
Pulang kerja pun Abang dan Ayu benar pulang bersama, saat di lampu merah Abang dengan beraninya menarik tangan Ayu untuk di genggamnya, sedang Ayu yang kaget tadinya mau menariknya tapi Abang menggenggamnya dengan kuat, membuat Tangan mereka berdua menjadi saling genggam.
Saat lampu merah berubah menjadi lampu hiju, motor Abang pun di gas dengan kecepatan sedang. Dan tangan Ayu di tariknya agar memeluk Abang.Ayu masih saja menurut, mungkin Ayu juga sepertinya sudah nyaman dengan Abang.
Abang berhenti di kos kosan Intan,dan mereka turun bersama.
"Sore Tan,,, "kata Ayu saat sudah pintu terbuka.
"Sore,, eh kalian ayo masuk,, "Abang dan Ayu pun masuk.
Abang langsung mendekati Sifa yang sedang tiduran di kasur, sedang Ayu dan Intan sedang mengobrol.
"Kamu dah dapat telfon belum dari kanfor temanku Tan,, "tanya Abang.
"Udah Mas,, tadi siang Intan sudah di telfon dan menyuruh Intan untuk besok ke sana buat wawancara,, "
"Oh sukur lah kalau gitu,, "jawab Abang.
"Mas,,, Ayu pulang dulu yah, udah mau mahrib,, "sambil mendekati Abang.
"Iya,, hati hati di jalanya, maaf Aku ngga bisa antar,, "Ayu hanya mengangguk.
"Tan,, Aku pulang yah,, "
"Iya Yu,, hati hari,, "Kata Intan.
Sekarang tinggal Intan sifa dan Abang.
__ADS_1
"Rewel ngga sifa tinggal di sini,,? "tanya Abang.
"Sifa anteng kok Mas, Sifa ngerti kalau Mamahnya lagi ke susahan kayanya, jadi ngga rewel,, "
"Sukur lah,, apa Ayah Sifa ngga menelfonmu, mungkin mencarimu karena kuatir,, "Intan hanya menggeleng.
"Apa kamu mengganti no telfonmu,,? "Intan juga menggeleng lagi.
"Ngga Intan ganti kok,, emang mungkin Ayah Sifa sudah benar benar ngga butuh kita lagi,, ya Intan sih sudah menerimanya kalau memang Ayah Sifa memutuskan hubungan kita, karena memang di antara kita tadinya ngga ada rasa, "sambil menundukan wajahnya.
"Maaf kalau pertanyaanku menyakitimu,, "
"Ngga kok Mas,, Intan sudah kebal dengan cacian, makian serta ucapan yang lebih menyakitkan kok Mas,, "
"Teus gimana hubungan Mas dengan Ayu,,? "Abang pun diam.
"Aku aja ngga tau mau gimana, Ayu akan di jodohkan, kalau Aku menggagalkan rencana keluarga Ayu, Aku takut nantinya akan tidak baik baik saja,"
"Dan juga Karena Aku takut Ayu menolaku, dan ahirnya Ayu membenciku,, "
"Tapi sepertinya Ayu juga suka sama Mas,, "
"Apa dia pernah bilang padamu kalau dia suka sama Aku,,? "
"Ngga sih,, tapi di lihat dari cara Ayu menatap, berkata dan sikapnya sudah menujukan kalau dia suka sama Mas,, "
"Lebih baik Mas bilang pada Ayu tentang perasaan Mas, kalau pun Ayu menolak setidaknya Mas sudah mengatakan isi hati Mas, jadi ngga merasa penasaran lagi,, "
__ADS_1
"Apa itu harus,, sejujurnya Aku ngga pernah yang namanya pacaran, jadi cara mengutarakanya pada Ayu aja Aku ngga bisa dan bingung mau dari mana mulainya,, "
"Ya ajak lah Ayu ngobril berdua dan bilang saja apa yang Mas rasakan pada Ayu, tinggal deh nunggu jawaban Ayu nya,, "
"Bicara lebih gampang, prakteknya itu yang susah, kalau ingin bilang itu kenapa mulutku rasanya kaku,, "Intan pun tersenyum mendengar perkataan Abang.
"Kalau ngga berani coba aja lewat pesan bilangnya, dan bilang juga kalau Mas ngga berani ngomong secara langsung, itu ide bagus kan,, "Abangpun menganggukan kepalanya.
"Mas,, Sifa tidur tuh,, sinih Intan tidurkan dulu,, "sambil mengambil Sifa dari gendongan Abang.
"Makasih yah kamu mau menjadi teman curhatku, karena Aku bingung mau curhat kesiapa,, "setelah Intan menidurkan Sifa.
"Iya Mas, Intan juga seneng kok jadi teman ngobrol Mas,, "Abang pun tersenyum.
"Besok siapa yang akan jagain Sifa kalau kamu kerja,, ?"
"Intan sudah dapat orang yang mau ngasuh Sifa kok Mas,, dia Ibu pemilik Kos ini,, "
"Sukur lah kalau sudah dapat,, Ini dah malam, Aku pamit yah,, "
"Iya Mas,, hati hati di jalan,, "
"Oh iya,, Aku minta no telfonmu apa boleh, siapa tau Aku butuh teman curhat, jadi bisa telfon kamu,, "
"Boleh,, mana hpnya sinih Intan masukin no nya,,"Abang pun memberikan hpnya pada Intan. Dan intan pun memasukan no tlfonya langsung.
Setelah itu Abang pun pulang ke rumah.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan votenya,, trmaksh...