
"Kita tidur yuk,sudah malam,,, "kataku pada Vina.
"Iya Mas,, "lalu kita pun menuju kamar untuk tidur.
Aku membantu Vina untuk mengatur posisinya agar nyaman untuk tidur, setelah itu Aku baru naik ke kasur.
"Aawww,,,"kata Vina sambil mengusap perutnya.
"Kenapa,,, ?"tanyaku yang langsung kaget mendengar Vina kesakitan.
"Dede nendang nih Mas,,, "Aku lalu ikut mengusap perut Vina yang menjadi keras.
"Dede kenapa sayang,,"sambil ku usap tapi dede bergerak lagi dan Vina kesakitan lagi.
"Sayang,, udah malam.sayang Papih bobo yah,, ini Mamih kesakitan loh,, Papih usap usap yah,, sayang bobo,, besok Papih ajak ngobrol lagi ok,, "kataku mengajak ngobrol dede di dalam perut Vina, sedang Vina tersenyum melihat tingkahku.
Cupp..
Aku cium bibir Vina sekilas, karena Vina tersenyum di depanku membuatku gemas.Vina yang kaget atas ciumanku langsung menunduk karena malu.
Setelah Dede dalam perut tenang Aku pun menyuruh Vina untuk tidur.
Pagi harinya Aku bersiap untuk berangkat ke kantor, dan sekarang sedang memakai sepatuku.
"Mas,, Vina minta uang buat Bu Atun belanja kepasar ada ngga uangnya,, "dengan pelan Vina bilang padaku.
"Ya Tuhan Mas lupa, kamu nanti ambil aja di lemari paling atas ,dan ada kotak kamu ambil aja semau kamu mau berapa yah,, Mas berangkat dulu,,"sambil jalan keluar dari rumah.
Lalu Vina mencium tanganku dan Aku mencium kening juga perutnya.
Setelah itu Aku masuk mobil dan berangkat ke kantor, karena Aku sudah kesiangan.
(Ini Aku ambil berapa lembar yah, uangnya kok banyak gini sih Mas Anton,,Aku ambil 5 lembar aja deh,)saat Vina ambil uang di kotak di lemari Anton.
Sampai di kantor Aku biasa kerja dengan Ali,kita selalu kompak.
Saat kita sedang bekerja Ali di panggil ke ruangan Pak Direktur,dan Ali pun langsung pergi.
Sekitar setengah jam Ali datang dengan wajah yang sulit di artikan.
"Ada apa kamu di panggil Pak Direktur,? "tanyaku.
__ADS_1
"Aku akan di pindahkan ke anak canbang yang di daerah jogja,,"
"Trus kamu mau,,,? "tanyaku lagi.
"Aku belum ambil keputusan karena Aku harus minta persetujuan Anak dan istriku dulu,mereka mau ngga kalau pindah ke sana, "jawab Ali.
"Oh jadi kalian pindahnya sekeluarga gitu,, "Ali pun mengangguk.
"Kalau itu menurutmu lebih bagus dan ada kenaikan jabatan ya mending terima aja, soalnya kalau kamu tetap di posisi ini dan anakmu makin banyak, pasti biaya hidup juga makin banyak, belum nanti kalau anakmu sekolah, pasti akan tambah banyak biyaya,mending ambil aja, pasti gajih kamu juga naik, sekarang ini cari uang lagi susah,kamu jual gambar aja lagi susah kan,, "
"Benar katamu Ton, nanti Aku akan bicara pada Nana, semoga dia mau untuk pindah,, "Aku pun mengangguk.
Sekarang sudah Jam pulang kerja,Aku pun langsung pulang karena Ibuku akan datang. sampai rumah Aku sudah di sambut Vina dengan senyum manisnya.
Kita pun masuk ke dalam dan menuju kamar.
"Mas,, tadi Vina ambil uangnya 5 lembar yang warna merah, dan sisanya ini tinggal satu lembar warna biru,, "kata Vina sambil memberikan uangnya padaku.
