
Aku bangun dengan seperti biasa jam 5 pagi, dan pasti mata ini sudah terbuka,mungkin karena sudah terbiasa jadi setiap jam segitu pasti bangun. Saat Aku akan melepaskan pelukan tangan Mas Al, rupanya dia merasakan tanganya yang Akunsingkirkan.
"Mau kemana Bun,,, "sambil memeluku lagi.
"Udah pagi Mas,, Nana mau bangun mau nyiapin sarapan,,, "sambil melepaskat tangan Mas Al dari perutku.
"Ini hari libur loh Bun,,, tanggal merah,jadi Bunda ngga perlu bangun pagi,lanjut tidur aja yah, "
"Emang iya ya Mas, hari ini hari libur,? "
"Iya,,, Mas aja ngga ke kantor kok, udah tidur lagi aja, "Ahirnya Aku pun mengikuti keinginan Mas Al.
Tapi karena Aku sudah terbiasa bangun, jadi mataku pun tak mau terpejam, dan membuatku selalu bergerak dan mengakibatkan Mas Al yang terganggu.
"Kenapa Bun, ngga bisa tidur lagi yah, ?"
"Iya Mas,,, Nana biasa jam segini dah bangun jadi ngga bisa tidur,, "
"Kita olahraga pagi aja yuk Bun,"sambil Mas Al duduk dan melepaskan pelukanya.
"Ide bagus tuh Mas, ya udah Nana mau cuci muka sama ganti baju yah,? "sambil bangun dari kasur, tapi baru saja kaki berdiri di lantai Mas Al menariku untuk duduk lagi di kasur.
"Ada apa sih Mass,,, "kataku lagi.
"Kita olahraga paginya di kasur, bukan di luar Bundaaaa,,,, "Aku langsung membulatkan mataku dan langsung deh pasti ini pipi merah karena malu.
"Udah ngga usah kaget gitu, ini pipi pada merah lagi, Bunda malu yahhh,,, "
__ADS_1
"Masss,, ih nyebelin, "sambil ku pukul lenganya dengan tanganku karena Mas Al ngeledek aja.
Mas Al hanya tertawa lalu memegang tanganku yang memukulinya. etah gimana ceritanya tiba tiba Aku sekarang sudah ada di bawah badan Mas Al, Akunyang malu hanya membuang mukaku ke samping.
"Kenapa buang muka gitu Hem,, "Aku masih diam sambil menggigit ujung jari kuku.
Lalu tanganku di pegang oleh tangan Mas Al dan wajahku dinsuruh menghadapnya.
"Lihat Mas Bun,,, "Aku pun melihatnya.
"Bentar yah kita olahraga, kayanya enak loh Bun kalau pagi pagi gini, "kata Mas Al lagi, Aku tuh sebenarnya ngga mau nolak takut dosa tapi rasanya ngga pede belum cuci muka dan gosok gigi.
"Bunda ngga mau,, kalau bunda ngga mau Mas ngga maksa kok,? "nada suaranya seperti orang yang teraniaya lagi.
"Bu,, bukan gitu Mas, Nana belum gosok gigi soalnya, "kataku sambil membung muka lagi karena malu. Mas Al Aku melihatnya sekilas hanya tersenyum, ih sebel banget sih....
"Ngga papa ngga gosok gigi juga,"dan Mas Langsung saja mencium bibirku tapi Aku menghindar.
"Berarti mas boleh dong cium mana aja yang penting ngga bibir, "Aku hanya mengangguk, dari pada Aku ngga bisa nikmatinya karena merasa ngga pede lebih baik turutin maunya Mas Al aja.
Mas Al ngga cium bibirku tapi dia menciumi leherku, di jilat dan di sedotnya leherku dengan bibirnya, aduh ini pasti banyak bintang kemerahan nanti di leherku, tapi apa boleh buat Mas Al sudah sangat bernafsu dan Aku pun sudah mulai terangsung.
