
Baru Hari ke dua Aku ada di tempat baru, rasanya seperti sudah lama, rasanya waktu lama berjalan .Siang ini Aku. menyempatkan untuk makan siang,dan menelfon Nana.
"*Hallo Bun,,Bunda sedang apa, "
"Ya Mas,, Nana sedang tiduran di kamar*,, "
Lalu Aku melakukan panggilan vc.
"Bunda kok seperti pucat sih,, kenapa,, "kataku sedikit cemas karena Nana wajahnya kelihatan pucat.
"Ngga papa kok Mas,, mungkin karena ngga pakai bedak jadi kelihatan pucat,, "jawab Nana, tapi Nana seperti berbohong.
"*Bunda jangan telat makan yah, jangan terlalu cape, kalau Bunda sakit apa pusing Kiki biar ngga usah sekolah dulu ngga papa, "
"Iya Mas*,, "sambil mengangguk lemah.
"Ya udah Mas lanjut kerja dulu, nanti sore Mas telfon lagi,, "Nana pun mengangguk dan Aku mematikan telfonku.
Aku merasa tak tenang melihat Nana yang seperti pucat, Aku takut terjadi apa apa denganya karena di rumah hanya bersama Kiki.
Aku melanjutkan bekerja dengan sangat teliti dan cepat, masih ada 10 map lagi yang harus Aku priksa. dan sudah dapat 3.
Tak terasa sudah pukul 5 sore, orang orang sudah mulai pulang, sedang Aku masih mengerjakan pekerjaanku.
Saat pukul 7 malam ada satpam yang sedang memeriksa ruangan dan melihatku yang masih bekerja, pak satpam pun mengatakan kalau ruangan akan di tutup jadi Aku harus menyudahi pekerjaanku, jadi satu map yang belum selesai Aku periksa Aku bawa pulang, agar di rumah nanti Aku bisa mengerjakanya dan menyelesaikanya.
"Kenapa pulangnya malam sih Al,, jangan terlalu memaksa untuk cepat selesai, nanti justru tidak bagus hasilnya,, "kata Anton saat Aku sudah di kamar dan merebahkan badanku di kasur.
"Aku ingin cepat selesai Ton,, tadi siang Aku telfon Nana,dan wajahnya sangat pucat,Aku jadi ngga tenang,, "
"Serius kamu Al,, coba kamu telfon Nana lagi,"Aku pun mengambil Hpku dan menelfonya.
Anton juga menyuruh vc.
"Bun,,,, "
"Hemmm,,, iya Mas,, "
__ADS_1
"Bunda sedang apa,,? "
"Lagi di kamar Kiki, "
"Ayah,,,Bunda badanya panas,, "teriak Kiki tapi tak menunjukan wajahnya.
"Bun,, apa kata Kiki benar, Bunda badanya panas,,, "
"Ngga kok Mas, cuman hangat saja,, Mas kapan pulanggg,,, "sambil mengeluarkan air mata Nana berkata.
"Jangan menangis Bun,, Mas akan secepatnya pulang, kalau Bunda sakit periksa ke Dokter, jangan di abaykan, Bunda sekarang ngga sendiri,, ada dede bayi juga, "Nana hanya mengangguk.
"Ya udah dulu,, Bunda sama Kiki tidur gih, ini sudah malam dan jangan lupa makan ya Bun,, "tapi Nana malah makin terisak.
"Bun,,,,, udah jangan nangis, Mas akan usahakan pulang cepat,, "
Lalu telfonpun Aku matikan, rasanya Aku sangat sedih melihat Nana yang sedang tidak sehat.
"Nana kenapa Al kok sampai nangis gitu,,? "tanya Anton padaku.
"Suruh ke Dokter dong Al, jangan di biarkan aja,,! "dengan sedikit nada suaranya meninggi.
"Tanpa kamu ngomong pun Aku sudah menyuruhnya,,! "kataku membalas ucapan Anton.
Aku langsung bangun dan menuju kamar mandi. rasanya kepalaku pun ikut pusing, kerjaan masih banyak, Istri sakit dan hanya di temani anaku saja. rasanya kepalaku berat.
Selesai mandi Anton mendekatiku.
"Apa kerjaanmu masih banyak,,? "Aku mengangguk.
"Besok Aku akan membantumu, Aku besok ikut ke kantor denganmu dan membantumu menyelesaikan pekerjaanmu, biar kamu cepat pulang ke kota, Aku takut Nana kenapa napa napa,, "kata Anton. Aku pun mengangguk dan bilang terimakasaih.
Aku selesai mengerjakan tugas yang Aku bawa dari kantor,setelah itu Aku membuka hpku, saat ku lihat ke WA ternyata Nana sedang onlaine. Aku pun menelfonya.
"Hallo Bun,, "kataku. Saat telfonku di angkat.
"Iya hallo Mas,, , "jawabnya yang suaranya seperti lemas.
__ADS_1
"Kenapa belum tidur,, apa masih panas badanya,,? "tanyaku.
"Nana ngga bisa tidur Mass,, dari kemarin susah tidur, makanya Nana ngga enak badan karena kurang tidur,, "
"Bunda jangan banyak fikiran yah, Mas di sini cuma sebentar jadi Bunda harus selalu sehat"
"Tapi Nana ngga bisa tidur kalau ngga di peluk Mass,, "Suara Nana sudah seperti orang menangis.
"Bunda sabar yah,, tunggu Mas di rumah, Mas ngga akan lama tadi Anton bilang sama Mas kalau besok mau bantuin kerjaan Mas, jadi nanti Mas bisa pulang cepat,, "
"Mas aja di sini ngga betah Bun, rasanya waktu lama sekali,Mas udah kangen banget sama Bunda dan Kiki, apa lagi sama dede bayi,, Mas kangen pengin usap usapin, "Aku bicara begitu justru Nana justru menangis karena Aku mendengar Nana sedikit terisak.
"Na,, na juu,,, ga kangen Mas,,, "Aku pun tersenyum senang saat Nana bilang kangen padaku. walau Nana sambil menangis bicaranya.
"Udah,, Bunda jangan nangis terus, nanti kepalanya jadi pusing kalau nangis terus. Ya udah dulu yah Bun,, besok Mas telfon lagi, dan Bunda harus tidur, "
"Apa Nana boleh vc Mas dulu, Nana pengin lihat Mas sebelum tidur,, "Aku pun menuruti ke inginan Nana dan melakukan panggilan vc.
Saat vc sudah terhubung Nana langsung tersenyum.setelah Nana merasa cukup melihatku Aku pun mengahiri vc.
Aku yang merasa lelah pun langsung memejamkan mataku, setelah Aku berbaring di kasur.
.
.
.
*Anton..
Aku seperti mendengar Ali yang sedang mengobrol, Aku sedikit membuka mataku untuk melihatnya, dan benar saja, Rupanya Ali sedang telfonan dan Aku juga sedikit mendengar suara Nana. Aku merasa sakit saat mendengar Nana mengatakan kangen pada Ali, Aku berusaha menahanya agar tidak terjadi masalah, biarlah mereka bersama saat ini, tapi 5 bulan lagi Nana akan kembali lagi padaku*.
**Jangan lupa like komen dan votenya, makasih..
Karena Aku sedang sibuk di dunia nyata jadi untuk dua ceritaku, upnya bergantian....
Maaf kalau ada typo**...
__ADS_1