
Vian dan Ana sedang memadu kasih, saat Vian akan melakukan tembakan, Ana yang merasakan milik Vian sudah mau menembak langsung berkata.
"Kak,, keluarkan di luarr,, Kaka ngga pakai pe,, pengamann,, "Tapi Vian tidak mendengarkan omongan Ana, Vian lalu menembakanya di dalam,karena merasakan kenikmatan.
"Kakaaa,, kamu tuh iihhh,, "Vian lalu di dorong dan ahirnya milik Vian pun terlepas, Ana bangun dari tempat tidur dan langsung menuju kamar mandi.Ana lalu jongkok agar lahar Vian keluar.
Vian memang biasa pakai pengaman, tapi tadi pengamanya habis, jadi tadi Ana dan Vain sudah perjanjian untuk membuangnya di luar, tapi ternyata Vian karena merasa keenakan, membuangnya di dalam.
"Kaka tuh gimana sih, udah di bilang buangnya diluar juga,, "saat Ana keluar dari kamar mandi sambil ngomel.
"Maaf sayang, tadi Kaka ngga bisa narik keluar, karena enak banget,, "sambil bangun dari kasur dan mendekati Ana.
"Nanti kalau Ana hamil gimana,,,"
"Ya ngga gimana gimana lah Yang,, orang ada suami kok bingung,, "
"Bukan gitu kaka,, Lala masih terlalu kecil untuk di kasih adek,, "
"Ya tapi kalau Tuhan kasih kita harus trima kan,, anak kan rezeki,, "
"Tau ah,, sanah bersih bersih, Ana mau pakai baju,, "
Ana lalu mengambil bajunya yang berceceran, setelah itu Vian masuk ke kamar mandi untuk bersih bersih.
Sedang di rumah Mamih ,Papih yang baru pulang kerja dan lihat ada cucunya langsung merasa senang.
"Ehh,, cucu opa ada di sini,, "kata Anton saat melihat Lala sedang makan di suapi oleh Vina.
"Iya Opa,, Lala dari tadi di sini,, "Vina yang menjawabnya, karena Lala mulutnya sedang penuh makanan dan hanya bisa senyum aja.
"Dari kapan Lala di sini Mih,, "tanya Anton sambil ikut dusuk di sofa.
"Dari tadi sore,, "
"Mau tidur sini apa di jemput,, "
"Kalau ngga rewel sih suruh nginep sini aja, tapi kalau nanti rewel kita yang antar Lala pulang,, "
"Oh gitu,, ya udah Papih mau mandi dulu yah,,"Vina menjawab Iya.
Sekitar jam 7 malam, Ali menelfon Anton dan menyuruh untuk main, karena Anton bilang ada Lala di rumahnya.
"Mih,,, kita ke rumah Ali yuk,, dia nyuruh main,"
"Boleh ayo,, Mamih bersiap dulu yah Pih, ini Lalanya tungguin dulu, "
"Iya,, "
__ADS_1
Lalu Vina pun bersiap siap, setelah siap mereka siap berangkat.
"Mamih sama Papih mau ke mana,,? "tanya Vino yang baru keluar dari kamar.
"Mau ke rumah Om Ali, kamu mau ikut ngga Vin,, "
"Malas ah,, ngapain nanti Vino di sana, cuman bengong doang,, "
"Ya udah kita berangkat yah,, "
Tapi di fikir fikir Vimo siapa tau nanti Ai ke sana, di sana kan ada keponakanya juga.
"Pih,, Mih,, tunggu, Vino mau ikut,,"
Lalu Vino langsung naik ke mobil.
"Katanya ngga ikut,, "kata Mamih.
"Lagian di rumah sendiri malas,, "jawab Vino.
Lalu mobilpun pergi. meninggalkan rumah, di jalan Lala rewel dan minta Su*su.
"Pih, kita mampir ke minimarket dulu, Mamih mau belikan Su*su buat Lala biar ngga rewel,,"
"Iya nanti di depan ada minimarket Papah berhenti,"
"Vin bantu Mamih yuk, Papih biar cari parkiran dulu,, "
"Tapi Mih,, "belum selesai Vino ngomong Mamih sudah memotongnya.
"Kamu ngga mau bantuin Mamih yang kerepotan gini,, "
"Iya iya,, Vino bantu,, "
Lalu Mamih dan Vino pun turun dari mobil, dan Lala di gendong oleh Vino.
Sampai di dalam Mamih membeli banyak cemilan dan su*su kotak, karena sekalian buat oleh oleh ke rumah Ali.
Vino melihat Ai, tapi. karena ada Mamihnya Vino pura pura ngga melihatnya, Ai juga melihatnya tapi Ai pun pura pura ngga lihat.
"Sudah kan Mih,, Vino keluar dulu yah, "
"Eh jangan,, sinih Lala sama Mamih, kamu yang bayar,, "
"Tapi Mih,, "
"Udah ayo,, "
__ADS_1
Sampai depan kasir, Mamih mengambil Lala daro gendongan Vino, dan Mamih. lalu melihat ke kasir dan. langsung faham ke Ai.
"Kamu adeknya Ayu kan,,? "saat Mamih melihat ke Ai.
"Iya Tante,, ini Lala yah tante,, "
"Iya ini Lala,, kamu kerja di sini,, "
"Iya tan,, tante belanjanya udah, ini aja,, "
"Iya itu aja,, "Ai lalu menghitung belanjaanya.
"Semuanya jadi 200 ribu tan,, "
"Oh Iya,, Vin tolong bayarin dulu yah, Mamih susah,, "Vino lalu mengambil dompetnya dan membayar.
"Kalau Ari sama adeknya, sukanya makanan apa ya Dek,,? "tanya Mamih. lagi pada Ai.
"Mereka sukanya biskut tante,, tante mau ke sana,, "
"Iya,, tante sama om mau ke sana sekarang, "
"Vin tolong ambilin biskut dong, mamih susah bawa Lala,, "
"Tapi Vino ngga tau Mih, Biskut yang kaya apa, yang merska suka,, "
"Dek,, kamu bisa tolong ambilin ngga, soalnya anak tante ngga tau, "
"Iya Tan saya akan ambilkan,, "Ai lalu. mengambilkan ke rak tempat Biskuit.
"Oh iya Vin, sanah bilang ke Ai ambil 4 bungkus, "
"Malas ah Mih,, "
"Vino,,, udah sanah,, "Vino ahirnya menurut, dan mendekato Ai.
"Ngapain kesini,,,? katanya radi ngga tau, "tanya Ai.
"Apaan sih,, orang Aku cuman mau bilang, kata Mamih suruh 4 bungkus biskutnya, "
Ai lalu memgambil 4 bungkus dan. langsung pergi.
"Dasar jutek,, untung cantik kalau ngga udah Aku lempar nih pake biskut,, "Ai yang bisa mendengar langsung menengok dan matanya melotot ke arah Vino.
Vino hanya tersenyum tipis melihat Ai yang menatapnya tajam.
Jangan lupa like komen dan votenya trimakasih...
__ADS_1