
Mereka menempuh kurang lebih 40 menit untuk sampai di pantai Baron. dan setelah sampai, semuanya pun langsung keluar dari mobil.
"Wahhh,, indahnya,,,, "teriak Alana sambil mendekat ke bibir pantai.
"Adek,,, kamu belum ganti baju,, jangan main basah basahan,,"teriak Bunda.
"Iya Bunda,, "jawab Alana sambil memainkan air laut.
Sedang para bapa bapa memasang tenda yang sudah tinggal di pasang, karena sudah di rakit. Kalau Ibu ibunya mengeluarkan makanan dari dalam mobil.
Kalau 2 anak Anton itu,, yang satu masih di dalam mobil sambil memainkan hpnya, dan yang satunya membatu Ali dan Anton memasang tenda. sungguh dua anak yang sangat berbeda pemikiranya.
"Bun,, Alana mau ganti baju yah,, "sambil mendekat ke Bundanya.
"Mau ganti di mana,,? "tanya Bunda.
"Ya cari Toilet lah Bun,, pasti kan ada,, "sambil mengambil baju ganti dari dalam tas.
"Ya udah sanah cari,, tapi hati hati yah,, "Alanapun mengangguk.
Alana pun pergi mencari toilet, tapi ada pasang mata yang terus saja mengawasinya kemana Alana pergi.
Karena Alana ganti baju cukup lama, Bunda pun yang kuatir, menyuruh Vian untuk mencarinya.
"Vian susin Ana gih,, ganti baju kok lama, takutnya nyasar dia,, "kata Bunda.
"Iya Bun,, "lalu Vian pun pergi, menyusul Alana.
Karena Vian tadi lihat ke mana beloknya Alana, membuatnya tidak sulit untuk menemukanya, karena dari tadi dia lah yang terus melihatnya.
Saat Vian melihat Alana, ternyata Alana sedang di goda oleh beberapa anak muda, dan sepertinya mereka bukan orang sini asli, melainkan orang yang sengaja berlibur ke pantai Baron ini.
__ADS_1
"Hai,, cantik ikut kita aja yuk,, kita senang senang bareng, "
"Iya yuk,, dari pada sendiri mending sama kita kita saja,, "sedang Alana yang ketakutan mendekap bajunya sambil memundurkan badanya ke belakang, karena grombolan pemuda itu makin mendekat pada Alana.
Kata para pemuda yang gangguin Alana. Vian yang melihat dan langsung mendekat pada Alana. sambil menyingkirkan pemuda yang menghalangi jalanya.
"Ada apa sayang,,, apa mereka mengganggumu,, "kata Vian sambil merangkul pundak Alana. sedang Alana karena takut hanya mengangguk.
"Kalian mau Aku hajar karena gangguin pacarku,, sinih maju kalau berani,, "kata Vian menantang para pemuda iseng itu.
"Jangan sok jagoan deh kamu,, kita disini banyak yah, sosoaan lagi,, "kata satu pria.
"Aku ngga takut sama cecunguk kaya kalian, yang bisanya gangguin cewe,, "
"Berengsek banget kamu,, ayo kita hajar,, "kata yang satunya. mereka ada 3 orang dan langsung menyerang Vian semua, Sedang Alana yang masih ketakutan bingung mau ngapain saat melihat Vian di keroyok.
Mereka pun ahirnya berantem, saling tendang dan tonjok,, walau pun Vian anaknya cuek tapi dia juga pernah ikut silat, jadi tau gerakan geralan menghindar dan menangkis.
"Tolong,,,,, tolong,, ada yang berantem... "
Lalu 3 pemuda itu pun ketakutan, karena takut mendapat masalah, mereka pun lari dan pergi.
"Vian,, kamu ngga papa kan, maaf kamu jadi terluka karena nolongin Ana,, "sambil matanya berkaca kaca, karena melihat Vian yang memegangi pertnya, juga pipinya yang biru.
"Ngga papa kok,, cuman luka gini,, "
"Lagian kenapa mau main air laut aja kok pake baju kaya gitu sih,, di sini tuh tempat umum banyak orang, jadi bisa menimbulkan kejahatan,, ganti Aku ngga suka kamu pakai baju kaya gitu,, "saat Vian melihat Alana memakai kaos putih ketat dan celana di atas lutut juga sangat ketat.
"Tapi Ana ngga bawa baju lainya,, gimana dong,, udah jangan banyak ngomong ayo Ana bantu obati, pipinya takut jadi tanbah bengkak,, "sambil menggandeng tangan Vian untuk menuju mobil.
"Loh Vian kenapa Dek,,? tanya Ayah.
__ADS_1
"Vian habis berantem sama orang orang yang gangguin Adek yah,,, "jawab Alana sambil menunduk.
"Tapi Adek ngga papa kan sayang,,? "tanya Bunda yang langsung mendekati Alana.
"Adek ngga papa Bun,, tapi Vian yang kena pukulan,, "
"Ya ampunn,, ayo buruan di obatin, itu pipinya udah bengkak loh,, "kata Bunda setelah melihat Pipi Vian yang dari tadi Vian tutupi dengan tangan.
"Ngga usah tegang gitu Na,, Vian sering kaya gitu mah,, "Kata Papih Anton. Dan Nana langsung kaget, karena dia juga punya anak laki laki Bang Kiki tapi tidak suka berantem makanya ngga pernah lihat luka, jadi saat lihat luka kaya gitu Nana panik.
"serius Vi,,? "tanya ke Vina, sedang Vina hanya mengangguk.
"Vian itu cuek tapi kalau masalah berantem dia sering, karena ulah adiknya yang suka bikin onar, makanya Vian yang sering berantem karena belaiin adiknya,, "sedang Ali dan Nana hanya mengnggukan kepala.
"Adek,, di mobil ada kotak obat,, batu Vian obati lukanya di mobil sanah,, "kata Ayah.
"Iya Ayah,, ayo Ian kita ke mobil, biar Ana bantu obati,, "
"Ngga usah,, nanti juga sembuh kok,, "
"Vian,, sanah obati dulu,, biar ngga tambah bengkak lukanya,, "kata Mamih, Vian pun langsung menurut kalau Mamihnya sudah bicara.
Lalu Alana dan Vianpun masuk mobil dan duduk di bangku tengah, lalu Alana mengambil kotak obatnya.
"Sakit pelan dong Na,, "saat Ana mengusapkan obat dengan kapas ke pipi yang lebam.
"Ii,, iya maaf, Ana akan pelan pelan,,, "lalu Alana pun mengusapnya dengan pelan dan sambil meniupnya, sehingga wajah mereka pun sangat dekat. Alvin pun menatap Alana tanpa berkedip karena mereka posisinya sangat dekat. sampai ahirnya Alana tersadar dan mata mereka pun bertemu, cukup lama mata mereka bertemu dan entah dorongan dari mana bibir mereka pun saling mendekat, saat tinggal satu senti lagi dan kepala Vian sudah sedikit miring, tiba tiba...
"Kaka,, "
**Jangan lupa like komen dan votenya trimakasih...
__ADS_1
Dan jangan lupa mampir ke MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH. yah**...