
Aku masuk kamar untuk mengganti baju kebayaku, karena Aku merasa kurang nyaman. Aku mengambil baju di lemari dan langsung menggantinya.
Selesai berganti baju, Aku merapikan baju Mas Anton yang akan di bawa untuk kerja ke luar daerah. Dengan menggunakan koper yang cukup besar karena Mas Anton akan lama di sana. selesai dengan baju Mas Anton, sekarang tinggal menata bajuku ke dalam koper kecil. Aku tidak banyak membawa baju karena Aku hanya akan ke rumah Mas Al, dan Aku nantinya akan meminta izin seminggu sekali atau dua minggu sekali datang ke rumah ini untuk bersih bersih, agar rumah ini tidak kotor.
Saat dua koper sudah terisi baju, Mas Anton masuk ke kamar.
"Sedang apa Sayang,,? "
"Nana habis beresin baju Mas untuk besok, baju dan yang lainya sudah Nana taro di koper yang besar, dan juga alat cukur serta peralatan mandi juga obat obatan, agar nanti Mas sampai ,tidak repot untuk membeli atau mencari di sana, "kataku.
"Hemmm,,, iya makasih ya Sayang, "sambil duduk di sapingku.
"Sayang,,, sekarang Mas di mata agama memang bukan suami Sayang lagi, dan kewajiban Mas juga sudah tidak harus di penuhi oleh Sayang, trimakasih atas pengorbanan Sayang yang telah mau menuruti keinginan Mas, yang memang mas akui ini keterlaluan untuk Sayang, tapi Mas lakukan demi kita agar keluarga kita nanti bahagia, "sambil menggenggam tanganku.
"Iya Mas, Nana iklas melakukanya, Nana juga ingin kita nanti akan bahagia sampai tua,,, "jawabku. dan Mas Anton memeluku.
"Mas,, Nana mau menyiapkan makan malam dulu yah buat kita,"sambil Aku melepaskan pelukan Mas Anton.
"Iya,,, nanti kalau sudah siap panggil aja Mas yah,,, "Aku pun mengangguk. Dan langsung keluar dari kamar.
Aku mulai dari membereskan piring dan gelas yang kotor, lalu Aku mencucinya. kalau makanan tadi siang untuk acara, Mas Anton yang pesan dari cetering.
Saat sedang mengangkat piring bersih yang akan Aku taro di rak piring, tiba tiba Aku terpleset, saat Aku hampir jatuh tiba tiba dari belakang ada yang menahan badanku, sehingga Aku tidak terjatoh, saat Aku melihat ke belakang ternyata Mas Al yang menahan badanku sambil menahan punggungku. Mata kita pun bertemu dan saling pandang untuk beberapa detik. di dalam jantungku berdetak sangat cepat, deg.. deg... deg..
"Hati hati kalau jalan,, "kata Mas Al setelah Aku tersadar dari saling tatap. Lalu sambil Aku membenarkan posisi berdiriku.
__ADS_1
"Iya Mas,, makasih, "jawabku sambil Aku taro piring di rak piring.sambil mengatur debaran di dada.
"Mas bantuin yah biar cepat selesai, "sambil mengambil gelas yang sudah ku cuci dan di bawa ke rak piring, Aku pun hanya mengangguk tanpa berani melihat wajahnya.
Ahirnya piring, gelas serta prabotan yang lain sudah tertata rapi, Aku sekarang tinggl menyiapkan bahan masakan buat makan malam.
"Mas,,Nana mau masak dulu, Mas Al duduk aja yah nanti Nana bikinin kopi, "kataku.dan Mas Al pun mengangguk dan duduk di kursi meja makan.
Setelah Aku membuatkan kopi, Mas Al lalu Aku suruh ke ruang depan saja, karena Aku tidak nyaman kalau sedang masak ada yang lihatin.
Untungnya Mas Al mau dan keluar dari dapur menuju ke ruang tv kalau tidak mau pasti masakan ku tidak akan selesai selesai karena grogi.dan Aku pun langsung melanjutkan acara memasaku.
Sekita satu jam, ahirnya masakanku selesai, Aku hanya membuat Ayam goreng seta sambal, karena sisa sayur tadi siang bekas acara masih ada satu mangkok, cukuplah untuk kita bertiga.
"Mas,, makan malam dulu yuk,,,, "kataku saat Aku masuk ke kamar.
"Iya Sayang ayok,,, "sambil Mas Anton bangun dari duduknya.
Lalu Aku memanggil Mas Al juga untuk makan, dan kita pun makan malam bersama, Karena Mas Al sekarang sudah menjadi suamiku, Aku pun melayaninya dengan mengambilkan nasi serta lauhnya juga. setelah itu Aku baru melayani Mas Anton. Setelah melayani dua orang Aku langsung mengambil untuku sendiri.
Saat kita sedang makan, hp Mas Anton berbunyi. tanda panggilan masuk.karena mungkin penting Mas Anton mengangkat telfonya pergi dari meja makan, Aku dan Mas Al pun tetap melanjutkan makan kita.
Tidak begitu lama, Mas Anton sudah datang dan melanjutkan makan.
"Sayang,, Mas di telfon sama Pak Menejer untuk berangkat malam ini, dan berangkatnya nanti jam 9,"Aku langsung kaget.
__ADS_1
"Kok gitu sih Mas,,,, ?"kataku sedih.
"Mas juga ngga tau mau kaya gini,, sayang Maaf yah,, "
"Emangnya harus banget malam ini ya Ton,? "
"Iya Al,, katanya biar sekalian berangkat dengan pak Wili, "jawab Mas Anton. Pak Wili itu memang menejer Mas Anton sih...
"Oh,,, gitu. Ya udah nanti Aku antar sampai bandara,"Mas Anton pun mengiyakan.
Karena sekarang sudah setengah 8 malam,Mas Anton pun bersiap siap, Aku mengikutinya ke kamar, membantunya bersiap siap karena mendadak jadi takutnya ada yang tertinggal.
"Mas Nana ikut nganter ke bandara yah,, "
"Ngga usah lah Sayang, Sayang di rumah aja ini sudah malam,, "sambil mengancing bajunya Mas Anton berkata.
"Tapi Nana pengin lihat Mas pergi,, "kataku sambil membantunya mengancing baju.
"Justru Mas bisa sedih kalau lihat Sayang berpisah di bandara, Sayang di rumah aja yah, "sambil mengusap rambutku. Air mataku pun mengalir dengan sendirinya.
"Jangan menangis, jangam membuat Mas jadi kepikiran, Sayang harus jaga kesehatan yah,, dan secepatnya Mas ingin kabar bahagia dari Sayang, "Aku langsung memeluk Mas Anton.
Aku merasakan perasaan yang aneh, karena Aku merasakan justru ini seperti ahirnya dari hubungan ku dengan Mas Anton. Aku hanya bisa menangis di kamar, setelah barusan Mas Anton keluar dari kamar dengan membawa koper. Aku ahirnya tidak ingin melihatnya pergi. rasanya sangat sedih dan sakit.
Jangan lupa like, komen juga votenya ya kak, trimakasih....
__ADS_1