
Selesai makan kita pun langsung pulang, karena sudah cukup malam dan Anak anak pun sudah tertidur di gendongan para istri.
Sampai di rumah Ali, kita masuk ke kamar masing masing.Vina langsung mengganti baju Vian ,sedang Aku masuk kamar mandi untuk ganti baju juga bersih bersih. Setelah Aku bersih bersih sekarang gantian dengan Vina.
Aku menunggu Vina di atas kasur bersama Vian.
"Vin,, Mas kok kepikiran perkataan Ali yah,, "saat kita berdua sudah di atas kasur dan saling peluk.
"Perkataan Yang mana Mas,?"sambil mendongakan wajahnya.
"Yang kamu katanya kaya orang sedang hamil,, "
"Apa Mas ngga senang kalau Vina hamil,, "
"Bukanya ngga senang,, apa mungkin kamu hamil,, sedangkan kamu tau kalau Mas mandul,, "
"Kan semalam Vina dah bilang kuasa Tuhan kita ngga tau,, siapa tau ini anugrah yang Tuhan berikan untuk Mas karena kebaikan dan ketulusan hati Mas telah menyayangi Vian sebagai anak sendiri,, "
"Tapi Mas masih ngga percaya kalau kamu hamil sebelum di periksa,, "kataku.
"Kalau benar kamu hamil ini benar kan anak Mas,,? "
"Kamu fikir Vina selingkuh gitu Mas,,, "sambil bangun dari tiduranya.
"Bu,,, bukan gitu Vin, Mas hanya ngga percaya kalau Mas bisa hamilin kamu,, "sambil ku genggam tanganya,Aku salah bicara aduh,,,, dalam hatiku.
"Benar begitu,, Mas kan tau Vina ngga pernah pergi pegi dari rumah, kalau pergi juga kan selalu sama kamu Mas,, masa iya Vina hamil anak orang,, kamu tuh bikin kesel tau ngga Mas,, "sambil mata Vina menatap tajam ke arahku.
"Iya serius ,,Mas rasanya ngga percaya aja kalau kamu hamil anak Mas,, serius sayang,, "sambil ku peluk.
"Apa benar seperti itu tanda tanda orang hamil,, karena suka asinan buah bisa di bilang hamil gitu,,? "tanyaku.
"Vina juga sudah telat datang bulan sih Mas, jadi kemungkinan iya,, tapi kita jangan senang dulu ya Mas takut hasilnya ngga seperti yang kita mau, nanti kita kecewa lagi,, "
"Besok untuk pastiin kita ke dokter yuk, buat periksa,, "ajaku.
"Kita tespek aja dulu Mas,, kalau sudah pasti baru kita ke dokter,, "kata Vina.
"Ya udah besok kita tespek dulu aja,, "sambil ku tarik badan Vina biar tiduran lagi.
__ADS_1
"Sekarang lebih baik kita tidur aja yuk,, "kataku lagi ,dan kita pun tidur dengan saling peluk.
Aku terbangun dari tidurku saat mendengar orang muntah muntah, saat ku lihat tempat tidur sebelahku sudah kosong,lalu Aku bangun dan menuju kamar mandi, Aku melihat Vina yang sedang muntah muntah.
"Sayang,, kamu kenapa? sakit,,? "sambil ku pijit lehernya.
"Vina ngga papa Mas,, Mas keluar aja ini jorok dan jiji Mas,, "kata Vina.
"Udah ngga papa,, Mas ngga merasa jiji kok,, "sambil masih Aku pijit lehernya.
Setelah selesai muntah Vina langsung lemas dan merosot ke bawah, untungnya Aku tahan badanya.
Lalu Aku gendong menuju kasur, dan Aku juga menyelimutinya.
"Mas mau ambilkan minum dulu yah,, mau teh panas atau apa,,? "
"Vina mau air putih yang hangat Mas,, "
"Ya Mas ambilkan,, kamu tunggu sebentar yah,, "
Lalu Aku pun keluar menuju dapur dan mengambil air putih hangat, saat Aku lihat jam ternyata baru jam 4 pagi.
Aku masuk kamar lalu membantu Vina untuk minum.
"Mas harus apa sayang,, hemm, "sambil ku usap kepalanya.
"Vina pengin di peluk Mas,, "lalu Aku pun ikut berbaring dan langsung memeluk Vina.
Ya Tuhan,, semoga benar Vina sedang hamil anaku, trimakasih Aku panjatkan padamu ya Tuhan atas kepercayaanya padaku untuk memberiku seorang anak kalau benar Vina hamil,Aku sangat sangat bersukur. Dalam hatiku berkata.
Aku melihat Vina yang sudah tertidur pulas, saat Aku akan ikut tidur Vian pun menangis sepertinya ingin su*su.
