
Vian menyemburkan laharnya di berut Ana, dan untung saja tidak sampai keluar di dalam rahim Ana, kalau sampai itu terjadi dan ibu ibu negara tau bisa bisa Vian dapat omelan.
Vian lalu menjatuhkan badanya di kasur sampin badan Ana, sedang Ana yang melihat perutnya banyak semprotan dari milik Vian langsung mengambil tisu untuk mengelapnya.
"Kak,, ambilin tisu, Ana mau lap ini dulu, "sambil menujuk ke perut. Vian pun mengambilkan.
Ana mengelapnya, tapi dengan tiduran karena Ana merasa lemas dan inti miliknya terasa nyeri.
"Kak,, tolong buangin ke tong sampah yah,, "sambil menujuk kumpulan tisu.
"Iya nanti Kaka buangin,, mau minum ngga,,? "
"Iya kak, Ana mau minum. Ana haus,, "
"Iya kaka ambilkan,, "Vian turun dari kasur, lalu. mengambil minum, Ana minum cukup banyak lagi.
"Kak,, ininya Ana sakit banget,, "
"Iya,, kaka juga tau pasti itu sakit, tapi besok besok ngga kok, kalau kita sering melakukanya,, "
"Tapi ini Ana pengin pipis, dan Ana susah untuk bangun,, "
"Ya udah kaka gendong sinih,, "Ana pun mengangguk.
Lalu Ana di bantu Vian untuk duduk dulu, setelah itu di gendongnya Ana oleh Vian menuju kamar mandi.
__ADS_1
Di kamar mandi Ana di letakan di kloset, dan Ana langsung pipis.
"Kakk, perihhhh,,, "rintih Ana saat pipisnya keluar.
"Siram air sayang biar ngga perih yah,, "Ana pun menurut, dan langsung menyiram air menggunakan semprotan.
Ana juga mencuci perutnya bekas yang tadi terkena tumpahan lahar milik Vian. Setelah bersih Vian menggendong Ana lagi menuju kamar.
Sampai di kamar Ana di tidurkan lagi di kasur. "Kak tolong ambilin baju Ana yang di tas yah,"
"Kita ngga lanjut lagi,, "
"Besok lagi aja ya Kak,Ana benar benar sakit,,"
"Ana sakit ah,, ngga mau besok lagi aja,,"sambil menutup badanya dengan selimut. sambil menangis.
Vian langsung membuang nafasnya kasar.
"Ya Udah kalau masih sakit kita lanjutin besok, sekarang tidur yah ,udah jangan menangis, kaya anak kecil aja sih,, "Sambil mengisap kepalanya Ana.
"Lagian sih Kaka tadi bikin kesel,, "
"Iya,, maaf, udah yah,, "Ana lalu mengusap air matanya.
Vian membuka tas baju, dan mengambilkan baju untuk Ana.setelah itu membantu Ana memakai bajunya.
__ADS_1
"Ana tidur yah, Kaka mau ke bawah dulu, "
"Mau ngapain,,? "
"Mau lihat keluarga kita masih ada di bawah atau ngga,, "
"Ngga usah,, kaka tetap sini aja, ngga usah pergi ah, ngapain sih ke sana, "
"Kaka cuman bentar aja kok,, "
"Ngga boleh, Ana tuh takut kak,, "
Ahirnya Vian pun tidak jadi pergi Vian lalu naik ke atas kasur, dan Ana langsung memeluknya, Vian hanya memakai celana pendek saja, tidak memakai baju.
Ana memeluk Vian dan wajahnya di benamkan di dada Vian. mereka berdua ahirnya tertidur karena sudah sama sama mengantuk dan cape.
Pagi harinya Vian bangun duluan, dan saat mata terbuka Vian langsung melihat wajah Ana di depanya, Vian tersenyum karena merasa bahagia ahirnya sudah resmi menikahi wanita yang selama ini di cintainya.
Tangan Vian mengusap wajah Ana, dan lalu mencium keningnya. milik Vian yang di bawah ternyata sudah bangun, dan Vian merasakan rasanya tidak nyaman.
Vian lalu turun dari kasur dan menuju ke kamar mandi dulu,Vian mau pipis. Setelah pipis Vian langsung masuk ke selimut dan di dalam selimut rupanya sambil membuka celana Ana, karena Ana tidak memakai celana tipisnya, membuat Vian makin gampang melakukan yang Vian inginkan.
Vian lalu membuka kaki Ana, setelah terbuka, tanpa menunggu lama Vian langsung mengunakan lidahnya untuk bekerja.
Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih...
__ADS_1