Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Ayu Hamil


__ADS_3

Abang datang dengan membawa tespek 7 macam, semua yang di rumah hanya bisa geleng geleng kepala, karena tespek yang Abang beli dengan terpek yang berbeda juga harga yang cukup mahal.


"Mass,, belinya banyak amat sih,, "


"Ya,, biar bisa buat setok,, "


"Udah sanah di cobain Yang,, Mas pengin tau hasilnya,, "


"Bun,, emang ngga papa yah Ayu cek sekarang,, "


"Ngga papa,, sanah ke kamar mandi, biar Abang tau hasilnya,, "


"Tapi nanti kalau hasilnya tidak sesuai dengan yang kuta mau gi. ana, Ayu takut membuat semuanya kecewa,, "


"Yang,, tenang aja, kalau sampai belum jadi Mas siap lembur siang malam buat bikin lagi,dan sampai jadi kiki junor,, "


"Mass,, kamu tuh ih ngomongnya,, bikin malu aja,, "


"Hehee,, maaf Yang, Mas soalnya sangat bersemangat ,,"

__ADS_1


"Udah,, jangan debat, Ayu coba aja di tes dulu, biar kita tau hasilnya, "


Ayu lalu menurut dan masuk kamar mandi dengan membawa tespek yang paling bagus. Ayu di kamar mandi cukup lama, sampai yang di luar menunggu dengan rasa penasaran.


"Abang memang udah pengin punya anak,, kalian baru nikah loh, dan pacaran pun tidak,apa ngga pengin kalian nikmatin kebesamaan kalian dulu, ya seperti pacaran halal gitu lah,, "kata Ayah.


"Iya sih benar kata Ayah, tapi Abang suka sama anak kecil Yah, kayanya seneng deh kalau pulang kerja di rumah ada yang nyambut anak sama istri gitu,, "jawab Abang.


"Tapi nanti kalau Abang punya anak tanggung jawabnya lebih besar lagi dan harus benar benar bisa menjadi kepala rumah tangga yang tegas juga penyayang,, "


"Iya Yah,, Abang sudah tau itu, Abang kan ngelihat Ayah, gimana Ayah menjadi kepala keluarga yang baik, perhatian dan sayang sama istri dan anak anaknya,Abang pun akan seperti Ayah,, Ayah adalah contoh bagi Abang,, "Ayah hanya tersenyum dan mengangguk.


"Bukan di jodohkan Kak, tapi panjang deh ceritanya,tapi intinya dulu itu Abang dan Kak Ayu sebenarnya mereka saling suka, tapi ngga ada yang berani ngungkapin, sampai ahirnya kak Ayu mau nikah, tapi entah ada kejadian apa gitu, pernikahan kak Ayu di batalkan, jadi Abang dengan gagahnya berani ngomong ke orang tua kak Ayu untuk menggantikan pengantin prianya, dan mereka pun menikah deh,, "Ana yang menjawab rasa penasaran Diah. Diah langsung diam sambil menatap ke arah Abang. Sedang Abang yang di tatapnya hanya cuek saja.


Ahirnya Ayu keluar dari kamar mandi, sambil cemberut, Abang yang sedikit paham kalau Ayu sedang tidak baik baik saja langsung mendekatinya.


"Kalau belum jadi ngga papa, Mas ngga kecewa kok,, kita bisa terus coba kan,, "sambil mendekati Ayu dan memeluknya.


Ayu lalu memberikan tespeknya pada Abang, dan saat Abang melihatnya ternyata dua garis merah, Abang yang tadinya wajahnya datar langsung tersenyum.

__ADS_1


"Bun,, ini tandanya apa, apa tanda Ayu hamil Bun,, "langsung memeberikan tespek pada Bunda.


"Kalau garis merah begini ya berarti Ayu hamil Bang,, "


"Apa,, benar itu Bun,, Ayu hamil Bun,, "


"Iya,, "Abang langsung memeluk Ayu, dan. menciumi wajah Ayu tanpa ada rasa malu di lihat keluarga di situ.


"Trimakasih sayangg,,, Mas sangat bahagia,, kita akan jadi orang tua,, ya Tuhan terimakasih,,,, "sambil terus memberi ciuman ciuman di wajahnya.


"Udah Mas,, malu di lihatin sama semuanya,, "kata Ayu.


Abang yang sadar langsung menghentikanya.


"Selamat ya Bang,, kamu. mau jadi Ayah,, "


"Terimakasih Yah, dan selamat juga buat Ayah mau jadi kakek,"Ayah dan Anak itu pun berpelukan dengan tertawa bahagia.


Setelah itu Bunda, Ana dan Diah juga memberi selamat pada Abang dan Ayu.

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...


__ADS_2