sebenarnya kurang suka tapi Aku coba untuk mengontrol ke kesalanku.
"Sedang di dapur, lagi bikin cemilan,, Nana sama dede laper Mass,, "Nana pun nada bicaranya sangat manja pada Al padahal Nana itu wanita mandiri .
"Sedang bikin apa Bun,"
"Sosis goreng sama baso kuah,, "Al pun terlihat senyum.
"Bun,, Mas sedang sama Anton, dan Anton pengin ngobrol sama Bunda,, "Sepertinya Nana hanya diam.
"Bun,,, denger kan Mas ngomong, Ini Anton mau ngomong, "Al memberikan hpnya pada ku, dan Aku sedikit kaku karena Aku takut Nana ngga mau ngomong denganku.
Saat Aku melihat Nana ,Nana hanya diam, dan Al pun pergi ke kamar mandi, mungkin Al memberikan kesempatan padaku untuk bicara.
"Sayanggg,,,, Mas kangen,, "Nana hanya diam dan menggelengkan kepalanya.
"Maafin Mas sayang,,, buka blokiranya biar Mas bisa telfon sayang, "Saat Nana mendongakan wajahnya Aku sedikit kaget saat melihat ke arah leher Nana, di lehernya banyak tanda merah pasti itu Al yang membuatnya. rasanya hatiku hancur sepertinya Nana mulai ada rasa dengan Al. karena saat masih bersamaku Nana bilang ngga suka di beri tanda merah di lehernya.
"Sayang,,, Mas sangat mencintaimu, jangan siksa Mas kaya gini, kalau Mas salah Mas minta Maaf,, "Air mataku pun tumpah juga.
"Udah dulu ya Mas, Nana mau makan, karena sudah lapar ,,"Aku pun menggelengkan kepalaku tanda jangan dulu mematikanya, tapi ternyata Nana pun mematikanya.
Dan Nana ahirnya mematikan hpnya. Aku mengusap air mataku.
Al pun keluar dari kamar mandi dan Aku memberikan hpnya Al padanya.
"Sudah,, kok bentar,,? "tanya Al saat hpnya ku berikan.
"Nana mau makan dulu katanya,Aku mau beli rokok ke warung dulu yah "kataku sambil keluar kamar, karena hatiku merasa sakit. dan Al pun mengangguk.
Aku menuju belakang rumah, dan Aku duduk di bawah pohon, dengan kegelapan yang menemaniku.
Aku rasanya sangat sedih sekang, istri yang selalu menemaniku selama 5 tahun menghadapi susah ,senang dan masalah selalu bersamaku tapi sekarang sudah sangat berubah, Aku memang salah dengan mempermainkan pernikahan dan perasaanya tapi Aku melakukan semua ini untuk kita nantinya, agar Ibuku tidak selalu berbuat semena mena padanya.Ya Tuhan semoga Nana masih menjadi jodohku,itu yang selalu Aku minta pada tuhan.
**Maaf kalau ada typo..
__ADS_1
Aku jarang up cerita Nana, karena Aku sedang sibuk, Adeku sunatan dan di rumah sedang repot mau hajatan, jadi Aku kadang hanya bisa menulis cerita satu, bukan ngga mau up yang Nana, tapi waktu yang ngga ada untuk nulis,, maaf kalau nanti jarang up**,,