
Aku sedang memberi ASI pada dede Alana di kamar, dan Aku sambil memejamkan mataku, karena mengantuk,ahirnya Aku pun tertidur bersama dede.
Aku terbangun saat ada tangan yang mengusap pipiku, saat ku buka mata ternyata Mas Al sudah pulang dari kantor.
"Maaf Mas Nana ketiduran, jadi ngga menyambut Mas pulang,, "
"Ngga papa,, udah Bunda tidur lagi aja kalau mengantuk,, "sambil Mas Al membuka bajunya.
"Nana mau siapin makan buat Mas dulu,, "lalu Mas Al memeluku dari belakang saat Aku bangun dan akan keluar dari kamar.
"Ngga usah Bun,, nanti aja kita bareng ke luarnya,, hemm, "sambil menciumi leherku, Aku merasa geli sampai merinding.
"Mas,, Nana geli ah,, udah sanah mandi, "sambil ku lepaskan pelukan Mas Al, karena kalau lama lama posisi begitu bisa bisa kebablasan lagi.
"Cium dulu,, "sambil menujuk pipinya Mas Al berkata.
Cup,,, cup,, Aku mencium pipi Mas Al.
Kita pun makan malam bersama setelah Mas Al mandi, dede Alana Aku taro di dorongan bayi, kemaren Mas Al sudah membelikanya.
"Mas,, pempes sama tisu basah buat dede Alana dah habis loh,, "
"Ya udah nanti habis makan Mas akan beli ke minimarket,, "
"Iya Mas,, maaf merepotkan yah,, "
"Ngga merepotkan dong,, orang buat putri cantiknya Ayah mah apa aja Ayah akan lakukan,, "
__ADS_1
Selesai Makan Mas Al pergi ke minimarket, dan saat pulang Mas Al membelikan martabak juga untuku, kata Mas Al kasian padaku yang kalau malam suka cari makanan.
Sekarang kita memang dalam masa sedang menghemat,jadi Aku jarang meminta beliin macam macam, dan belanja sayuran serta lauk pun Aku sekarang menunggu tukang sayur yang lewat depan rumah, Aku tau tabungan Mas Al sudah menipis, dari Aku belanja buat keperluan dede, Aku yang sakit dan juga melahirkan pasti tabungan Mas Al sudah menipis, Mas Al ngga menujukanya tapi Aku sebagai istri sedikit tau tentang keuangan Mas Al.
Uang yang Mas Anton trafer untuku masih utuh di rekeningku, Aku sama sekali tidak mengambilnya barang seribu pun, Aku tidak ingin Mas Al marah, dan membuatnya tersinggung, ngga papa hidup dalam kesederhanaan seperti ini asal hidupku bahagia lahir dan batin.
"Pelan Bun makanya,, Mas ngga bakalan minta kok,, "kata Mas Al saat melihatku makan dengan rakusnya, sedang Aku hanya tersenyum malu, Aku sangat menikmati makan martabak karena sudah lama juga Aku ngga makan.
"Sayang,, lihat tuh Bunda lagi mam martabak,, dede mau ngga hemm,, "sambil Mas Al menciumi pipi Alana.
"Mas,,,aaaa,,,,"sambil Aku sodorkan ke mulut Mas Al, dan Mas Al pun menggigitnya.
Aku semenjak menyu*ui menjadi sangat doyan makan,sehari bisa 5 kali, dan Aku sekarang sangat gemuk, yang tadinya saat belum hamil berat badan hanya 50 kg sekarang menjadi 68 kg.
Selesai kenyang Makan martabak, sisanya Aku taro kulkas, untuk besok pagi Aku makan. sekarang kita bertiga sedang di kamar bersiap mau tidur.
"Nana akan menolaknya Mas,, Nana akan pilih Mas,, karena Nana sudah nyaman dan cinta sama Mas,, "sambil ku usap pipinya, terlihat sekali raut wajah Mas Al yang ketakutan.
"Tapi pasti Anton akan sangat marah Bun sama Mas,, "
"Ya kita hadapin sama sama lah Mas,,, apa Mas mau kalau Bunda dan dede di bawa sama Mas Anton,, "
"Ngga ngga,,, ngga mau Mas bisa gila nanti kalau Bunda dan dede pergi,, "
"Ya makanya Mas harus berani, jangan takut,, "Mas Al pun mengangguk.
"Ya udah kita tidur aja yu Mas,, udah malam besok Mas susah lagi bangunya,, "
__ADS_1
"Iya ayo tidur,,, "kita pun tidur di kasur bertiga.
Dede Alana di pinggir dekat tembok ,Aku di tengah dan Mas Al di sebelahku.
Tadinya Mas Al akan membeli box buat dede tidur, tapi Aku melarangnya, karena harganya cukup mahal dan tempatnya juga ngga ada ,kamar Mas Al sudah cukup sempit dan tidak ada tempat buat box bayi.
Pagi pun datang, dan semalam dede Alana bangun hanya minta nen lalu tidur lagi, Aku bangun langsung membuat sarapan, selesai membuat sarapan Aku masuk kamar untuk membangunkan Mas Al.Ternyata Mas Al sudah bangun dan sedang mengobrol dengan dede, Aku melihatnya sungguh bahagia,,
"Mas mandi sanah,, "sambil Aku mendekati Mas Al.
"Udah selesai bikin sasrapanya,,? "
"Udah,, "sambil Aku menyiapkan baju untuk Mas Al.
Cup,,, Mas Al mencium bibirku sekilas sebelum masuk kamar mandi. Aku hanya tersenyum melihat kelakuan Mas Al.
Selesai mandi,Aku membantu Mas Al memasang kancing baju kemejanya, dan setelah selesai Aku menyisir rambutnya juga, setelah rapi kita pun keluar menuju meja makan.
Kita pun sarapan bersama, sambil kita mengobrol. Saat selesai sarapan Aku sedang membereskan meja, ada suara ketukan pintu, apa ada tamu pagi pagi gini, karena Mba Yati biasa datang jam 9 dan sekarang jam tujuh pun belum.
"Mas,, biar Bunda yang buka, "kataku karena Mas Al sedang menggendong dede.
Saat ku buka pintu Aku langsung kaget, rupanya Mas Anton yang datang.
Besok lagi yah..
Maaf kalau ada typo..
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan votenya ya kak, trimakasihh...