"Apa sayangnya Papih,,, sinih gendong sama Papih yah,,, Vian mau susu yah,, ayo bikin sayang,, Vian sama Papih dulu yah Mamih biar tidur dulu,, "kataku mengajak bicara Vian sambil menuju dapur untuk bikin su*su.
Vian Aku gendong belakang sedang tanganku langsung membuat su*su, setelah selesai Vian Aku tidurkan di sofa dan sambil minum su*sunya.
"Mas Anton kok pagi pagi dah ada di sini, sama Vian lagi.Ada apa Mas,, ?"tanya Nana yang baru keluar dari kamarnya.
"Vian terbangun terus nangis dan pengin Su*su,ya Aku bikinin,"
__ADS_1
"Oh gitu,, balik ke kamar aja sanah Mas,, di sini kan dingin,, "
"Biar kita di sini aja dulu,, soalnya Vina baru tidur takut Vian rewel nanti Vina terganggu lagi tidurnya,, "kataku.
"Emang Vina kenapa Mas, kok baru tidur,,? "
"Dari tadi muntah muntah dan setelah itu kepalanya katanya pusing,, jadi biar Vina sekarang istirahat dan tidur dulu,, Vian sama Aku aja di sini,, "
"Vina kayanya hamil deh Mas,, kamu nanti jam 6 pagi ke apotik yang buka 24 jam Mas, beliin Vina tespek biar tau hasilnya,jadi bisa lebih hati hati nantinya,,"kata Nana.
"Iya nanti Aku belikan,, "jawabku.
"Mas kamu tuh ngapain sih kok malah di luar, sama Nana lagi,, orang Vina lagi sakit juga,,"tiba tiba Vina keluar dari kamar sambil marah dan masuk kamar.
"Vina sepertinya salah sangka deh Mas,, jelasin sanah, "Nana pun masuk ke dapur sedang Aku sambil menggendong Vian yang sudah tidur lagi pun masuk ke kamar.
"Sayang,,, kamu tuh kenapa marah marah kaya gitu,, Mas ngga enak tau ngga sama Nana,, "sambil ku tidurkan Vian ke kasur.
"Oh jadi Mas ngga enak sama Nana karena Vina marah,, jadi Vina harus diam dan ngga boleh marah kalau lihat Suami Vina sedang ngobrol sama mantanya,, Vina lagi sakit Mas,, kok malah di tinggal pergi,,"
"Vina,! kamu tuh ngomong apa sih,, ngga usah bahas yang sudah sudah Mas ngga suka,! "kataku sambil membentak karena Vina sudah kelewatan. dan Vina yang melihatku marah langsung kaget dan menangis, karena ini pertama kalinya Aku membentaknya.
"Sayang,, maaf Mas ngga bermaksud membentakmu,, "sambil Aku mendekatinya dan ingin memeluknya, tapi Vina menolak pelukanku.
"Tadi Vian nangis, dan pengin, Su*su,karena kamu baru tidur jadi Mas Ajak ke luar untuk minum Su*su,kalau di dalam takut ganggu kamu tidur sayang,, Mas ngga tega lihat kamu yang sedang tidur nyenyak jadi keganggu,,, saat Mas Sama Vian sedang di sofa Nana datang karena ini sudah pagi jadi dia ingin ke dapur memasak buat suami dan anaknya, dan tadi Nana hanya bertanya sedang apa, dan Mas pun jelasin ke adaan kamu, dan Nana juga menyuruh Mas untuk beli tespek hanya itu, sungguh Mas ngga bohong,, maaf kan Mas kalau buat kamu kesel dan marah ,,Mas sudah ngga ada rasa sama Nana, sekarang di hati Mas hanya ada nama kamu seorang,, percaya lah,,, "sambil ku ambil tanganya dan ku cium.
Nana pun menangis, dan Aku memeluknya.
"Maafin Vina ya Mas,, Vina salah,,, "
"Ngga sayang,, Mas ngerti kok,, lain kali jangan bicara kaya gitu lagi yah,, Mas ngga suka,, "Vina pun mengangguk.
Setelah Vina lebih baik, Vina pun menuju dapur dan meminta maaf pada Nana, dan Nana pun memaafkanya, karena kata Nana biasanya ibu hamil itu sensitif dan sifatnya selalu berubah ubah. jadi Nana memahaminya.
Setelah itu Aku pun pergi ke apotik yang 24 jam buka, Aku membeli tespek ada 3 macam dan beda merek.
Sampai di rumah Vina langsung mengambilnya dari tanganku dan langsung menuju kamar mandi, karena kata Vina dia sudah pengin kebelet pipis.
Aku berdiri di depan pintu kamar mandi, menunggu Vina keluar.
__ADS_1
Besok lagi..
Jangan lupa, like komen dan vote trimakasih...