
Pagi sekali Alana sudah bangun dan sudah membantu Bundanya menyiapkan makanan yang mau di bawa ke pantai, sedang Ayah dan Bang Kiki masih enak tidur.
"Bun,, makanan sudah Adek masukan semua ke box yah, sekarang Adek mau mandi dan siap siap,, "
"Ya, pinternya anak Bunda. Ya udah sanah mandi dan bersiap,Abang bangunin juga sekalian,, "
"Iya Bunda,, "sambil berlari menuju kamar Bang Kiki.
"Abanggg,,, bangun. Kata Bunda suruh mandi dan siap siap untuk pergi,, Abanggg,,, "sambil mengetuk pintu sampai beberapa kali.
"Iyaaa,,, Abang dah bangun, udah sanah pergi berisik tau ngga sih kamu tuh,,, "sambil membuka pintu dan mengusir Alana.
"Iihh,,, bukanya trimakasih di bangunin malah ngusir,, "Kata Alana sambil memanyunkan bibirnya.
"Udah sanah pergi,, "
"Iyaaaaa,,,, "jawab Alana sambil berteriak di telinga Abangnya.
"Adekkk,,, "sambil mengejar Alana yang lari masuk kamar.
Setelah Itu Alana langsung masuk kamar dan mengunci Pintunya, sedang Abang pun gagal membalas Alana.
Selesai mandi dan berdandan, Alana pun keluar dari kamar dan menuju meja makan, ternyata semuanya sedang sarapan.
"Iihh kok Adek di tinggal sih sarapanya,, "sambil menarik bangku.
"Adek tadi di tungguinya lama,, jadi kita makan duluan,, makanya mandi tuh jangan. lama lama,, "kata Abang Kiki.
"Udah sayang ayo makan, kita juga baru mulai kok,, "kata Bunda sambil memberikan piring yang sudah di isi nasi.
"Yah,, Maaf Abang ngga ikut ya, ini dari kantor ada kerjaan mendadak,, "sambil melihatkan hpnya pada Ali bahwa ada pesan masuk.
"Oh gitu,, ya udah ngga papa,, "
"Jangan cape cape ya Bang, jangan lupa makan siang,, "kata Bunda Nana.
"Iya Bunda, ya udah Abang berangkat dulu, "sambil mencium pipi Bundanya dan mencium tangan Ayah, sedang sama Adek Bang Kiki hanya mengusap kepalanya saja.
Lalu Abangpun pergi.
Selesai sarapan mereka bertiga menuju Hotel tempat keluarga Anton menginap.
__ADS_1
Setelah sampai mereka bertiga pun turun dan bertemu di restoran hotel.
"Sudah selesai sarapan belum Ton,, "tanya Ali saat mereka sudah bertemu.
"Nih,, kita baru aja duduk, udah kalian duduk aja,, ngga papa kan nunggu bentar,, "kata Anton.
Lalu Ayah Ali pun mengiyakan dan mereka duduk jadi satu meja, tapi sepertinya Ada yang kurang karena dari tadi Alana matanya ngga mau diam seperti sedang mencari sesuatu.
"Kamu cari kak Vian,,? "tanya Vano yang tau kalau Alana seperti sedang mencari sesuatu, dan Alana pun mengangguk.
"Kaka masih di kamarnya, semalam kaka tidur malam, makanya sekarang telat bangunya,, "
"Alana susulin gih sanah, takutnya Vian tidur lagi,, "kata Mamih Vina.
"Iya sanah susulin, biar cepat,, "kata Ayah Ali saat Alana melihatnya, seolah bertanya boleh atau tidaknya .
"Ini kunci kamarnya,, "kata Vano. dan Alana pun mengambilnya. (Kunci kamarnya ada dua ya ceritanya, heheee)
Lalu Alana berjalan menuju lif dan menekan no lantai kamar Vian berada.
Sampainya di depan kamar, Alana langsung membuka kamar Vian tanpa mengetuk, saat Alana masuk dia langsung berteriak.
"Ana,, ngapain kamu,,? "sambil membenarkan handuknya, sedang Alana menutup matanya dengan ke dua tanganya.
"Ka,, kata Papih kamu suruh cepat turun, kita semua tinggal nungguin kamu,,, "lalu di kepala Vian mucul ide jahil, dan Vian tidak menyia nyiakan kesempatan untuk mengerjai Alana, Vian langsung mendekat pada Alana yang masih berdiri di dekat pintu.
Ceklek,,,
"Kenapa pintunya di kunci,,? "dengan masih tangan yang menutupi wajahnya. lalu Vian menarik tangan Alana dari wajahnya, dan wajah Vian pun menjadi sangat dekat karena sedikit di condongkan.
"Vian,, iihh,, pake baju sanah,, "kata Vina yang kaget lalu memundurkan badanya.
Lalu Vian makin mendekati Alana, dan Alana pun makin mundur, dan terus seperti itu hingga ahirnya Alana mentok di ranjang kasur.
"Vi,, Vian kamu ma mau apa,, "sambil terbata.
"Aku mau kamu,,, "
"Vian,,, ini ngga boleh,, awas Ana mau keluar,, "sambil mendorong Vian, tapi lalu Vian memegang kedua tangan Alana dengan tanganya.
"Vian,, jangan becanda,, Ana takut,, "
__ADS_1
"Aku ngga ngapa ngapain kok,, "
"Tapi lepasin tangan Ana,, ini sakit,, "lalu Vian pun melepaskanya, karena Vian hanya ingin becanda tidak untuk menyakitinya.
"Ya udah sanah ke luar,, bilang sama Papih sama Mamih Aku lagi ganti baju,, "kata Vian. Sedang nana mengangguk tapi wajahnya menunduk.
"Kalau ada orang ngomong lihat ke orangnya,jangan menunduk gitu, ngga sopan,, "sambil tangan Vian mengangkat dagu Alana.
Tapi tiba tiba Vian bergerak dengan cepatnya dan...
Cuppp....
"Vian,, iihh,,jahat banget sih,, "sambil memukul badan Vian karena Vian mencium pipinya. Vian hanya tersenyum.
"Vian rese,, Vian nyebelin,, Ana benci sama Vian,, "sambil ke luar dari kamar.
Di kamar Vian memegang bibirnya yang habis mencium pipi Alana, sedang Alana lari keluar sambil marah dan mengelap pipinya terus dengan tangan.
"Mana Vianya Dek,, "tanya Bunda.
"Itu,, Vian tinggal ganti baju Bun,, "sambil duduk di dekat Bundanya.
"Kenapa mukanya di tekuk gitu,, Vian apain kamu,,? "tanya Papih Anton.
"Vian jahilin Adek Pih,, sebel jadinya,, "
"Di jahilin apa sih sampai kesel gitu,, "
"Itu,, Vian,,, "
"Ayo berangkat Pih,, Om,, keburu siang nanti, "
belum sempat Alana ngomong Vian udah datang duluan.
Dan tarapan Vian pada Alana, seperti tatapan meledek, sambil menatap juga tersenyum dan alasnya di mainkan sambil naik turun.
Setelah itu mereka langsung menuju mobil yang ada di parkiran dan menuju pantai.
**Jangan lupa like, komen, dan votenya..
Habis baca ini mampir ke yang baru yah kaka kaka semuanya,, MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH**.
__ADS_1