
VINA
Setelah 1 bulan ini Mas Agus pergi meninggalkanku dan juga anaknya yang masih dalam kandunganku untuk selama lamanya ,Aku mencoba terus untuk mengiklaskanya, memang benar kata Mas Anton mungkin ada rencana yang lebih indah untuku dan anaku dari Tuhan, Aku pun mencoba untuk tidak selalu sedih dan memikirkanya, Aku harus tetap sehat dan kuat demi anaku.
Lalu Mas Anton memutuskan mengajaku untuk menikah, Aku pun sampai tak bisa tidur untuk mencari jawaban yang terbaik untuku dan anaku kelak. dan sampai ahirnya Aku memutuskan untuk menerima ajakan Mas Anton untuk menikah denganya, karena di satu pihak Alm Mas Agus pun menyuruhku untuk menikah dengan Mas Anton dan yang keduanya anaku butuh sosok Ayah untuk menjaganya, melindunginya dan memberi kasih sayang. soal cinta bagiku itu pasti bisa datang dengan sendirinya walau Aku juga belum tau itu kapan datangnya.
Aku sekarang sudah sah menikah dengan Mas Anton secara agama, dan nanti setelah lahiran kata Mas Anton akan melngsungkan nikah resminya, Aku hanya menurut saja karena asalkan kita sudah ada setatus jadi merasa lega, karena takut warga dan tetangga berfikiran jelek tentang kita.
Setelah menikah Mas Anton makin perhatian, mungkin karena dia juga merasa di beri tanggung jawab oleh Alm Mas Agus untuk menjagaku dan anaknya. Aku sangat menghormatinya karena dia mau dengan besar hati menerimaku dan anaku sebagai istri dan anaknya.
Saat Mas Anton bilang akan pindah ke kota, Aku sedikit kaget karena Mas Anton tidak pernah mengatakan kalau kita akan pindah, saat tau alasanya Aku mengerti, karena kita sama sama ngga saling cinta dan kita sepakat akan memulainya dari awal, jadi Mas Anton pun akan mengajaku untuk ke kota, dan supaya Aku juga tidak selalu teringat dengan Alm Mas Agus kalau tetap di sini.
Hari keberangkatan ke kota pun datang, Aku sebenarnya sedikit takut, bukan takut karena naik pesawat atau perjalanan jauh, tapi takut nanti ngadepin ibu Mas Anton, karena dari yang Aku dengar dari Alm Mas Agus, ibu Mas Anton itu sangat keras dan sepertinya galak, Mba Nana mantan istri Mas Anton saja yang katanya sangat sabar ahirnya sampai menyerah, apa lagi nanti kalau ibunya Mas Anton tau kalau anaknya menikahi wanita yang sedang hamil dan bukan darah daging Mas Anton, itulah yang Aku takutkan, walau Mas Anton sudah bilang akan mempertahankan Aku tapi rasa takut tetap ada. Semoga Tuhan selalu melindungiku dan juga anaku agar selalu bahagia.
Saat Sampai di depan rumah Mas Anton Aku sangat kaget, Aku tak menyaka kalau Mas Anton itu orang kaya, rumah yang besar dan mewah ada di depanku, dan juga ada mobil mewahnya.kakiku sampai tidak bisa bergerak karena kaget, Mas Anton itu Aku pikir hanya orang yang biasa maksudnya ngga miskin juga ngga kaya, sedang sedang aja lah, karena dari penampilanya Mas Anton itu orangnya sangat sederhana, tidak menampilkan bawa dia itu orang kaya.
__ADS_1
Mas Anton lalu menggandeng tanganku untuk masuk, saat masuk ke dalam rumahnya Aku pun sangat kagum, cukup bagus elegan dan rapi. Aku melihat sekeliling tapi Aku tak menemukan pajangan foto satu pun, Aku pun tidak berani bertanya takutnya di kira lancang.
Dan Mas Anton mengatakan kalau kamarku ada di bawah dan kamarnya dia ada di atas, apa berarti Mas Anton ingin kita pisah kamar, Apa mungkin Aku tidak pantas untuknya, karena Aku hanya orang biasa, karena Mas Anton lah yang mengatakan ingin memulainya dari awal kenapa dia ngga mau belajar untuk mendekatkan diri, justru kita akan pisah kamar, Dan Aku langsung mengatakan apa yang ada di fikiranku.
Ternyata Mas Anton mengira Aku lah yang takutnya ngga mau tidur satu kamar denganya, Aku pun menganggukan kepalaku saat Mas Anton menanyakan apakah mau tidur denganya satu kamar, dan Mas Anton langsung memeluku dan berterimakasih. Soal Mas Anton yang katanya mandul itu bagiku sama sekali ngga masalah,karena ada Tuhan yang tau akan setiap doa hambanya yang tulus dan berusaha untuk mendapatkan keterunan.
Aku terbangun saat ada suara pintu terbuka.
"Udah bangun,,? "Aku pun mengangguk.
"Sudah jam berapa Mas,,? "sambil Aku bangun dari tiduranku dan bersandar pada sandaran kasur.
"Vina tidurnya lama juga ya Mas,, "kataku, mungin karena kasur yang empuk dan nyaman juga ada AC jadi enak buat tidur.
" Iya lama, Saya kesini dua kali aja kamu ngga bangun bangun.,sekarang kamu mandi gih, jangan mandi terlalu sore ngga baik buat Ibu hamil,, "
__ADS_1
"Mas udah mandi,, "Mas Anton pun. mengangguk.
Aku yang akan turun dari kasur agak kesusahan, Mas Anton datang mendekat dan membantuku. Lalu Aku meminta tolong untuk membukakan koperku.
Saat koper terbuka, ternyata yang terlihat pertama adalah baju dalamanku semua, Aku sungguh malau, Mas Anton jadi melihat baju dalamku.
"Maaf Mas,,," sambil Aku sedikit ke susahan saat jongkok karena langsung menutup dalamanku dengan kain.
"Kenapa,, ngga usah malu gitu, mulai sekarang biasakan aja, Saya ngga papa,, "Aku pun mengangguk sambil menundukan wajahku.
Lalu Aku yang akan berdiri ke susahan Mas Anton membantuku, Aku merasa ngga enak tapi mau gimana lagi, memang Aku butuh bantuanya.
Setelah Aku mengambil baju Aku pun masuk kamar mandi, dan sebelum masuk Mas Anton mengusap perutku.
"Dede mandi dulu yah,,, nanti habis mandi kita makan, Papih udah beliin makanan yang enak,, "lalu perutku di ciumnya, tiba tiba badanku seperti panas dingin, dan degdegan.
__ADS_1
Maaf kalau ada typo,,
Jangan lupa like komen dan votenya,, trimksh..