Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Curhatan Anton Yang Menginginkan Keturunan


__ADS_3

"Mass,,, Sarapan udah siap, kita makan yuk, "kataku saat masuk ke kamar dan sudah melihat Suamiku yang sudah rapi untuk berangkat kerja.


"Iya Sayang, "sambil membawa tas yang selalu di bawa untuk bekerja, Suamiku keluar dari kamar.


"Bau nasi goreng nih,,,? "


"Iya Mas,,, tapi ngga ada kerupuknya,ngga papa ya Mas, "karena Suamiku paling suka makan nasi goreng dengan kerupuk.


"Iya ngga papa, ini aja sudah enak, "Aku pun mengambilkan nasi goreng ke dalam piring suamiku.


"Mas,, Nana boleh tanya Ngga? "


"Tanya apa Sayang,, hemmm, "sambil suamiku mengunyah makananya.


"I,, tu waktu di rumah sakit Nana denger waktu Mas bicara dengan Ibu masalah Nana yang ikut program hamil, dan Mas bilang 2sampai 3 bulan Nana akan hamil, kenapa Mas bilang begitu sama Ibu, "kataku sedikit menundukan wajahku.


Suamiku lalu berhenti menyuapkan nasi ke mulutnya, lalu menatapku.


"Maaf,,, maafkan Mas, Mas bicara seperti itu karena tidak mau Ibu terlalu memikirkan tentang masalah anak, itu perkataan Mas keluar begitu saja,"


"Tapi itu nantinya juga akan jadi masalah besar Mas, nanti saat waktu sudah 2 sampai 3 bulan Nana ngga hamil, gimana. Apa Mas akan menceraikan Nana seperti keinginan Ibu, "


"Kamu ngomng apa sih Yang, ngga mungkin Mas akan ceraikan kamu,,, "sambil nada suara Suamiku sedikit keras.


"Trus kita harus gimana,,, "kataku yang matanya sudah berkaca kaca.


"Mas akan berterus terang pada Ibu kalau Mas yang mandul, "Ahirnya air mataku jatuh juga. Lalu Suamiku datang mendekat padaku dan langsung memeluku.


"Percaya pada Mas,,jangan takut semuanya akan baik baik saja, kita akan hidup bahagia sampai tua dan takan terpisahkan, "Aku makin mengencangkan pelukanku pada Suamiku.


"Udah jangan menangis,, Mas mau berangkat kerja dulu yah, udah siang, "sambil mengusap air mataku di pipi.


Aku mengantarkan Suamiku sampai ke depan dan setelah mobil pergi menjauh Aku langsung masuk rumah, dan akan bersih bersih.


.


.


.


Di Tempat Lain

__ADS_1


"Pagi Ton,,, "sapaku saat Anton duduk di kursinya.


"Pagi,, "jawabnya yang sedikit lemas.


"Kenapa kamu Ton, lemes amat ngga dapet jatah yah,, ?"tanyaku. sambil tertawa karena Anton sangat tidak bersemangat.


"Breksek kamu Al,,, "jawabnya sambil melempar kertas ke arahku yang masih tertawa.


"Ibumu dah sembuh,,, ?"Anton sudah 3 hari ini ngga masuk kerja karena menjaga Ibunya yang sakit.


"Sudah,,, "jawabnya Sambil menyalakan komputer.


"Oh Iya Ton, kita nanti ada tugas lapangan. sekitar jam 10 aja kita nanti perginya, "kataku.


"Akan ke daerah mana nih yang akan kita tuju nanti,,? "


"Daerah Barat, "jawabku.


"Berarti yang dekat dengan rumahku ini mah,, "


"Iya emang, napa,,? bisa pulang yah buat ketemu Istri minta jatah,,, "Sambil Aku tersenyum lagi.


Kita berdua pun langsung lanjut kerja, dari kemaren saat Anton libur kerjaanku numpuk, tapi sekarang Aku sedikit santai karena dia dah masuk kerja.


Sekitar setengah 10 kita bersiap untuk ke lapangan, setelah menghadap atasan terlebih dulu pastinya.


"Pakai mobilmu aja ya Al,, "


"Iya udah ayok,,, "


Kitapun langsung meluncur tancap gas. saat di Mobil Anton menelfon Nana. Dan mengatakan akan pulang untuk makan siang. Aku mendengar suara Nana yang mengatakan ok.