"Kenapa di kasih sama Mas, ya udah pegang aja, besok besok kalau butuh uang mau beli apa aja ambil aja yah di tempat tadi, itu uang memang Mas siapkan untuk kamu, karena kalau kamu Mas kasih ATM kan belum bisa keluar rumah,makanya Mas siapkan uang ces, "sambil Aku buka baju.
"Udah selesai belum masaknya,,? "tanyaku lagi.
"Banyak banget masaknya,, kamu ngga kecapean kan,, "sambil Aku ikut duduk di sofa dekat Vina.
"Ngga,, Mas mau Vina bikinin minuman ngga,,? "
"Ngga usah,, kamu sini aja Mas kangen banget hari ini sama dede,,"sambil kepala Aku tidrurkan dipangkuan Vina. lalu Aku ciumi perutnya, rasanya sekarang sudah jadi kebiasaanku selalu ngajakin dede ngobrol.
"Oh kangenya sama Dede aja nih, sama Mamihnya ngga,,"sambil cemberut.
"Hahaa,,, kamu cemburu nih sama anak sendiri,, iya Mas juga kangen sama Mamihnya dede,, "sambi ku ambil tanganya lalu Aku cium.Vina pun tersenyum dengan manisnya. membuatku makin suka.
"Mas,,, udah sore mandi gih,, nanti keburu Ibu datang loh,,, "
"Ibu masih lama, orang tadi Ibu nelfon katanya baru mau jalan,,"
"Tapi Mas bau asem ih,, belum mandi,ngga pakai baju lagi,,sana ah mandi dulu biar wangi,, "
"Ya udah deh,, Mas mandi dulu, tapi cium dulu,, "sambil Aku menujukan pipiku dengan jari.
"Masss,,, ih malu tau,, "
__ADS_1
"Malu sama siapa, ayo cium kalau ngga Mas ngga mandi mandi nih,, "
Saat Bibir Vina mau mendekat, Aku langsung berbalik jadi ciumanya bibir ketemu bibir, dan Aku langsung melu*atnya sambil tengkuk belakang Vina Aku tahan.
"Masss,, kamu tuh iseng banget ih,, "setelah Aku lepaskan ciuman ku dan Aku langsung berlari masuk kamar mandi sambil tertawa puas bikin Vina salah tingkah.
Selesai Aku mandi Aku dan Vina menunggu kedatangan Ibu di ruang tv sambil duduk di sofa.
"Mas,,, Vina takut,, "saat ini kita duduk di sofa dan kepala Vina sambil bersender di dadaku.
"Percaya sama Mas,, semua akan baik baik saja,, Mas ngga akan biarkan kamu sedih,, "sambil ku cium kening Vina.
"Janji ya Mas,, Mas ngga akan tinggalkan Vina,, "
"Iya Mas janji,, sudah jangan di fikirkan,, "
Waktu pun cepat berlalu, dan jam sudah menujukan pukul 7 malam. suara pintu yang di ketuk pun terdengar.
Aku langsung membukakan pintu sedang Vina Aku suruh tetap duduk di sofa ruang tv.
"Malam Bu,, gimana kabar Ibu,, "sambil Aku memeluk ibuku.
"Ibu sehat,, gimana kabar kamu sayang,, "
"Anton juga sehat Bu,, "sambil melepaskan pelukan.
Lalu Aku juga berjabat tangan dengan suami adiku.
"Ayo masuk,, Ibu sama Adek duduk gih,, "
"Katanya kamu mau kasih kejutan buat Ibu, apa itu,,? "saat ibu sudah duduk.
"Iya Bu,, Anton punya kejutan,,, tunggu bentar ya Bu,, "lalu Aku masuk ke dalam memanggil Vina.
Aku menggandeng Vina menuju ruang depan, tangan Vina sudah sangat dingin, tapi Aku selalu memberinya semangat supaya tenang.
"Ibu,,, adek ini kenalin Istri Anton dan namanya Vina,, "Aku melihat wajah Ibu yang sangat kaget, mata Ibu melihat Vina dari atas sampai bawah, Vina dengan pelan menganggkat wajahnya sambil tersenyum
Maaf kalau ada typo,,
jangan lupa like komen dan vote,, makasih..
__ADS_1