Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Susan Merasa Kesal


__ADS_3

Ai hanya tersenyum membalas ucapan Susan,dan itu membuat Susan tambah kesal.


"Kenapa kamu senyum senyum gitu,ada yang lucu ,,kamu pake pelet apa untuk mendapatkan Vino hahh,,,"


"Iya sangat lucu perkataan kaka tadi,yang mengatakan Saya dapetin Mas Vino dengan memeletnya,buat apa saya pake pelet ,jaman sekarang tuh ngga perlu pelet,Asal kita bisa memuaskanya di ranjang,laki laki tuh pasti takluk pada kita,Mas Vino aja sampai bucin pada saya karena saya bisa melayaninya dan memuaskanya di ranjang,dan ingat ya kak Mas Vino ngga bakalan tertarik sama kaka,karena body kaka aja krempeng begitu,jadi lebih baik kaka sudah mundur aja dari pada makin sakit,"setelah itu Ai pun keluar dari toilet.


Sedang Susan yang merasa di hina akan balas dendam.


"Awas kamu,akan Aku buat kamu malu dan di tinggalkan Vino,lihat saja nanti,,"


Ai lalu duduk di samping Vino lagi,dan lanjut makan.


"Sayang,Ini Mas ambilkan buah buat cuci mulut,,"


"Iya Mas,,makasih,,"Jawab Ai sambil mengambil potongan melon lalu memakanya.


Susan sudah kembali dari toilet,sedang Ai biasa aja,bedang dengan Susan yang terus melirik tajam kearahnya.


"Mas,,kita ke kamar yuk,bukanya kita mau pergi,,"Vino lalu melihat jam.

__ADS_1


"Oh iya,,semuanya Aku ke kamar duluan yah,soalnya Aku mau pergi ,mau siap siap dulu,"lalu Gibran menjawab iya,dan dua perempuan itu hanya mengangguk.


Vino dan Ai lalu pergi sambil Vino merangkul pundak Ai.dan mereka juga mendekati kaka Dodo untuk ke kamar bersama.


"Istri Vino cantik juga yah,"


"Cantik apanya sih,,biasa gitu kok"kata Susan,temanya yang satu hanya tersenyum melihat Susan yang terlihat cemburu.


"Cantik loh itu istri Vino,Vino pasti puas banget tuh di ranjang,kalian lihat kan leher mereka berdua,tanda merahnya sampai berjejer gitu,,"


"Mereka aja yang ngga tau malu,kaya gituan di lihat lihatin,,"kata Susan.


Sedang di kamar Vino langsung bersiap,dan juga Ai,Ai sekarang memakai baju yang menutupi leher,dan rambutnya di gerao,sedang Vino yang memakai kemeja,membuat tanda merah buatan Ai tak terlihat,rupanya Ai sudah merencanakan tada merah itu agar tidak terlihat kalau memakai kemeja.


Setelah siap,mereka bertiga langsung berangkat,dengan menyewa mobil Hotel lagi.


"Mas,,kamu kenal ketiga temanmu yang tadi sudah lama Yah,"


"Iya sayang,sudah lama,dari kita masuk kuliah,,"

__ADS_1


"Oh pantas kalian sidah sangat akrab,Apa Mas sama kak Susan pernah pacaran,,"Vino lalu melihat ke Ai.


"Pacaran sama Susan,,ngga lah,kok kamu bisa bilang gitu,"


"Ya kelihatanya Kak Susan suka sama Mas,,"


"Memang sih Susan dulu pernah bilang suka sama Mas,tapi Mas ngga mau karena lebih nyaman jadi temen,dan Susan bukan tipe Mas,"


"Kak Susan cantik kok,kenepa Mas ngga suka,,?"


"Mas ngga suka sama cewe yang menor,dan Mas sukanya cewe yang,,,"Vino berhenti bicara.


"Apa kok berhenti,,Mas suka cewe yang seperti Apa,,?"


"Sinih deh mendekat,Mas bisikin,"Ai lalu mendekatkan telinganya pada Vino karena takut kak Dodo mendengar.


"Mas suka cewe yang montok kaya kamu,dan yang agresif, juga bisa bikin Mas puas di ranjang,"Ai langsung membulatkan matanya dan pipinya memerah karena malu dengar perkataan Vino.


Jangan lupa like,komen dan Votenya,trimakasih...

__ADS_1


__ADS_2