"Hidup kamu enak banget ya Ton,punya Istri cantik,baik dan pengertian lagi sepertinya,, "kataku.


"Apa kamu melihat rumah tanggaku bahagia Al,, "Aku langsung melihat ke arah Anton sambil menjawab IYA.


"Tapi rasanya masih belum lengkap dan kurang sempurna Al rumah tanggaku, karena kita belum mendapatkan turunan, "


"Tanang aja Ton,, banyak kok orang di luar sana yang menikah cukup lama tapi belum mendapat kan keturunan dan karena tetap berusaha juga berdoa ahirnya di beri keturunan juga, kamu harus sabar aja semoga kamu juga suatu saat nanti akan mendapatkan keturunan, "Aku mencoba menghiburnya, karena Anton tiba tiba merasa sedih.


"Tapi sepertinya itu tidak mungkin buat ku Al,,untuk mendapatkan keturunan, "

__ADS_1


"Jangan berkata begitu Ton, Tuhan lah yang maha memberi dan mengatur semuanya, kamu hanya perlu bersabar dan menunggu, "


"Tapi kenyataanya Tuhan ngga seadil itu padaku Al,, "


"Kamu tuh kenapa sih Ton, kok kamu jadi menyerah begitu, Tuhan lebih tau yang terbaik untuk kita, jadi kalau Tuhan belum memberimu seorang keturunan pasti ada rencana Tuhan yang indah untukmu, "Aku melihat Anton yang geleng geleng kepala. sambil menundukan mukanya.


"Udah kita jangan bahas ini, kita bentar lagi sampai, jangan sampai mukamu tidak bersemangat begitu untuk kerja, nanti takutnya malahan berimbas pada kerjaan kita, "kataku.


Dan Anton mengusap wajahnya dengan kasar dan mengambil minum di kursi belakang, karena mobilku ini selalu tersedia minum.


Kita pun sampai di lapangan tempat kita akan menyelesaikan pekerjaan.


Sekitar 2 jam Ahirnya pekerjaan kita pun selesai. Anton langsung mengajaku untuk ke rumahnya.


"Udah waktunya makan siang nih Al, ayo kita kerumahku untuk makan siang, "


"Serius nih Aku di ajak untuk makan siang di rumah mu Ton, ?"


"Iya lah,, tenang aja gratis kok,, "kita berdua langsung tertawa bersama.


Saat sampai di rumah Anton kita langsung turun dari mobil, saat akan masuk ternyata hpku tertinggal di mobil, jadi Aku pun kembali ke mobil untuk mengambilnya.


Setelah hpku ambil, Aku langsung masuk rumah Anton, tapi saat sudah di dalam Aku melihat Anton dan Nana yang sedang berpelukan di ruangan depan.


Kenapa rasanya dadaku sesak yah, melihat mereka saling berpelukan, Aku melihat ke arah Nana yang sepertinya sangat manja.hanya menggunakan celana pendek di atas lutut dan kaos yang cukup ketat.Karena Aku melihat posisi mereka bepelukan dengan posisi pinggir, jadi Aku bisa melihat kalau mereka sangat menikmati pelukan itu.


"Maaf,,, bisa di lanjut nanti ngga kalau Aku pergi, mataku ternoda nih,, "kataku dan mereka berdua pun melepaskan pelukan mereka.


"Kok mas Ngga bilang kalau mau ajak Mas Al sih,,, "sambil Nana kelihatan malu.


"Gimana mau ngomong, orang Sayang langsung memeluk Mas dan menciumi Mas, ya ngga sempat bicara lah, "Nana langsung melotot ke Anton.


"Iihhh,, Mas ngomngnya,, Nana malu tau, Ya udah kita langsung makan aja,, "Lalu Anton mengajaku untuk masuk ke dapur dan menuju meja makan.


Kita bertiga ahirnya makan siang bersama. Aku sesekali mencuri pandang pada Nana yang sedang makan, seperti biasanya dia selalu meladeni Anton dengan telaten.


Selesai makan kita langsung pergi karena waktu istirahat sudah habis.


**Ayo dong kak votenya bagi buat aku, biar aku tambah semangat nulis...


Jangan lupa untuk like, komen dan votenya ya kaka.. Trimakasih**

__ADS_1


__ADS_2