Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Alana, Ayah Dan Bunda Ke Kota


__ADS_3

Abang pun masuk ke dalam rumah Ayu, dan duduk di sofa bersama kedua orang tua Ayu, sedang Ayu masuk ke dapur untuk membuatkan minuman.


"Siapa nama kamu Nak,,? "tanya Ayah Ayu pada Abang.


"Saya Kiki Pak,, "


"Apa hubungan kamu sama anak saya, kenapa Kamu mau membantu membayarkan hutang kami, Saya tidak mau kalau nantinya kamu meminta imbalan pada kami, karena kami tidak punya apa apa untuk membayarnya,, "


"Saya teman kerja Ayu Pak,, Saya niat menolong keluarga Bapa dan Ayu dengan iklas, saya tidak punya niatan apa apa,, "


"Sukur lah kalau kamu iklas menolong keluarga saya, karena saya sebagai orang tua yang sudah sakit sakitan begini juga tidak tega melihat Ayu yang menanggung semua beban keluarganya,, "


Lalu Ayu pun datang sambil membawa minuman serta makanan ringan.


"Ayo nak di minum dulu tehnya,, "kata Ibu Ayu.


"Iya Bu,, trimakasih,, "jawab Abang sambil mengambil cangkit teh.


Abang pamit pulang setelah mengobrol cukup lama dengan orang tua Ayu, sedang Ayu dari tadi hanya diam saja.


"Makasih ya Mas,,, dan masalah uang yang tadi, Ayu janji akan menyicilnya,, "kata Ayu saat mengantar Abang ke depan rumahnya.


"Udah ngga usah di pikirkan,, yang penting kamu selalu sehat dan semangat kerja buat bantu keluarga kamu,, "sambil Abang naik ke motornya.


"Hati hati ya Mas,, sampai jumpa hari senin,, "Kata Ayu dan Abang pun tersenyum dengan manisnya sambil menganggukan kepalanya.


Setelah itu Abang langsung pulang menuju rumah karena sudah cukup malam.


.


.


.


Di Bandara


Vian, Papih Anton dan Mamih Vina, sedang menunggu keluarga Ali di bandara sedang Vano tidak ikut katanya ada acara bersama teman temanya. karena hari ini Alana, Ayah Ali dan Bunda Nana mau main ke kota juga mau menjenguk Abang Kiki.


Sekitar setengah jam ahirnya mereka bertemu, dan saling berjabat tangan, tapi beda dengan Ibu ibu mereka yang langsung saling peluk.


Sedang Alana dan Vian yang malu hanya berjabat tangan karena ada orang tua mereka jadi harus jaga sikap.


Lalu mereka pun menuju mobil.

__ADS_1


"Vin,, kamu jadi bawa makanan,,? "tanya Bunda Nana kepada Mamih Vina. saat ini mereka sudah ada di dalam mobil menuju rumah Ali.


"Jadi dong,, Aku masak opor ayam, kentang balado sama tumis kacang panjang,, "jawab Mamih Vina.


"Wah,, sepertinya enak,, jadi ngga sabar nih pengin cepat sampai,, "kata Ayah Ali.


"Pasti enak Al masakan istriku, nih lihat Aku ajah makin gemuk kan,, "kata Papih Anton.


Sedang yang duduk di belakang hanya diam mendengarkan para orang tua mengobrol, sambil tangan mereka saling menggenggam dengan eratnya.


Lalu mobilpun sudah terparkir di depan rumah Ali. mereka semua pun turun, sedang Kiki sudah menunggu di depan pintu.


"Abangg,, Adek kangen,, "sambil memeluk Abang.


"Abang juga kagen sama Adek,, "


"Gimana kabar Abang,, ?"tanya Bunda.


"Abang sehat dong Bun,, ayo masuk,, Bun,, Mih,, "kata Abang.


Lalu Abang sama Vian membantu Ayah sama Papih untuk menurunkan barang barang.


"Mih,, ini makananya taro mana,,? "tanyaVian pada Mamihnya.


Vian masuk ke dapur untuk menaro makanan di meja makan, dan ternyata di dapur ada Alana yang sedang minum.


"Kaka mau minum ngga,,? "tanya Alana saat sedang di dapur.


"Boleh,,, "jawab Vian.


Saat Alana akan mengambil gelas, Vian melarangnya dan menyuruh Alana untuk memakai gelas bekasnya saja.


"Ihh,, Kaka jorok dong,, "kata Alana.


"Ngga lah,, kan biar kita bisa ciuman,, "sambil minum.Alana yang belum faham hanya bengong.


"Maksudnya,,? "tanya Alana.


"Kan Kaka minumnya di gelas bekas bibir Ana, jadi secara tidak langsung kita ciuman,, "


"Siapa yang ciuman,, kalian mau ciuman,, "tiba tiba Abang masuk ke dapur.


"Ngga,, "kata Alana dan Vian kompak.

__ADS_1


"Kirain kalian mau ciuman,, kalau kalian sampai ke tahuan Abang ciuman, Abang aduin ke para orang tua loh, biar kalian di marahin,,, "


"Apa sih Bang,, ngga jelas tau,, "kata Alana.


"Ada apa,, kok pada ribut,,? "tanya Bunda yang masuk ke dapur bersama Mamih.


"Ngga ada apa apa kok Bun,, kita lagi becanda,, "jawab Abong.


"Oh,,, ya udah Bunda sama Mamih mau siapin makan siang dulu,, Adek ayo bantuin,, "kata Bunda.


"Iya Bunda,, "


Lalu para wanita pun menata makanan dimeja, sedang Vian sama Abang ke ruang depan untuk bergabung sama para Bapa Bapa.


Setelah meja sudah tersaji makanan ,Alana lalu memanggil para laki laki di ruang depan untuk makan.


Mereka semua pun makan siang bersama, Sambil mengobrol dengan bahagianya.


"Yah,, Bun,, Adek mau jalan jalan sama Kak Ian boleh ngga,,? "Kata Alana saat mereka sudah selesai makan.


"Mau ke mana,,? "Tanya Ayah. lalu Alana melihat ke Vian untuk bantu jawab.


"Ian mau beli buku Om, jadi Ana Ian ajak,, "


"Oh,,, tapi ngga boleh pulang malam,, "


"Iya Om,, "jawab Vian.


Alana pun tersenyum senang.


Alana memeluk Vian sambil menyandarkan kepalanya di pundak, mereka pergi menggunakan motor Abang.


Sampai di toko buku yang ada di dalam Mall, Vian langsung mencari buku yang di carinya, sedang Alana mengikutinya dengan setia di sampingnya.


"Ana mau beli buku ngga,,?sanah lihat lihat buku yang lain siapa tau ada yang Ana suka, "tanya Vian.


"Ngga ah,, Ana mau temenin Kaka aja,, "


"Emangnya ngga bosen,, tar bosen lagi,, "Alana hanya menggeleng.


Saat Alana sedang berdiri agak ada jarak sama Vian, tiba tiba ada yang datang sambil memeluk Vian.


"Hai,, Viannn, Kok ke toko bukunya ngga ajakin Lea sih,, "sambil memeluk Vian dari samping.

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan votenya yah,, mksh...


__ADS_2