Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Anton Ingin Bertemu


__ADS_3

Hari hari pun cepat berlalu, dan begitu juga bulan,sekarang usia kandunganku sudah memasuki usia 7 bulan, dan hari kemarin sudah di adakan acara 7 bulanan untuk kehamilanku ini. Ibu mertuaku yang sangat antusias sekali dengan acara kemarin, Aku hanya di suruh duduk tidak boleh melakukan pekerjaan apa apa, dan Aku pun menurut dari pada Ibu marah kalau Aku ikut membantunya.


Ibu dan Mas Al sangat menyayangiku, apalagi kiki sekarang setiap hari selalu mengajak dede bayi dalam perutku bicara, karena kita semua sudah tau jenis kelamin dede yaitu Cewe, seperti keinginan kiki jadi dia paling suka mengajaknya bicara.dan setiap di ajak bicara Dedenya selalu merespon dengan bergerak gerak membuat perutku sedikit sakit dan keras.


Siang ini kita berempat sedang berkumpul di ruang tv, sambil menonton. hp Ibu berbunyi tanda panghilan dan ternyata dari sodara Ibu.


Selesai Ibu menelfon,Ibu mengatakan kalau adek Ibu masuk rumah sakit lagi, dan sekarang justru kritis.


Ibu pun akan pergi lagi, Aku merasa sedih karena Aku bentar lagi mau lahiran tapi Ibu justu pergi.


"Ngga usah nangis Na,, nanti kalau Nana lahiran Ibu pulang kok, makanya doain Tante supaya cepat sehat jadi Ibu bisa cepat pulang, "saat ini Aku sedang menemani Ibu membereskan bajunya di kamar, tapi Air mataku ngga mau berhenti karena merasa sedih.


"Iya Bu,, Nana akan selalu mendoakan Tante biar cepat sembuh, Agar Ibu cepat pulang,, "jawabku.


Ibu akan di antar ke bandara karena tadi Mas Al langsung memesan tiket pesawat untuk keberangatan sore.


"Tapi Nana pengin ikut nganter ke bandara Masss,, "rengeku karena Mas Al melarangku ikut mengantar Ibu, karena bandara memang cukup jauh dan perutku sudah besar, kalau di mobil dan duduk terlalu lama Aku merasa sesak di dada.


"Bun,,, bandara jauh, dan Bunda kalau duduk kelamaan kan suka dadanya sesak, Mas yang ngga tega, "sambil memakai baju, karena saat ini Aku sedang menemani Mas Al pakai baju di kamar.


"Pokoknya Nana mau ikuttt,, "sambil mataku menangis lagi, kenapa Aku jadi cengeng yah.


"Bun,,, kok Bunda malah nangis, iih,, kaya anak kecil tau ngga sih, "

__ADS_1


"Bodo,, Pokoknya Bunda ikut titik,, "


"Ya udah ayo ikut, tapi kalau sesak di dada nanti duduknya bangku belakang yah biar bisa rebahan,, "Aku pun mengangguk senang.


Kita pun berangkat mengantar Ibu ke bandara, Aku dan Kiki duduk di bangku belakang, sedang Ibu bersama Mas Al di depan, Aku sudah merasa ngga nyaman duduknya, tapi Aku tahan dan ahirnya sampai juga bandara.


Setelah kita semua saling peluk, Ibu pun masuk ke dalam bandara, kita bertiga pun pulang.


"Mas,, Nana duduk depan yah,, "Mas Al pun membolehkanya, sedang kiki di bangku belakang sambil bermain game dengan hpku.


Di tengah jalan Aku sudah merasa ngga nyaman dengan posisi duduku, Aku selalu bergerak dan Mas Al pun melihatnya.


"Kenapa,,? sesak dadanya apa ada yang sakit lainya,,? "Aku hanya menggeleng.


"Sinih kepala Bunda bersandar pada pundak Mas,,, "Aku pun menurut. rasanya sedikit lebih nyaman.


"Masih sesak Bun,,? "saat Mas Al masuk kamar dan mendekati Aku yang sedang tiduran di atas kasur.


"Udah mendingan Mas,, "sambil Mas Al mengusapi perut bagian atas dengan mengoles minyak kayu putih.


"Mas,, Nana malas masak buat makan malamm, "Kataku sedikit manja.


"Nanti Mas pesan aja lewat aplikasi,, Bunda pengin makan pake apa,,? "

__ADS_1


"Mau soto daging aja, biar Kiki juga doyan,, "


Lalu Mas Al mengambil hpnya dan memesan. Saat Mas Al keluar kamar karena menunggu pesanan makanan, hpku berbunyi dan ternyata Mas Anton yang menelfon. Aku yang malas mengangkatnya hanya membiarkanya terus bunyi, tapi rupanya Mas Anton tidak menyerah dia terus menelfon lagi. sampai Mas Al masuk kamar dan mendengar hpku berbunyi.


"Kenapa ngga di angkat sih Bun,, "Aku hanya Diam dan saat Mas Al melihat siapa yang menelfon langsung diam juga. tapi hpku terus berbunyi.


"Angkat saja, siapa tau penting,, "sambil Mas Al mengambilkan hpku. Aku pun ahirnya menekan tombol ijo.


"Halo Sayang,, kenapa lama sekali angkat telfon dari Mas,! "Sedikit keras nada suaranya.


"Maa,,, af tadi Nana dari kamar mandi, "jawabku sedikit ngga suka dengan nada suara Mas Anton. tapi di sampingku ada Mas Al yang selalu melihatku.


"Oh gitu,, Sayang Mas besok mau ke kota, dan Mas Ingin bertemu denganmu,, Mas sudah kangen banget,, "Aku belum menjawab Mas Al akan pergi, tapi Aku langsung menarik tanganya agar duduk di dekatku. Mas Al menggeleng kan kepalanya, tapi Aku memaksanya untuk duduk.


"Hallo Sayang,, dengar kan apa kata Mas tadi,, "


"Iya,, Nana dengar, emang Mas mau berapa hari di kota,? "


"Mas cuman dua hari, karena Mas akan mengambil berkas di kantor dan mau memperpanjang kontrak Mas bekerja di sini,, "


"Besok kalau Mas sudah di kota, dan sudah di rumah kita, Sayang datang yah Mas sudah sangat kangen,, Kalau bisa sendiri,, "


"Maaf Mas,, sekarang Nana istri Mas Al jadi kalau Mas Al ngga ngizinin Nana untuk pergi Nana ngga akan pergi, jadi kalau Mas Anton ingin bertemu sama Nana, Mas Anton ngomong dan izin pada Mas Al,"jawabku.

__ADS_1


Maaf kalau ada typo..


Jangan lupa like komen dan vote, makasih..


__ADS_2