Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Pulang Ngga Pamit


__ADS_3

Vian lalu mensetater motornya dan akan pergi, tapi Alana langsung menghadanya di depan motor.


"Maaf,,,, "sambil mata Alana mengeluarkan air.


Vian yang merasa kasian melihat Alana yang menangis pun mematikan motornya.


"Naik lah,,, "kata Vian, lalu Alana pun langsung memakai helem yang Vian kasih. Setelah itu Alana pun naik ke motor.


Vian membawa motornya dengan kecepatan yang cukup cepat, dan Alana pun memeluknya dengan kencang.


Hanya 20 menit motor pun sampai di rumah Alana, Vian dan Alana pun turun,dan Vian sama sekali tidak berkata apa pun pada Alana, membuat Alana merasa sedih.


"Kok udah pulang,,? "tanya Bunda yang membukakan pintu.


"Iya tante,, kepala Ian tiba tiba pusing, "jawab Vian.


"Ya Ampun,, ayo masuk,, "


"Dah pulang,,,? "tanya Vina saat di ruang tamu.


"Kata Vian kepalanya pusing, mendingan suruh istirahat aja dulu di kamar Abang Kiki sana,, "kata Bunda Nana, sedang Alana melihat Vian dengan tatapan bersalah.


Sedang Vian pun menjatuhkan kepalanya di pangkuan Mamihnya yang duduk di sofa.


"Sanah istirahat di kamar aja dulu,biar nanti saat pulang sudah lebih baik,, apa mau minum obat,, ?"kata Mamih Vina sambil mengusap kepala anaknya yang sambil memejamkan matanya.


Vian hanya menggelengkan kepalanya, "Vian di sini aja ngga papa,, Vian pengin tidur dulu aja Mih,,, "sambil kakinya berselonjor di sofa.


Sedang Ali, Anton dan Vano sedang pergi keluar.


"Ya udah tidur gih,, biar Mamih usap usap,, "kata Vina.

__ADS_1


Lalu Alana dengan lemas langsung berjalan masuk ke kamar, dan merebahkan badanya di kasur.


Tak terasa Alana pun tertidur. saat bangun Alana melihat ke arah jam dan jam sudah menujukan pukul 5 sore. Alana yang kaget dan teringat bahwa Vian juga keluarganya akan pulang, langsung berlari keluar.


"Sayang ada apa, kok lari lari,,? "tanya Bunda saat melihat Alana yang lari ke arah ruang keluarga.


"Vian mana Bun, Papih sama Mamih juga Vino mana,, ?"


"Oh,, mereka baru aja pergi, Adek tadi di bangunin ngga mau bangun, ya jadi mereka ngga pamit sama Adek,, "


Alana langsung menangis dan duduk di sofa.


"Loh,, kok nangis,, "


"Bunda kenapa ngga bangunin Adek terus sampai bangun, Adek belum minta maaf sama Vian Bun,, Adek tadi bikin Vian marah,, huhuuu,, "sambil Alana menangis.


"Udah jangan nangis,, kaya anak kecil aja sih, Adek kan bisa telfon nanti, dan bilang maaf pada Vian,, "sambil mengusap air matanya. lalu Bunda juga memeluk Alana.


Waktunya makan malam hanya Alana yang belum datang.


"Ya udah Bunda panggil dulu yah sebentar,, "


kata Bunda, lalu berjalan ke kamar Alana.


"Adek,, Adek ayo makan malam dulu sayang, Ayah sama Abang nungguin loh,, "tapi tetap aja ngga mau di buka Pintunya.


"Sayang,, nanti sakit kalau ngga makan,, ayo makan dulu,, Adekk,, "Lalu pintu pun terbuka.


"Adek ngga mau makan Bun,, Adek ngga lapar,, "


"Jangan gitu sayang,, ngga lapar juga harus di paksa, karena sudah waktunya makan malam,, ayo,, "kata Bunda sambil menggandeng tangan Alana menuju meja makan.

__ADS_1


"Adek kenapa,, Adek sakit,,? "tanya Ayah Ali. Dan Alana menggeleng.


"Lalu kenapa,, hemmm,, "sambil mengusap kepala Alana.


"Adek sedih karena tadi pas Vian pulang Adek ngga tau, Adek mau minta maaf Yah,, tadi Adek bikin Vian kesel,, "sambil menangis lagi.


"Cengeng amat sih Dek, kaya anak kecil aja,, "kata Bang Kiki. Alana langsung menangis dengan kencangnya.


"Abang,,, ngga boleh gitu ah sama adeknya,, "kata Bunda.


"Udah,,, Ayah coba telfon Anton dan minta sambungin ke Vian yah, Adek ngomong aja sama Vian,gimana,,?"Alana pun mengngguk.


Lalu Ali menelfon Anton, dan menanyakan sudah sampai apa belum, lalu Ali juga bilang kalau Alana mau ngomong sama Vian. Tapi kata Anton Vian tadi langsung tidur karena habis minum obat,karena rasa sakit kepalanya berlanjut sampai rumah.


Lalu Ali minta di kirimi no Vian biar besok Alana yang telfon. Dan Anton pun mengiriminya. setelah itu mereka pun lanjut makan malam, sedang Alana hanya makan sedikit, selesai makan Alana masuk kamarnya lagi.


Saat akan ganti baju, Alana melihat kotak, dan Alana baru inget itu adalah kotak oleh oleh dari Vian, lalu Alana pun membukanya.


Di dalamnya seperti yang Alana minta, ya


itu boneka jari, dan boneka jarinya itu satunya perempuan dan satunya laki laki. Alana pun sangat senang karena dia bisa menambah koleksi boneka jarinya, di bawahnya terselip sebuah kertas, dan Alana pun membukanya.


Hai..


Kita ketemu lagi, dan sekarang kita sudah dewasa, walau pun kita jarang ketemu, tapi Aku selalu ingat padamu, kamu lah satu satunya wanita yang ada di hati dan fikiranku,Aku sudah menyukaimu dari kita kecil, dan Aku tidak mengharapkan kamu membalas menyukaiku, tapi kalau kamu juga menyukaiku, pasti Aku adalah laki laki yang sangat bahagia di dunia ini, walau pun kadang kamu nyebelin karena suka gangguin dan isengin Aku, tapi dalam hatiku Aku menyukai ke isenganmu itu, semoga kamu adalah jodohku yang Tuhan kirim.Amin...


Alana pun menangis lagi, sampai beberapa kali Alana membaca surat dari Vian. samapai ahirnya dia pun tertidur.


Pagi pun datang, Alana bangun langsung mengambil hpnya, dia langsung menelfon nomer yang ayah berikan, yang katanya no Vian. saat di telfon, telfonya masuk tapi tidak di angkat. Lalu Alana pun mengirim pesan,intinya Alana meminta maaf ,tapi hanya conteng satu. karena lama ngga di balas balas Alana pun memutuskan untuk mandi dulu.


Selesai mandi Alana juga langsung melihat hpnya, dan ternyata sudah centang dua dan berwarna biru, berarti Vian sudah membacanya.Tapi Vian tidak membalasnya membuat Alana sedih.

__ADS_1


**Jangan lupa like komen dan votenya trimakasih..


Mampir ke cerita baruku yah,, MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH**.


__ADS_2