Setelah Mas Al puas menciumi badanku dari ujung kepala sampai kaki, ahirnya Mas Al akan menyatukan miliknya yang sangat besar itu ke inti tubuhku. Walau rasanya sakit di awal tapi setelah masuk dan beradaptasi rasanya sungguh nikmat banget, seperti inti tubuhku penuh oleh sesuatu yang nikmat gitu.
"Massss,,,, pelan. Sakittt, "kataku saat Mas Al akan memasukan Tom.
"Ya maaf Bun, susah ini soalnya, "karena masih susah aja Mas Al dengan cepat menjilat inti tubuhku agar basah, biar tak kering. setelah cukup Mas Al mencobanya lagi. Dan ahirnya masuk juga.
__ADS_1
Mungkin karena pagi hari ,apa mungkin Mas Al sudah sangat ingin, membuatnya cepat mengahiri permainan, dengan gerakan yang cukup kencang sampai Aku mengimbanginya aja kualahan, Mas Al melakukan penembakan laharnya di rahimku.
Mas Al ambruk di atas tubuhku, dengan keringat yang bercucuran, Aku pun membantu mengelapnya yang ada di keningnya.
"Makasih Bun,, rasanya enak banget sampai Mas ngga kuat lama, "sambil bangun dari atas tubuhku, dan Aku hanya mengangguk.
"Mau Mas bantu ke kamar mandi ngga Bun,? "Aku langsung menggeleng.
"Mas aja dulu sanah, biar Nana tunggu Mas selesai aja, "kataku. Bahaya kalau nanti di kamar mandi Tom bangun dan minta lagi, bisa remek ini punggungku.
"Ya udah, Mas ke kamarmandi dulu, "Aku hanya mengangguk dan Mas Al masuk kamar mandi.
Setelah Mas Al keluar dari kamar mandi, Aku langsung gantian, dengan menggunakan selimut Aku membungkus badanku yang telanjang, tapi Mas Al dasar iseng,Mas Al menarik slimutku sehingga Aku pun jadi polos, karena malau Aku langsung berlari ke kamar mandi, sedang Mas Al tertawa puas mengerjaiku, awassss Aku akan balas nanti kamu Mas, liat aja pasti kamu akan malu. sambil Aku kesel sendiri di kamar mandi.
Belum reda rasa kesalku sama Mas Al, sekarang benar saja duagaanku Mas Al bikin Aku kesal lagi, Aku di kamar mandi marah marah ngga jelas kaya orang gila karena lihat leherku penuh dengan tanda merah bikinan Mas Al,,,
Aku keluar dari kamar mandi setelah selesai mandi, dengan menggunakan handuk Aku langsung menuju lemari untuk mengambil baju. saat Aku sedang memilih baju Mas Al dari belakang memeluku.
"Kenapa itu bibirnya manyun aja, tadi Mas hanya becanda jangan marah yah, kita kan suami istri ngga usah malu hemm,,, "Aku masih diam.
"Bun,,, Mas minta maaf deh kalau becandanya Mas kelewatan, maaf in yah,,, "sambil mencium pundaku tapi Aku masuh acuhkan, Aku pengin lihat sampai mana usaha Mas Al untuk membujuku. Aku memakai baju tanpa mempedulikanya lagi.
"Bun,,,,Bunda boleh deh bales ke isenganya Mas,, Mas ngga akan marah kok asal Bunda maafin Mas,, "masih dengan berdiri di sampingku.
"Ok,,, Nana akan maafkan ,tapi Mas harus turutin keinginan Nana dan ngga boleh nolak, "kataku ahirnya.
"Siap,, asal Bunda ngga mara lagi sama Mas, Mas akan lakukan apa aja demi mendapatkan maaf dari Bunda, "Mas Al pun langsung memeluk Aku.
__ADS_1
**Aku up,kira kira Mas Al mau di suruh ngapain yah sama Nana,,,
Jangan lupa untuk like komen dan votenya ya Kak, trimakasih**...