Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Abang Melakukan Tembakan


__ADS_3

"Mas pengin,,,? "tanya Ayu, karena dari tatapan mata Abang terlihat menginginkanya.


"Hemmm,, ngga, pakai lah setelah itu kita makan malam,, "sambil memberikan kain segitiga pada Ayu.


"Kalau Abang mau, Ayu mau kok,, kita kan sudah lama tidak melakukanya,, "sambil memegang tangan Abang.


"Ngga,, kamu tuh lagi hamil dan sering mual gitu, Mas ngga tega lihat kamu begitu,, "sambil membantu memakaikan kain segi tiga itu pada Ayu, dan Ayu hanya menurut.


"Udah ayo kita makan,, "sambil membantu Ayu bangun dari kasur.


Setelah itu mereka keluar dari kamar, dan menuju meja makan.Abang hanya menggoreng naget sama dadar telor.


"Maaf yah Mas hanya bisa masak ini doang,, "sambil menarik bangku buat Ayu duduk.


"Ngga papa kok Mas, ini juga enak, "sambil tersenyum dan duduk.


"Apa mau yang lain, biar Mas pesanin,, "


"Ngga,, Ayu ini juga cukup,, "di hati Ayu sebenarnya bau telor udah sangat membuatnya mual, tapi demi menghargai Abang, Ayu pun menahanya rasa mualnya.


Abang mengambilkan nasi juga lauknya buat Ayu.


"Mas,, jangan banyak banyak takut ngga abis,,"


"Ngga ini dikit kok,, nih,, "


Ayu makan dengan pelan, sambil menahan rasa mualnya, satu suap, dua suap lolos,, tapi ketiga suap Ayu langsung tidak kuat menahan rasa mualnya itu, Ayu lari ke westafel yang ada di dapur, dan langsung muntah.


"Udah,,, "tanya Abang saat Ayu sudah selesai muntah.Ayu mengangguk,Abang lalu. membantunya untuk duduk ke sofa.


"Mass,, Ayu mau ke kamar,, "Abang pun lalu menggendong Ayu.


"Makasih ya Mas,, maaf jadi merepotkan Mas, "setelah di atas kasur Ayu berkata.


"Ngga sayang,, Mas ngga merasa di repotkan, kamu seperti ini kan karena sedang hamil anak Mas, jadi sewajarnya Mas ikut merawat dan membantu kamu sayang,, "sambil mengusap kepala Ayu dengan sayang.

__ADS_1


"Mas makan lagi aja sana,, Ayu ngga mau makan perut Ayu mual terus Mas,, "


"Kamu juga baru makan dua suap langsung muntah loh Yang,,kamu harus makan kasian anak kita nanti,, "


"Tapi Ayu ngga mau Mass,, ngga enak, "


"Mas buatkan su*su aja yah, Mas udah beli tadi, "


"Kapan Mas beli,,? "


"Waktu pulang kerja, belanjaannya juga masih di mobil, Mas mau ambil yah, sekalian bikin su*su buat kamu,,"


"Iya Mas,, "Abang lalu keluar dari kamar.


Abang mengambil belanjaan di mobil, setelah itu di bawa ke dapur, Abang menata semua barang, setelah selesai baru bikin su*su hamil buat Ayu.


"Ini di minum dulu, mumpung masih hangat,, "sambil memberikan pada Ayu. Ayu langsung mengambil gelasnya dan meminumnya.


Setelah habis Abang akan membawa gelasnya ke dapur, tapi Ayu melarangnya pergi.


"Mas,, di sini aja dulu, Ayu pengin di peluk, "sambil Ayu menarik tangan Abang agar berbaring.


"Ngga usah,, nanti aja kan bisa,, "


Ahirnya Abang menuruti keinginan Ayu,Abang naik ke kasur dan tiduran di samping Ayu, lalu Ayu memeluk Abang dan menghirup aroma badan Abang yang belum mandi tapi bagi Ayu bau badan Abang bikin mualnya hilang.


"Mas belum mandi,, pasti bau yah, tadi juga Mas habis masak,, "


"Ngga bau kok, badan Abang baunya sedep,, bikin perut Ayu ngga mual,, "


"Masa sih,, "Ayu mengangguk sambil mendongakan wajahnya.


Lalu karena wajah mereka yang sangat dekat, bibir mereka makin mendekat juga, entah siapa yang mulai tapi mereka lalu berciuman.


Ciuman Abang rupanya makin menuntut, dan Ayu pun menikmatinya.

__ADS_1


"Apa Mas boleh melakukanya,, " Ayu mengangguk.


"Lalukan Mas,, Ayu pun menginginkanya, "Abang lalu tersenyum.


Abang lalu menciumi wajah Ayu, dan ciuman pun makin turun, lalu tangan Abang sambil melepaskan baju daster Ayu, setelah terlepas Abang langsung bermain di gunung kembar milik Ayu.


Karena Ayu yang sedang hamil, gunung kembar Ayu terlihat besar dan montok, membuat Abang makin menyukainya, setelah Abang bermain di dada cukup lama, ciuman Abang turun ke perut, dan Abang bicara pada perut Ayu.


"Dede bayi yang anteng yah, Papah mau jenguk, "Ayu tersenyum melihat tingkah Abang, dan mengusap rambut Abang.


Lalu ciuman makin turun dan sampai lah di inti milik Ayu, kain segi tiga pun langsung di lepaskanya, Ayu dengan tidak sabarnya langsung menji**latinya dengan rakusnya, karena Abang memang sudah lama tidak bercinta.


"Massss,,, aaahhhh,, aahhhh,, "saat lidah Abang menari nari di inti tubuh Ayu.


"Maasss,, Ayu sudah ngga kuat,, Aaahhhhhhhhhh,,,,, "Ahirnya Ayu pun mengeluarkan kenikmatanya.


Abang sibuk menjil**atinya,setelah bersih Abang lalu membuka celana dan bajunya, sekarang Abang pun sudah. polos, Adik Tom sudah berdiri dengan gagahnya.


Dengan pelan Abang memasukan miliknya pada inti tubuh Ayu, dan sedikit demi sedikit ahirnya masuk juga, Ayu hanya bisa. merem melek menikmati sensasi Adiknya Tom masuk, karena ukuranya yang cukup besar dan panjang.


"Mas akan pelan, kalau sakit bilang yah,"Ayu hanya mengangguk.


"Sayangg,,, ini enak banget,, ooohhh,,, "Abang bicara sambil menggerakan pinggulnya.


"Mmaassssss,,,, aaahhh,,, aahhh,, "


"Iya sayang,,, "


Lalu Abang membalikan Ayu agar merangkak, setelah itu Abang memasukan lagi Adik Tom, setelah masuk Abang bergerak dengan cepat, dan badan Ayu sampai lemas karena menahan badan Abang.


Lalu Abang menyuruh Ayu untuk miring dan kaki Ayu di letakan di pundak Abang, Abang bergerak lagi, makin cepat dan Abang akan melakukan penembakan.


"Sayang tahann,, Mas udah mau keluarrr,,, aahhhhhhhhh"Ahirnya keluar juga lahar dari adik tom ke dalam rahim Ayu.


Dan Ayu pun rupanya sama merasakan pelepasan lagi,, mereka lalu terkapar lemas di atas kasur.

__ADS_1


**Jangan lupa like,komen dam. votenya, trimakasih...


Sekarang Aku upnya ngga jelas jamnya, benar benar lagi ngga bisa ngatur waktu. tapi aku usahakan up tiap hari,dan maaf kalau ada typo karena aku ngga teliti lagi tulisanya**.


__ADS_2